Langsung ke konten utama

Toko Arloji Sarian Pontianak

Hari ini karena salah jadwal kunjungan ke kelas Raza, harusnya minggu depan karena sempat mundur gara-gara libur asap, saya memutuskan buat datang ke toko jam. Ngapain kakak? Mau beli jam?

Kalau ngomongin toko jam, saya ingat betul dulu hanya datang buat melihat jam, kemudian tidak beli, karena tanpa jam tangan pun tidak masalah, hidup tetap berjalan baik-baik saja. Walaupun ingin punya jam tangan. Tapi dibandingkan beli jam tangan mendingan beli makanan. Begitu prinsip hidup saya bertahun-tahun.

Pernah punya jam tangan bagus, dikasih sama someone. Jadi couple gitu jamnya. If you know what I mean about someone ini. Lalu jamnya cecer tidak sadar jatuh pas bawa motor.

Sejak itu tak pakai jam tangan lagi. Sampai akhirnya dapat jam tangan keren dari Oriflame. Baik yang GRATIS atau tebus dengan harga 49.900.

Nah jam tangan terbaru yang saya dapat itu rantainya kepanjangannya. Mau tak mau datang ke tukang jam untuk memotong rantainya. Sudah coba ketak-ketok di rumah tapi gagal, hahaha. Jadinya melipir ke Jalan Nusa Indah III. Terkenal dengan sebutan Pasar Sudirman Pontianak. Dulu jaman kuliah sering ke sini buat nyari fashion yang diobral, lumayan buat ganti hari-hari pas kuliah.

Di lorong pertama, berhadapan dengan Toko Dunia Sepatu, ada toko jam. Toko Arloji Sarian. Mata saya berbinar melihat arloji dengan berbagai rupa dan harga. Tapi sekarang tak ada keinginan buat beli. Why? Jam tangan saya sudah banyak. Tak kalah keren, original pulak. Hehe

Tapi kalau butuh arloji dengan banyak sekali pilihan, bisa ke sini, saya sampai mabok lihat banyaknya model arloji di toko ini. Pas mau bayar biaya pemotongan rantai malah digratisin sama yang punya. Alhamdulillah ya. Sebagai bentuk terima kasih saya bikin tulisan ini biar tokonya semakin rame.








Ingat, Toko Arloji Sarian di Jalan Nusa Indah III di lorong pertama berhadapan Toko Dunia Sepatu Pontianak.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cara Mengetahui Orang Stalking Twitter Kita, Siapa Stalkersmu?

Siapa yang sudah menggunakan jejaring sosial yang satu ini? Sudah punya banyak temankah di sana? Mention bagaimana? Banyak juga yang hadir setiap harinya? Atau kadang merasa 'twitter' itu mirip dengan kuburan karena bingung mau ngapain aja di sana. Banyak memang orang yang pada awalnya kebingungan menggunakan twitter. Apa yang sebaiknya dilakukan. Apa yang sebaiknya ditulis. Akun seperti apa yang sebaiknya diikuti. Semuanya sebenarnya kembali lagi ke pribadi masing-masing ingin menggunakannya seperti apa. Karena konsekuensinya juga ditanggung diri masing-masing. Apa yang kita tanam itulah yang akan kita tuai. Lama-lama, alah bisa karena biasa akan berlaku. Sebab memang kalau sudah sering membaca lini masa dan sudah mengikuti banyak akun. Kita akan menemukan pola ngetwit kita sendiri. Meskipun demikian, bukan itu yang ingin dibahas dalam tulisan ini. Saya rasa banyak yang penasaran dengan cara mengetahui orang yang stalking akun twitter kita. Orang yang melakukanny

Hati-Hati Belanja di Tokopedia Pakai AnterAja

Selama ini saya selalu puas belanja di berbagai marketplace yang ada di Indonesia termasuk di Tokopedia. Karena selama ini pengirimannya yang saya gunakan ya itu-itu saja. Kalau nggak JNE ya JNT. Pernah juga menggunakan SiCepat. Sudah lama sekali tidak berbelanja di Tokopedia dan saya bulan ini ingin beli kamera dan di Tokopedia saya menemukan kamera yang saya inginkan.  Prinsip saya begitu order langsung bayar supaya barang cepat sampai. Saya tidak sadar kalau pengiriman yang default di aplikasi adalah ekspedisi AnterAja. Tidak pernah menggunakan dan baru dengar. Karena saya pikir memang AnterAja melayani sampai ke Pontianak ya nggak ada masalah dengan pengirimannya. Sampai akhirnya saat tulisan ini saya posting, paket kamera yang saya beli tak kunjung sampai. Googling sana-sini. Buka twitter buat komplain hingga akhirnya menemukan banyaknya orang yang komplain dibandingkan puas dengan layanannya dan bahkan review di google juga jelek. Banyak sekali yang memberikan bintang satu. Terma

Menulis 500 Kata

Sekarang sepertinya harus bekerja lebih keras lagi. Saya banyak sekali menulis artikel yang terlampau pendek. Bahkan banyak sekali postingan yang hanya berisikan gambar. Kalau hanya seperti itu saya yakin banyak orang yang akan bisa membuat postingan jauh lebih banyak dari yang saya bisa lakukan. Jadi sekarang sepertinya saya harus mengubah tantangannya menjadi lebih menarik. Saya harus menulis setidaknya 500 kata untuk setiap artikel yang saya buat. Supaya lebih terasa menantang dan saya tak hanya sambil lalu lagi mengupdate blognya. Sebab akhir-akhir ini ketika menyelesaikan jumlah postingan saya akhirnya suka mengambil beberapa gambar yang sudah saya unggah di instagram dan memasukkannya ke blog menjadikannya satu postingan. Padahal hanya diikuti satu dua kata saja. Bahkan pernah tak ada tulisan apa-apa. Memang menulis 10 postingan sehari bukanlah hal yang mudah untuk membagi waktu dengan persiapan pernikahan. Tapi tantangan memang harus dibuat seberat mungkin bukan? Bukan