Langsung ke konten utama

Hati-Hati Belanja di Tokopedia Pakai AnterAja


Selama ini saya selalu puas belanja di berbagai marketplace yang ada di Indonesia termasuk di Tokopedia. Karena selama ini pengirimannya yang saya gunakan ya itu-itu saja. Kalau nggak JNE ya JNT. Pernah juga menggunakan SiCepat. Sudah lama sekali tidak berbelanja di Tokopedia dan saya bulan ini ingin beli kamera dan di Tokopedia saya menemukan kamera yang saya inginkan. 

Prinsip saya begitu order langsung bayar supaya barang cepat sampai. Saya tidak sadar kalau pengiriman yang default di aplikasi adalah ekspedisi AnterAja. Tidak pernah menggunakan dan baru dengar. Karena saya pikir memang AnterAja melayani sampai ke Pontianak ya nggak ada masalah dengan pengirimannya.

Sampai akhirnya saat tulisan ini saya posting, paket kamera yang saya beli tak kunjung sampai. Googling sana-sini. Buka twitter buat komplain hingga akhirnya menemukan banyaknya orang yang komplain dibandingkan puas dengan layanannya dan bahkan review di google juga jelek. Banyak sekali yang memberikan bintang satu. Termasuk saya. Karena buruknya layanan mereka. 

Kalau memang belum siap untuk bersaing dengan ekspedisi lama yang sudah ada, sebaiknya jangan coba-coba untuk menerima pengiriman beda provinsi apalagi kalau tak punya kantor cabang dan karyawan kantor buat ditemui pelanggan. Selain merugikan pelanggan, ini berimbas ke seller dan juga marketplace. Dibandingkan memberikan promo free ongkir jauh lebih baik memberikan jaminan lebih cepat sampai.

Saya terkecoh dengan pilihan pengiriman yang tidak diberikan keterangan nama ekspedisinya diaplikasi Tokopedia sehingga membiarkan pengirimannya menggunakan ekspedisi yang terpilih otomatis pas order. Hanya terlihat harga dan durasi waktu. Mengapa saya membiarkannya ke ekspedisi default di aplikasi? Karena durasi waktunya masih bisa saya toleransi. Saya bisa menunggu kalau orderannya akan sampai hari Sabtu atau paling telat hari Minggu. Setidaknya saya juga bisa tracking pergerakan paketnya melalui web atau aplikasi Tokopedia.




Ternyata saya salah besar. Trackingnya nggak ada perubahan day by day seperti yang bisa kita track di beberapa ekspedisi lainnya. Ada juga ekspedisi yang tidak menyediakan tracking sedetail beberapa ekspedisi lainnya. Tapi setidaknya paketnya tidak lama sampai atau kurirnya mudah dihubungi dengan mencari nomor HPnya di google. Sedangkan untuk AnterAja, saya sudah cari di google, facebook, twitter, tak menemukan nomor kurir Satria di Pontianak. Nomor yang saya temukan malah nomor pribadi orang yang nomornya pernah dipasang dibanner iklan lowongan kerja AnterAja.

Harusnya pihak marketplace bertanggung jawab dengan cepat, memberikan solusi. Bisa dengan menghubungi kurir supaya paketnya diretur ke seller saja dan pembeli direfund dananya sehingga bisa melakukan order kembali dan menggunakan ekspedisi yang lain. Saat saya komplain, saya diminta menunggu lagi 7 hari. Apakah waktu kami sebagai shopper tidak berharga sehingga kami yang harus mengalah?


Saya tidak tahu bagaimana nasib paket yang berada di satu provinsi atau satu pulau, tapi untuk ke Pontianak saya tidak merekomendasikan ekspedisi ini. Tidak ada kantornya, kurirnya juga tidak jelas siapa. Buat seller di Tokopedia sebaiknya tidak menyediakan pilihan kurir AnterAja supaya pelanggan tidak terjebak. Percayalah banyak pelanggan yang tidak butuh potongan harga pengiriman, ada pelanggan yang lebih butuh barangnya sampai tepat waktu.

Sayang sekali marketplace sebesar Tokopedia kerja sama dengan ekspedisi yang jauh lebih buruk dibandingkan ekspedisi yang lain. Ekspedisi yang rekomen khusus Kota Pontianak ada JNE, TIKI, POS INDONESIA, dan JNT. Bahkan ada ekspedisi yang menyediakan aplikasi yang memungkinkan kita untuk mengecek nomor kurir tanpa perlu menghubungi customer care.

Beberapa kalimat default yang akan Anda dengar dari CS AnterAja.

1. Maaf atas ketidaknyamanannya
2. Akan kami maksimalkan untuk dipercepat
3. Akan kami buatkan pelaporan


Oiya jangan repot-repot minta nomor kurir yang akan bertugas mengantar paket kita. Mereka tidak punya akses ke sana. 

Kalau default dari CS Tokopedia

1. Kita diminta fokus
2. Mohon menunggu, bahkan 7x24 jam diminta menunggunya
3. Jangan khawatir
4. Mengerti kekecewaan

Silakan tambahkan sendiri

Komentar

  1. Saya pun kecewa dengan expedisi ini ..tidak ada konfirmasi tau2 ada laporan barang sampai tp saya tidak menerima barang tersebut

    BalasHapus
  2. Ekspedisi paling tidak bagus, mending pakai yang lain, kurir nya mian refun barang tanpa konfirmasi

    BalasHapus

Posting Komentar

Berkomentarlah yang baik. Semua komentar yang masuk akan dimoderasi. (admin: Honeylizious [Rohani Syawaliah]).

Postingan populer dari blog ini

Cara Mengetahui Orang Stalking Twitter Kita, Siapa Stalkersmu?

Siapa yang sudah menggunakan jejaring sosial yang satu ini? Sudah punya banyak temankah di sana? Mention bagaimana? Banyak juga yang hadir setiap harinya? Atau kadang merasa 'twitter' itu mirip dengan kuburan karena bingung mau ngapain aja di sana. Banyak memang orang yang pada awalnya kebingungan menggunakan twitter. Apa yang sebaiknya dilakukan. Apa yang sebaiknya ditulis. Akun seperti apa yang sebaiknya diikuti. Semuanya sebenarnya kembali lagi ke pribadi masing-masing ingin menggunakannya seperti apa. Karena konsekuensinya juga ditanggung diri masing-masing. Apa yang kita tanam itulah yang akan kita tuai. Lama-lama, alah bisa karena biasa akan berlaku. Sebab memang kalau sudah sering membaca lini masa dan sudah mengikuti banyak akun. Kita akan menemukan pola ngetwit kita sendiri. Meskipun demikian, bukan itu yang ingin dibahas dalam tulisan ini. Saya rasa banyak yang penasaran dengan cara mengetahui orang yang stalking akun twitter kita. Orang yang melakukanny

Menulis 500 Kata

Sekarang sepertinya harus bekerja lebih keras lagi. Saya banyak sekali menulis artikel yang terlampau pendek. Bahkan banyak sekali postingan yang hanya berisikan gambar. Kalau hanya seperti itu saya yakin banyak orang yang akan bisa membuat postingan jauh lebih banyak dari yang saya bisa lakukan. Jadi sekarang sepertinya saya harus mengubah tantangannya menjadi lebih menarik. Saya harus menulis setidaknya 500 kata untuk setiap artikel yang saya buat. Supaya lebih terasa menantang dan saya tak hanya sambil lalu lagi mengupdate blognya. Sebab akhir-akhir ini ketika menyelesaikan jumlah postingan saya akhirnya suka mengambil beberapa gambar yang sudah saya unggah di instagram dan memasukkannya ke blog menjadikannya satu postingan. Padahal hanya diikuti satu dua kata saja. Bahkan pernah tak ada tulisan apa-apa. Memang menulis 10 postingan sehari bukanlah hal yang mudah untuk membagi waktu dengan persiapan pernikahan. Tapi tantangan memang harus dibuat seberat mungkin bukan? Bukan