Tas Gratisan


Sejak dulu sering banget menerima tas gratis. Bedanya dulu tas bekas dari saudara yang sudah punya tas baru. Paling sering dikasih berbagai barang sama saudara atau tetangga.  Waktu dapat tas bekas senangnya bukan main. Disayang-sayang tasnya. Kalau jahitannya terbuka langsung dijahit pakai tangan. 

Menggunakan tas bekas ke sekolah, jaman sekolah dasar dulu santai saja. Sebab di sekolah banyak yang bawa alat tulis pakai tas kresek yang kayak di sinetron. Kresek warna hitam yang tak kalah lusuh dengan seragam yang mereka kenakan. Berada di lingkungan sekolah mayoritas anak-anak kurang mampu membuat saya tak merasakan bahwa saya kekurangan. Uang jajan tak terasa sedikit walaupun hanya bisa untuk jajan 2 mangkuk bubur, jadi tidak jajan es, minumnya minta air hujan di kantin.

Di kampung saya, air hujan yang biasa dijadikan untuk konsumsi. Semua orang punya tempayan untuk nenampung air. Jadi kalau anak-anak sekolah dasar haus dan singgah di rumah orang, rata-rata di atas tempayan sudah ada gelas plastik untuk minum. Tinggal teriak dari halaman yang punya rumah.

"Mintak aek."

Alhamdulillah tidak sakit perut walaupun minum air hujan yang mentah langsung dari tempayan. Kurang sehat memang. Tapi karena haus ya sudah diminum saja. 

Sekarang masih selalu dapat tas gratisan. Bedanya sekarang tasnya baru dan branded dari Oriflame. Dulu punya 1 tas layak pakai dan dapat dikasih sama orang, sekarang punya banyak tas dan bisa gonta-ganti setiap hari. Bahkan kadang banyak yang tak sempat dipakai dikirim ke Umak buat dia bawa bahan mengajar di sekolah tempat dia bertugas.


Bahagia itu sederhana, punya tas gratisan saja sudah bikin bahagia. Sama bahagianya dengan dapat tas gratis dari saudara walaupun bekas. Sekarang malah bisa ikutan berbagi tas dengan Umak dan saudara.

Share:

Posting Komentar

Berkomentarlah yang baik. Semua komentar yang masuk akan dimoderasi. (admin: Honeylizious [Rohani Syawaliah]).

Designed by OddThemes | Distributed by Blogger Themes