Langsung ke konten utama

Wisata Kuliner di Palembang Bukan Hanya Pempek Lho!

 


Kalau ditanya jalan-jalan ke Palembang mau ngapain sih gaes? Kalau saya pribadi keliling Indonesia yang paling ingin dilakukan adalah mencicipi makanan khas suatu daerah. Kayak Palembang sendiri memang terkenal dengan pempeknya dan kalau pempek bakalan mudah kita temukan walaupun bukan di Palembang. Walaupun tentunya bervariasi ya. Ada yang benar-benar sesuai dengan cita rasa khas Palembang. Ada pula yang membuat pempek ala rasa mereka sendiri. Jadi yang otentik tentunya bisa kita cicip langsung ke lokasi aslinya ya.

Kapan ke Palembang?

Jarak Pontianak ke Palembang lumayan jauh ya gaes. Musti naik pesawat dua kali. Tapi Kota Palembang sendiri punya tempat khusus di hati saya. Bukan karena pernah jatuh cinta dan ada kaitannya dengan Palembang, tapi waktu sekolah dulu hanya mengetahuinya dari pelajaran Geografi atau sejarah. Seperti dongeng. Kayak nggak ada gitu kotanya. Padahal sama aja kayak Pontianak ya. Kotanya ada di Indonesia dan banyak yang tinggal di sana.

Sebagai satu di antara kota wisata yang ada di Indonesia, bukan melulu ngomongin Bali-lah kan, Palembang juga punya banyak pilihan penginapan. Tinggal ketik aja di google soal Hotel di Palembang dan bakalan ketemu berbagai jenis hotel. Kalau mau dapat promo juga bisa cek di PegiPegi.com. Banyak penawaran yang bisa didapatkan di PegiPegi dan lumayan bisa menghemat biaya liburan di Palembang.


Tinggal pilih yang sesuai dengan selera. Saya pribadi tak terlalu memilih soal hotel. Mau sederhana atau mewah yang penting tidur nyenyak dan mau kulineran ke mana aja dekat. Jadi kalau saya maunya nyari hotel yang banyak di kelilingi tempat makan.

Beberapa kuliner yang ingin saya cicipi nanti kalau saya ke Palembang adalah sebagai berikut.

1. Mie Celor 26 Ilir

Saya suka sekali makan mie. Mau kr mana saja, di mana saja. Kalau tempat tersebut punya kuliner mie saya pasti mau nyicipin. Nah di Palembang ada Mie Celor 26 Ilir gaes yang terkenal dengan mie celornya.

2. RM Pindang Sri Melayu

Rumah Makan Padang tak perlu dicari, bakalan mudah ditemukan di seluruh Indonesia. Tapi di Palembang punya nih rumah makan khas Palembang. Dengan berbagai menu ikan yang tentunya sayang kalau tidak didatangi ya.

3. Warung Terapung

Di Pontianak juga ada cafe terapung jadi kita bisa menikmati makanan dan minuman dan menyatu bersama Sungai Kapuas. Nah di Palembang ada Sungai Musi dan Warung Terapung yang cocok banget bagi kita yang suka menikmati kuliner sambil menikmati suasana sungai.

Masih banyak sih sebenarnya tempat wisata kuliner yang ada di Palembang. Tentunya jangan pempek melulu iye kan? Malu juga kalau tahunya makanan khas Palembang cuma pempek. Padahal masih banyak sekali jenis makanan lainnya. Nanti kita jelajahi satu persatu saat mampir ke Palembang. Bisa ajak keluarga jalan-jalan juga keliling Kota Palembang. Pasti seru ya kalau jalannya bersama pasangan. Apalagi kalau yang mau bulan madu dan bingung mau menghabiskan waktu di mana. Tetap di Indonesia bisa ke Palembang.

Apalagi kalau biasanya sehari-hari menggunakan bahasa Melayu, tentu untuk berkomunikasi bukan jadi soal dengan orang Palembang. Soalnya saya pernah jalan-jalan ke Jawa dan hari pertama agak pusing karena bahasanya roaming. Di mana-mana semua orang menggunakan bahasa Jawa sedangkan saya setiap harinya terbiasa dengan bahasa Melayu Pontianak. Tapi seru juga 24 jam hanya bisa mendengar bahasa Jawa. Awalnya aja yang agak kebingungan. Tak paham pertanyaan orang dan nggak bisa menjawabnya.




Jadi? Ke Palembang saja kita!

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cara Mengetahui Orang Stalking Twitter Kita, Siapa Stalkersmu?

Siapa yang sudah menggunakan jejaring sosial yang satu ini? Sudah punya banyak temankah di sana? Mention bagaimana? Banyak juga yang hadir setiap harinya? Atau kadang merasa 'twitter' itu mirip dengan kuburan karena bingung mau ngapain aja di sana. Banyak memang orang yang pada awalnya kebingungan menggunakan twitter. Apa yang sebaiknya dilakukan. Apa yang sebaiknya ditulis. Akun seperti apa yang sebaiknya diikuti. Semuanya sebenarnya kembali lagi ke pribadi masing-masing ingin menggunakannya seperti apa. Karena konsekuensinya juga ditanggung diri masing-masing. Apa yang kita tanam itulah yang akan kita tuai. Lama-lama, alah bisa karena biasa akan berlaku. Sebab memang kalau sudah sering membaca lini masa dan sudah mengikuti banyak akun. Kita akan menemukan pola ngetwit kita sendiri. Meskipun demikian, bukan itu yang ingin dibahas dalam tulisan ini. Saya rasa banyak yang penasaran dengan cara mengetahui orang yang stalking akun twitter kita. Orang yang melakukanny

Hati-Hati Belanja di Tokopedia Pakai AnterAja

Selama ini saya selalu puas belanja di berbagai marketplace yang ada di Indonesia termasuk di Tokopedia. Karena selama ini pengirimannya yang saya gunakan ya itu-itu saja. Kalau nggak JNE ya JNT. Pernah juga menggunakan SiCepat. Sudah lama sekali tidak berbelanja di Tokopedia dan saya bulan ini ingin beli kamera dan di Tokopedia saya menemukan kamera yang saya inginkan.  Prinsip saya begitu order langsung bayar supaya barang cepat sampai. Saya tidak sadar kalau pengiriman yang default di aplikasi adalah ekspedisi AnterAja. Tidak pernah menggunakan dan baru dengar. Karena saya pikir memang AnterAja melayani sampai ke Pontianak ya nggak ada masalah dengan pengirimannya. Sampai akhirnya saat tulisan ini saya posting, paket kamera yang saya beli tak kunjung sampai. Googling sana-sini. Buka twitter buat komplain hingga akhirnya menemukan banyaknya orang yang komplain dibandingkan puas dengan layanannya dan bahkan review di google juga jelek. Banyak sekali yang memberikan bintang satu. Terma

Menulis 500 Kata

Sekarang sepertinya harus bekerja lebih keras lagi. Saya banyak sekali menulis artikel yang terlampau pendek. Bahkan banyak sekali postingan yang hanya berisikan gambar. Kalau hanya seperti itu saya yakin banyak orang yang akan bisa membuat postingan jauh lebih banyak dari yang saya bisa lakukan. Jadi sekarang sepertinya saya harus mengubah tantangannya menjadi lebih menarik. Saya harus menulis setidaknya 500 kata untuk setiap artikel yang saya buat. Supaya lebih terasa menantang dan saya tak hanya sambil lalu lagi mengupdate blognya. Sebab akhir-akhir ini ketika menyelesaikan jumlah postingan saya akhirnya suka mengambil beberapa gambar yang sudah saya unggah di instagram dan memasukkannya ke blog menjadikannya satu postingan. Padahal hanya diikuti satu dua kata saja. Bahkan pernah tak ada tulisan apa-apa. Memang menulis 10 postingan sehari bukanlah hal yang mudah untuk membagi waktu dengan persiapan pernikahan. Tapi tantangan memang harus dibuat seberat mungkin bukan? Bukan