4 Oktober 2019

Prioritas yang Berbeda

Dulu, lama sekali, dulu dulu dulu. Saat saya masih duduk di sekolah dasar.

Pertanyaan yang selalu muncul di keseharian saya adalah 'mau jadi apa kamu nanti?'

Anak millenial mungkin akan menjawab dengan mudah 'mau jadi Youtuber!'.

Saya? Dengar kata millenium saja terpikir soal benarkah akan terjadi kiamat? Dunia akan berakhir?

Kemudian pertanyaan yang sama akan terus berlanjut.

'Mau jadi apa kamu nanti?'

Dalam bentuk yang berbeda, tetapi punya arti yang sama. Mempertanyakan masa depan saya. Hanya karena saya suka menulis, suka nonton TV, dan saat kenal HP Nokia, suka sekali main HP. 

Saat anak remaja perempuan lain mahir memasak, rajin membantu ibunya di rumah, dan gampang bangun pagi, I still the same as who I am. 

Bertahun-tahun saya itu dicap sebagai 'pemalas'. Hanya karena saya melakukan yang saya suka dan mau, lalu tidak melakukan yang tidak saya suka dan saya tidak mau.

Kalau sekarang masih ada yang bertanya 'mau jadi apa kamu nanti?'

Saya mau jawab 'saya mau jadi President Director Oriflame yang ketiga sebelum usia saya 36 tahun'.

Terkadang mudah memang menghakimi seseorang buruk hanya karena mereka memiliki prioritas yang berbeda dalam hidupnya. 

Untungnya, dua perempuan hebat dalam hidup saya, Uwan dan Umak, membiarkan saya berkembang sesuai kemauan saya. Menjadi cucu dan anak pemalas kesayangan mereka. 


Tenang Mak, Wan, sudah ada Golife!

*ini bukan promo berbayar GoLife atau Gojek ya 

Wkwkwkwk

Related Posts

Prioritas yang Berbeda
4/ 5
Oleh

Subscribe via email

Like the post above? Please subscribe to the latest posts directly via email.

Berkomentarlah yang baik. Semua komentar yang masuk akan dimoderasi. (admin: Honeylizious [Rohani Syawaliah]).