Langsung ke konten utama

Oriflame Mahal? Iya dong!

Saat orang bilang Oriflame terkenal dengan harganya yang mahal sebenarnya saya lumayan bangga.

Bagaimana nggak bangga, setiap hari menggunakan produk Oriflame. Sabun mandi, pasta gigi, shampoo, skincare, make up, dari ujung kaki sampai ujung rambut semuanya Oriflame, luar dalam gengs.

Serasa lagi mandi pake hamburan duit nggak sih kita kalau pakenya produk Oriflame? Cebok pun pakai duit kalau orang kaya, eh.

Belum lagi kalau pakai parfumnya yang harganya ratusan ribu, saya sebagai rakyat jelata bisa pakai parfum harga ratusan ribu bangga dong ya. Setiap berjalan ngelewatin orang, aroma duit berhamburan. Maklum parfum mehong yekan. Rasa-rasa setiap detik nyawa ini mengeluarkan duit ke alam semesta raya.

Padahal yang orang lain tidak tahu, saya setiap beli apa-apa tunggu harganya diskon, biar apa? Biar double diskonnya. Dapat diskon katalog, dapat diskon member. Yeay dua kali diskon. Kalau bisa bayar harga hemat, jangan buang-buang duit Mak. Sayang duitnya. Bisa buat jajan yang laen yedong.

Belum lagi parfumnya, saya biasa dapat gratisan. Biar harganya mau di atas setengah juta, saya dikasih tuh sama Oriflame. Tinggal ikutin tantangannya, biar dapat harga nol rupiah gaes. Kalau bisa gratisan, ngapain beli, duit masuk tabungan aja, jangan dipake belanjaaaa.

Soal skincare sebenarnya Oriflame punya lho yang harga ramah di kantor. 100ribuan dapat 1 set gaes. Bisa dipake beberapa bulan. Jadi perawatan sebulan tak sampai 50rb. Paket lengkap pula. Ini khusus buat kulit berjerawat atau berminyak ya. Cucok meong, dulu saya pake ini buat ngatasin kerusakan parah wajah saya yang banyam jerawatnya. Satu paket saya pake sampai 4 bulanan. Iritttt

Bahagia pokoknya, kulit kinclong tak pakai mahal.

Nah, sedikit tips nih, kalau mau beli krim wajah, cari yang ada segel aluminiumnya ya. Jangan beli skincare yang isinya merkuri. Kasian wajahnya, rusak nanti, bisa sampai ngerusak ginjal juga. Kan sayang, masih muda sudah gagal ginjal.

Masih mau bilang Oriflame mahal? Nggak papa sih dibilangin mahal, saya bangga banget dikirain pake produk mahal setiap hari. Serasa bukan rakyat jelata lagi, tapi permaisuri istrinya raja. Tiap hari perawatan pake produk 'mahal'. Heheheh




Jangan bilang-bilang ya, saya banyaknya dapat GRATISAN dari Oriflame. Wkwkwkwkwk😂😂😂😂

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cara Mengetahui Orang Stalking Twitter Kita, Siapa Stalkersmu?

Siapa yang sudah menggunakan jejaring sosial yang satu ini? Sudah punya banyak temankah di sana? Mention bagaimana? Banyak juga yang hadir setiap harinya? Atau kadang merasa 'twitter' itu mirip dengan kuburan karena bingung mau ngapain aja di sana. Banyak memang orang yang pada awalnya kebingungan menggunakan twitter. Apa yang sebaiknya dilakukan. Apa yang sebaiknya ditulis. Akun seperti apa yang sebaiknya diikuti. Semuanya sebenarnya kembali lagi ke pribadi masing-masing ingin menggunakannya seperti apa. Karena konsekuensinya juga ditanggung diri masing-masing. Apa yang kita tanam itulah yang akan kita tuai. Lama-lama, alah bisa karena biasa akan berlaku. Sebab memang kalau sudah sering membaca lini masa dan sudah mengikuti banyak akun. Kita akan menemukan pola ngetwit kita sendiri. Meskipun demikian, bukan itu yang ingin dibahas dalam tulisan ini. Saya rasa banyak yang penasaran dengan cara mengetahui orang yang stalking akun twitter kita. Orang yang melakukanny

Hati-Hati Belanja di Tokopedia Pakai AnterAja

Selama ini saya selalu puas belanja di berbagai marketplace yang ada di Indonesia termasuk di Tokopedia. Karena selama ini pengirimannya yang saya gunakan ya itu-itu saja. Kalau nggak JNE ya JNT. Pernah juga menggunakan SiCepat. Sudah lama sekali tidak berbelanja di Tokopedia dan saya bulan ini ingin beli kamera dan di Tokopedia saya menemukan kamera yang saya inginkan.  Prinsip saya begitu order langsung bayar supaya barang cepat sampai. Saya tidak sadar kalau pengiriman yang default di aplikasi adalah ekspedisi AnterAja. Tidak pernah menggunakan dan baru dengar. Karena saya pikir memang AnterAja melayani sampai ke Pontianak ya nggak ada masalah dengan pengirimannya. Sampai akhirnya saat tulisan ini saya posting, paket kamera yang saya beli tak kunjung sampai. Googling sana-sini. Buka twitter buat komplain hingga akhirnya menemukan banyaknya orang yang komplain dibandingkan puas dengan layanannya dan bahkan review di google juga jelek. Banyak sekali yang memberikan bintang satu. Terma

Menulis 500 Kata

Sekarang sepertinya harus bekerja lebih keras lagi. Saya banyak sekali menulis artikel yang terlampau pendek. Bahkan banyak sekali postingan yang hanya berisikan gambar. Kalau hanya seperti itu saya yakin banyak orang yang akan bisa membuat postingan jauh lebih banyak dari yang saya bisa lakukan. Jadi sekarang sepertinya saya harus mengubah tantangannya menjadi lebih menarik. Saya harus menulis setidaknya 500 kata untuk setiap artikel yang saya buat. Supaya lebih terasa menantang dan saya tak hanya sambil lalu lagi mengupdate blognya. Sebab akhir-akhir ini ketika menyelesaikan jumlah postingan saya akhirnya suka mengambil beberapa gambar yang sudah saya unggah di instagram dan memasukkannya ke blog menjadikannya satu postingan. Padahal hanya diikuti satu dua kata saja. Bahkan pernah tak ada tulisan apa-apa. Memang menulis 10 postingan sehari bukanlah hal yang mudah untuk membagi waktu dengan persiapan pernikahan. Tapi tantangan memang harus dibuat seberat mungkin bukan? Bukan