Langsung ke konten utama

Panduan Daftar Oriflame Melalui Recruitment Widget

Kalau melihat beberapa tahun ke belakang pastinya member Oriflame tahu betul sekarang bisnis Oriflame semakin online banget. Ingat cara mendaftarkan member setidaknya 8 atau 10 tahun lalu. Belum pembahasan soal cara pembayarannya yang belum seotomatis sekarang ya. Bersyukur banget berada di bisnis yang sangat didukung secara online dan semakin berada dalam genggaman. 

Dulu daftarnya masih jadul banget. Kirim data dan KTP via email. Kemungkinan keliru mengetik data sponsor juga besar terjadi apalagi kalau yang masih member baru ya. Beda cerita dengan sekarang, semua member atau brand partner Oriflame bebas mendaftarkan calon member melalui akun sendiri yang otomatis tidak akan ke sponsor lain new membernya. Harus login ke akun sendiri dan bisa mendaftarkan calon member dan bebas menaruhnya di first line yang mana. 

Jadi first line dan inviting sponsor bisa orang yang berbeda. Dan inviting sponsor tetap akan mendapatkan keuntungan jika ada hadiah sponsor atau bonus uang khusus inviting sponsor meskipun kita mendaftarkan member di kedalaman bukan sebagai sponsor langsung. Jadi sambil mengejar bonus-bonus inviting sponsor kita juga bisa membantu jaringan kita naik level.




Khusus untuk calon member yang tak ingin memberikan datanya pada sponsornya bisa mendaftarkan diri sendiri sebagai member atau brand partner Oriflame lho. Hitungan menit keanggotaannya sudah diverifikasi dan bisa digunakan untuk order dan mengejar hadiah member baru. Bahkan langsung bisa digunakan untuk mengembangkan jaringan dengan cara yang sama.

Sudah tahu caranya mendaftarkan diri sendiri sebagai member Oriflame dalam beberapa langkah mudah? Tinggal isi formulir di bawah ini dan kamu akan langsung jadi member lho.





Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cara Mengetahui Orang Stalking Twitter Kita, Siapa Stalkersmu?

Siapa yang sudah menggunakan jejaring sosial yang satu ini? Sudah punya banyak temankah di sana? Mention bagaimana? Banyak juga yang hadir setiap harinya? Atau kadang merasa 'twitter' itu mirip dengan kuburan karena bingung mau ngapain aja di sana. Banyak memang orang yang pada awalnya kebingungan menggunakan twitter. Apa yang sebaiknya dilakukan. Apa yang sebaiknya ditulis. Akun seperti apa yang sebaiknya diikuti. Semuanya sebenarnya kembali lagi ke pribadi masing-masing ingin menggunakannya seperti apa. Karena konsekuensinya juga ditanggung diri masing-masing. Apa yang kita tanam itulah yang akan kita tuai. Lama-lama, alah bisa karena biasa akan berlaku. Sebab memang kalau sudah sering membaca lini masa dan sudah mengikuti banyak akun. Kita akan menemukan pola ngetwit kita sendiri. Meskipun demikian, bukan itu yang ingin dibahas dalam tulisan ini. Saya rasa banyak yang penasaran dengan cara mengetahui orang yang stalking akun twitter kita. Orang yang melakukanny

Hati-Hati Belanja di Tokopedia Pakai AnterAja

Selama ini saya selalu puas belanja di berbagai marketplace yang ada di Indonesia termasuk di Tokopedia. Karena selama ini pengirimannya yang saya gunakan ya itu-itu saja. Kalau nggak JNE ya JNT. Pernah juga menggunakan SiCepat. Sudah lama sekali tidak berbelanja di Tokopedia dan saya bulan ini ingin beli kamera dan di Tokopedia saya menemukan kamera yang saya inginkan.  Prinsip saya begitu order langsung bayar supaya barang cepat sampai. Saya tidak sadar kalau pengiriman yang default di aplikasi adalah ekspedisi AnterAja. Tidak pernah menggunakan dan baru dengar. Karena saya pikir memang AnterAja melayani sampai ke Pontianak ya nggak ada masalah dengan pengirimannya. Sampai akhirnya saat tulisan ini saya posting, paket kamera yang saya beli tak kunjung sampai. Googling sana-sini. Buka twitter buat komplain hingga akhirnya menemukan banyaknya orang yang komplain dibandingkan puas dengan layanannya dan bahkan review di google juga jelek. Banyak sekali yang memberikan bintang satu. Terma

Menulis 500 Kata

Sekarang sepertinya harus bekerja lebih keras lagi. Saya banyak sekali menulis artikel yang terlampau pendek. Bahkan banyak sekali postingan yang hanya berisikan gambar. Kalau hanya seperti itu saya yakin banyak orang yang akan bisa membuat postingan jauh lebih banyak dari yang saya bisa lakukan. Jadi sekarang sepertinya saya harus mengubah tantangannya menjadi lebih menarik. Saya harus menulis setidaknya 500 kata untuk setiap artikel yang saya buat. Supaya lebih terasa menantang dan saya tak hanya sambil lalu lagi mengupdate blognya. Sebab akhir-akhir ini ketika menyelesaikan jumlah postingan saya akhirnya suka mengambil beberapa gambar yang sudah saya unggah di instagram dan memasukkannya ke blog menjadikannya satu postingan. Padahal hanya diikuti satu dua kata saja. Bahkan pernah tak ada tulisan apa-apa. Memang menulis 10 postingan sehari bukanlah hal yang mudah untuk membagi waktu dengan persiapan pernikahan. Tapi tantangan memang harus dibuat seberat mungkin bukan? Bukan