Langsung ke konten utama

Bisnis Online Modal HP dan Internet Ya Oriflame, Tanpa Risiko Rugi!

Semua hal di dunia ini bisa dipelajari. Terutama keterampilan. Merekrut bukan bakat tapi keterampilan ya. Waktu belajar kita akan melakukan kesalahan. Dari kesalahan yang kita buat kita akan belajar banyak hal.

Misalnya kalau saat mempromosikan bisnis yang menarik itu seperti apa.

Saya? Butuh prospek 100-200 orang setiap hari sejak Februari 2019 untuk menemukan cara yang paling nyaman saat menawarkan bisnis Oriflame dan menjelaskan bagaimana Oriflame ini bisa membantu finansial mereka.

Butuh ditolak setiap hari selama berbulan-bulan baru saya lempeng atau nggak merasakan apa-apa saat orang menolak bahkan memblokir Whatsapp saya.

Perbedaan saya dengan orang yang tidak mau sukses di Oriflame adalah saat saya tidak berhasil saya coba lagi. Saat saya ditolak saya coba lagi menawarkan pada yang lain.

Tak ada kata bosan atau berhenti. Sebab untuk memiliki bisnis dengan penghasilan jutaan yang bisa saya kerjakan dengan modal internet. Mau dapat 5juta, 10juta, 50juta di bisnis konvensional butuh modal berkali-kali lipat dari hasil yang kita inginkan.

Belum risiko rugi. Beda dengan di Oriflame. Bagi saya ini bisnis yang bebas rugi. Karena saya hanta mengalihkan kebutuhan sabun, shampoo dan produk skincare saya ke Oriflame. Lalu fokus di pengembangan jaringan untuk mendapatkan hasil 10x lipat dari nilai belanja saya. Kalau ada yang belanja produk Oriflame ke saya itu adalah bonus.

Sebab energi saya sepenuhnya saya habiskan untuk mengembangkan jaringan supaya dapat bonus lebih besar dari modal yang saya keluarkan.

Tapi buat yang tak ada modal buat belanja tentu saja berjualan akan jadi solusi terbaik. Selain dapat modal untuk menghasilkan 100BP, juga dapat keuntungan langsung 200ribuan diluar bonus bulanannya.

Kamu, mau dibantu punya bonus jutaan juga di Oriflame?



Wa.me/6285213626011

#eCampusKBDS #AkuOriflame #naiklevel2019

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cara Mengetahui Orang Stalking Twitter Kita, Siapa Stalkersmu?

Siapa yang sudah menggunakan jejaring sosial yang satu ini? Sudah punya banyak temankah di sana? Mention bagaimana? Banyak juga yang hadir setiap harinya? Atau kadang merasa 'twitter' itu mirip dengan kuburan karena bingung mau ngapain aja di sana. Banyak memang orang yang pada awalnya kebingungan menggunakan twitter. Apa yang sebaiknya dilakukan. Apa yang sebaiknya ditulis. Akun seperti apa yang sebaiknya diikuti. Semuanya sebenarnya kembali lagi ke pribadi masing-masing ingin menggunakannya seperti apa. Karena konsekuensinya juga ditanggung diri masing-masing. Apa yang kita tanam itulah yang akan kita tuai. Lama-lama, alah bisa karena biasa akan berlaku. Sebab memang kalau sudah sering membaca lini masa dan sudah mengikuti banyak akun. Kita akan menemukan pola ngetwit kita sendiri. Meskipun demikian, bukan itu yang ingin dibahas dalam tulisan ini. Saya rasa banyak yang penasaran dengan cara mengetahui orang yang stalking akun twitter kita. Orang yang melakukanny

Hati-Hati Belanja di Tokopedia Pakai AnterAja

Selama ini saya selalu puas belanja di berbagai marketplace yang ada di Indonesia termasuk di Tokopedia. Karena selama ini pengirimannya yang saya gunakan ya itu-itu saja. Kalau nggak JNE ya JNT. Pernah juga menggunakan SiCepat. Sudah lama sekali tidak berbelanja di Tokopedia dan saya bulan ini ingin beli kamera dan di Tokopedia saya menemukan kamera yang saya inginkan.  Prinsip saya begitu order langsung bayar supaya barang cepat sampai. Saya tidak sadar kalau pengiriman yang default di aplikasi adalah ekspedisi AnterAja. Tidak pernah menggunakan dan baru dengar. Karena saya pikir memang AnterAja melayani sampai ke Pontianak ya nggak ada masalah dengan pengirimannya. Sampai akhirnya saat tulisan ini saya posting, paket kamera yang saya beli tak kunjung sampai. Googling sana-sini. Buka twitter buat komplain hingga akhirnya menemukan banyaknya orang yang komplain dibandingkan puas dengan layanannya dan bahkan review di google juga jelek. Banyak sekali yang memberikan bintang satu. Terma

Menulis 500 Kata

Sekarang sepertinya harus bekerja lebih keras lagi. Saya banyak sekali menulis artikel yang terlampau pendek. Bahkan banyak sekali postingan yang hanya berisikan gambar. Kalau hanya seperti itu saya yakin banyak orang yang akan bisa membuat postingan jauh lebih banyak dari yang saya bisa lakukan. Jadi sekarang sepertinya saya harus mengubah tantangannya menjadi lebih menarik. Saya harus menulis setidaknya 500 kata untuk setiap artikel yang saya buat. Supaya lebih terasa menantang dan saya tak hanya sambil lalu lagi mengupdate blognya. Sebab akhir-akhir ini ketika menyelesaikan jumlah postingan saya akhirnya suka mengambil beberapa gambar yang sudah saya unggah di instagram dan memasukkannya ke blog menjadikannya satu postingan. Padahal hanya diikuti satu dua kata saja. Bahkan pernah tak ada tulisan apa-apa. Memang menulis 10 postingan sehari bukanlah hal yang mudah untuk membagi waktu dengan persiapan pernikahan. Tapi tantangan memang harus dibuat seberat mungkin bukan? Bukan