Langsung ke konten utama

Pernah Baper, Tapi Tak Pernah Sebaper Ini


"Kak Hani pernah baper nggak sih ngerjain bisnis Oriflame?"

"Pernah dong."

Tapi itu dulu, saat waktu luangnya masih banyak. Saat prospekan sedikit. Saat closingnya masih sedikit. Saat downlinenya masih seuprit.

Bikin grup terus downline langsung left, baper.
Padahal rupanya HPnya nggak kuat nampung banyak grup.

Diblokir downline padahal dia baru daftar, baper. Rupanya anaknya yang mencet blokir karena terganggu sama notifikasi saat main game di HP emaknya.

Didiemin downline yang kemaren katanya mau sukses, baper. Eh nggak tahunya dia berantem sama suaminya karena suaminya takut istrinya ditipu orang di bisnis online.

Biar nggak baper gimana?

Banyakin ngerjain Oriflamenya. Downline yang masih nyaut, masih stay di grup, masih bisa dichat japri, masih mau nerima broadcast, itu dibina terus. Jangan gara-gara segelintir downline yang bikin baper kita lupa bahwa yang menunggu bantuan kita jauh lebih banyak.

Prospeknya tambahin lagi. Kalau sebelumnya hanya prospek 10 orang dan semuanya nolak saat ditawarin, naikin jadi 100 prospekan. Biar terbiasa menawarkan kebanyak orang dan kebal dengan penolakan dan kemungkinan closing akan lebih besar.



Kalau grup sepi karena downline banyak yang diem di dalamnya, kita aja yang bikin rame. Sering-sering share info. Biar pada semangat buat kejar hadiah yang disediakan Oriflame.

#eCampusKBDS #AkuOriflame #naiklevel2019

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cara Mengetahui Orang Stalking Twitter Kita, Siapa Stalkersmu?

Siapa yang sudah menggunakan jejaring sosial yang satu ini? Sudah punya banyak temankah di sana? Mention bagaimana? Banyak juga yang hadir setiap harinya? Atau kadang merasa 'twitter' itu mirip dengan kuburan karena bingung mau ngapain aja di sana. Banyak memang orang yang pada awalnya kebingungan menggunakan twitter. Apa yang sebaiknya dilakukan. Apa yang sebaiknya ditulis. Akun seperti apa yang sebaiknya diikuti. Semuanya sebenarnya kembali lagi ke pribadi masing-masing ingin menggunakannya seperti apa. Karena konsekuensinya juga ditanggung diri masing-masing. Apa yang kita tanam itulah yang akan kita tuai. Lama-lama, alah bisa karena biasa akan berlaku. Sebab memang kalau sudah sering membaca lini masa dan sudah mengikuti banyak akun. Kita akan menemukan pola ngetwit kita sendiri. Meskipun demikian, bukan itu yang ingin dibahas dalam tulisan ini. Saya rasa banyak yang penasaran dengan cara mengetahui orang yang stalking akun twitter kita. Orang yang melakukanny

Hati-Hati Belanja di Tokopedia Pakai AnterAja

Selama ini saya selalu puas belanja di berbagai marketplace yang ada di Indonesia termasuk di Tokopedia. Karena selama ini pengirimannya yang saya gunakan ya itu-itu saja. Kalau nggak JNE ya JNT. Pernah juga menggunakan SiCepat. Sudah lama sekali tidak berbelanja di Tokopedia dan saya bulan ini ingin beli kamera dan di Tokopedia saya menemukan kamera yang saya inginkan.  Prinsip saya begitu order langsung bayar supaya barang cepat sampai. Saya tidak sadar kalau pengiriman yang default di aplikasi adalah ekspedisi AnterAja. Tidak pernah menggunakan dan baru dengar. Karena saya pikir memang AnterAja melayani sampai ke Pontianak ya nggak ada masalah dengan pengirimannya. Sampai akhirnya saat tulisan ini saya posting, paket kamera yang saya beli tak kunjung sampai. Googling sana-sini. Buka twitter buat komplain hingga akhirnya menemukan banyaknya orang yang komplain dibandingkan puas dengan layanannya dan bahkan review di google juga jelek. Banyak sekali yang memberikan bintang satu. Terma

Menulis 500 Kata

Sekarang sepertinya harus bekerja lebih keras lagi. Saya banyak sekali menulis artikel yang terlampau pendek. Bahkan banyak sekali postingan yang hanya berisikan gambar. Kalau hanya seperti itu saya yakin banyak orang yang akan bisa membuat postingan jauh lebih banyak dari yang saya bisa lakukan. Jadi sekarang sepertinya saya harus mengubah tantangannya menjadi lebih menarik. Saya harus menulis setidaknya 500 kata untuk setiap artikel yang saya buat. Supaya lebih terasa menantang dan saya tak hanya sambil lalu lagi mengupdate blognya. Sebab akhir-akhir ini ketika menyelesaikan jumlah postingan saya akhirnya suka mengambil beberapa gambar yang sudah saya unggah di instagram dan memasukkannya ke blog menjadikannya satu postingan. Padahal hanya diikuti satu dua kata saja. Bahkan pernah tak ada tulisan apa-apa. Memang menulis 10 postingan sehari bukanlah hal yang mudah untuk membagi waktu dengan persiapan pernikahan. Tapi tantangan memang harus dibuat seberat mungkin bukan? Bukan