14 Juli 2019

Hati-Hati Terjebak Pinjaman Online Ilegal



Berapa kali sehari teman-teman mendapatkan pesan singkat isinya penagihan hutang seseorang yang bisa jadi kita sendiri tak kenal atau ada juga yang kita kenal. Pendek ceritanya si Fulan ini melakukan pinjaman online dan kabur tak membayar. Jadi jangan heran ya sekarang banyak orang yang tiba-tiba ganti nomor atau whatsappnya tak aktif. Saya sendiri karena tak pernah melakukan pinjaman online dan tetap setia sama nomor HP sendiri harus siap ditagih ‘rentenir online’ semacam ini.

Sampai akhirnya kemaren di diskusi yang diadakan TEMPO bekerja sama dengan OJK (Otoritas Jasa Keuangan) yang bertajuk "Ngobrol Tempo" tema "Manfaat Ekonomi Fintech Lending" saya mengetahui bahwa pinjaman online yang bringas semacam itu adalah pinjaman online ilegal. Jadi ternyata tak semua pinjaman online itu benar gaes. Ngeri kalau terjebak pinjaman online ilegal. Sudah banyak yang hancur gara-gara pinjaman online ini. Gali lubang tutup lubang jadinya. Parahnya lagi menutup hutang dengan hutang yang baru. Tentunya semakin bertambah bunga yang harus dibayar.


Jadi sebenarnya apa itu Fintech Lending?
Fintech Lending (financial technology) adalah sebuah layanan jasa keuangan, sistemnya menggunakan sistem platfform untuk pinjaman-meminjam. Sederhananya Fintech Lending adalah layanan pinjam-meminjam uang online yang syarat dan jaminannya cukup mudah dan cepat untuk pencairan dananya. Fintech Lending hadir untuk kemudahan bagi siapapun diluar sana yang membutuhkan uang untuk usaha serta keperluan lainnya.

Alasan masyarakat gemar meminjam uang di Fintech Lending dibanding di bank adalah persayaratan peminjaman di bank sangat rumit dan butuh proses yang panjang. Peminjam dibank wajib melampirkan berbagai dokumen pendukung, mulai dari KTP sampai Kartu Keluarga, Kartu Kredit, Nomor Telepon Rumah serta Orangtua serta kerabat, belum lagi survei rumah, dan yang lainnya. Fintech Lending sendiri cukup foto diri sambil memegang KTP, alamat e-mail, ataupun akun media sosial.

Hingga saat tulisan ini terbit sudah ada 113 Fintech Lending resmi di Indonesia. Keunggulan dari Fintech Lending yang memudahkan masyarakat meminjam uang, tapi harus selalu hati-hati dalam memanfaatkan layanan pinjaman online. Sebab hingga sekarang ini total 1.000an Fintech Lending yang tak resmi alias ilegal. Bukan bunganya yang besar, sering kebobolan data peminjamnya, belum lagi fintech ilegal melakukan cara penagihan yang kasar, hal ini diucapkan oleh Munawar selaku Deputi Direktur Penelitian, Pengaturan & Pengembangan Fintech OJK.

Jadi jangan sampai terjebak pinjaman online ya gaes. Kalau memang tidak mampu membayar jangan sampai berani melakukan pinjaman.

Related Posts

Hati-Hati Terjebak Pinjaman Online Ilegal
4/ 5
Oleh

Subscribe via email

Like the post above? Please subscribe to the latest posts directly via email.

Berkomentarlah yang baik. Semua komentar yang masuk akan dimoderasi. (admin: Honeylizious [Rohani Syawaliah]).