Langsung ke konten utama

Sungguh tak pernah bermimpi akan mengoleksi begitu banyak hadiah keren nan mahal dari Oriflame. Terutama parfum.

Bagi saya yang rakyat jelata tapi tetap jelita ini, Oriflame itu mahal. Mahal tapi saya pengen punya. Saya ingat betul hanya mampu mengagumi produk parfumnya hanya dari gosokan-gosokan katalog. Saya yang dulunya hanya mampu beli parfum isi ulang yang harganya 2000 perak permili, itupun paling saya hanya beli 5-10ml. Lalu disayang-sayang menyemprotkannya.

Saya yang terbiasa mencium parfum KW begitu terpesona dengan parfum-parfum Oriflame yang dikemas dengan botol cantik nan anggun. Dulu, hanya bisa berucap pada diri sendiri "Ah kapan ya saya bisa memiliki parfum mahal ini? Satu botol saja." Saat bertemu member yang menenteng parfumnya dan mengizinkan menyentuh dan menyemprotkannya sekali ke titik nadi, woooooh bahagiaaaaa. Dunia terasa dipenuhi bunga-bunga.

Jauh sebelum saya gabung di Oriflame, saya itu pertama kali belinya maskara. Saya memang naksirnya parfum, tapi mampunya beli maskaranya, itupun pas lagi diskon semiring-miringnya. Disayang-sayang penggunaannya biar lama masa pakainya.

Sampai akhirnya saya memutuskan bergabung. Biar bisa belanja murah dan kalau beruntung bisa dapat parfum hadiah. Ternyata puluhan botol parfum yang saya anggap mahal dulunya itu, sekarang jadi koleksi saya. Bukan hanya dari beli pas diskon murahnya, sering saya dapat hadiah pas belanja dan juga hadiah karena mensponsori orang untuk ikut bergabung.

Saya masih perempuan yang sama, yang merasa bahwa "Iya parfum Oriflame mahal-mahal, itu sebabnya saya gabung jadi member biar dapat GRATIS pada tanggal 1-2 setiap bulannya".

Kalau kamu seperti saya, suka dapat parfum mahal dan gratis, bisa mendaftarkan diri melalui WA 085213626011. Kapan lagi punya koleksi parfum mahal meskipun kita rakyat jelata.

Yuk, rakyat jelata yang jelita. Komen saja kalau mau tanya-tanya.




Oiya digambar di bawah ada jam tangan mahal juga, harga aslinya 799rb, saya tebusnya 49.900 saja. Kalau bisa beli produk mahal dengan harga murah, kita kejar saja!

#eCampusKBDS #AkuOriflame #naiklevel2019

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cara Mengetahui Orang Stalking Twitter Kita, Siapa Stalkersmu?

Siapa yang sudah menggunakan jejaring sosial yang satu ini? Sudah punya banyak temankah di sana? Mention bagaimana? Banyak juga yang hadir setiap harinya? Atau kadang merasa 'twitter' itu mirip dengan kuburan karena bingung mau ngapain aja di sana. Banyak memang orang yang pada awalnya kebingungan menggunakan twitter. Apa yang sebaiknya dilakukan. Apa yang sebaiknya ditulis. Akun seperti apa yang sebaiknya diikuti. Semuanya sebenarnya kembali lagi ke pribadi masing-masing ingin menggunakannya seperti apa. Karena konsekuensinya juga ditanggung diri masing-masing. Apa yang kita tanam itulah yang akan kita tuai. Lama-lama, alah bisa karena biasa akan berlaku. Sebab memang kalau sudah sering membaca lini masa dan sudah mengikuti banyak akun. Kita akan menemukan pola ngetwit kita sendiri. Meskipun demikian, bukan itu yang ingin dibahas dalam tulisan ini. Saya rasa banyak yang penasaran dengan cara mengetahui orang yang stalking akun twitter kita. Orang yang melakukanny

Hati-Hati Belanja di Tokopedia Pakai AnterAja

Selama ini saya selalu puas belanja di berbagai marketplace yang ada di Indonesia termasuk di Tokopedia. Karena selama ini pengirimannya yang saya gunakan ya itu-itu saja. Kalau nggak JNE ya JNT. Pernah juga menggunakan SiCepat. Sudah lama sekali tidak berbelanja di Tokopedia dan saya bulan ini ingin beli kamera dan di Tokopedia saya menemukan kamera yang saya inginkan.  Prinsip saya begitu order langsung bayar supaya barang cepat sampai. Saya tidak sadar kalau pengiriman yang default di aplikasi adalah ekspedisi AnterAja. Tidak pernah menggunakan dan baru dengar. Karena saya pikir memang AnterAja melayani sampai ke Pontianak ya nggak ada masalah dengan pengirimannya. Sampai akhirnya saat tulisan ini saya posting, paket kamera yang saya beli tak kunjung sampai. Googling sana-sini. Buka twitter buat komplain hingga akhirnya menemukan banyaknya orang yang komplain dibandingkan puas dengan layanannya dan bahkan review di google juga jelek. Banyak sekali yang memberikan bintang satu. Terma

Menulis 500 Kata

Sekarang sepertinya harus bekerja lebih keras lagi. Saya banyak sekali menulis artikel yang terlampau pendek. Bahkan banyak sekali postingan yang hanya berisikan gambar. Kalau hanya seperti itu saya yakin banyak orang yang akan bisa membuat postingan jauh lebih banyak dari yang saya bisa lakukan. Jadi sekarang sepertinya saya harus mengubah tantangannya menjadi lebih menarik. Saya harus menulis setidaknya 500 kata untuk setiap artikel yang saya buat. Supaya lebih terasa menantang dan saya tak hanya sambil lalu lagi mengupdate blognya. Sebab akhir-akhir ini ketika menyelesaikan jumlah postingan saya akhirnya suka mengambil beberapa gambar yang sudah saya unggah di instagram dan memasukkannya ke blog menjadikannya satu postingan. Padahal hanya diikuti satu dua kata saja. Bahkan pernah tak ada tulisan apa-apa. Memang menulis 10 postingan sehari bukanlah hal yang mudah untuk membagi waktu dengan persiapan pernikahan. Tapi tantangan memang harus dibuat seberat mungkin bukan? Bukan