Langsung ke konten utama

Hati-Hati Terjebak Pinjaman Online Ilegal



Berapa kali sehari teman-teman mendapatkan pesan singkat isinya penagihan hutang seseorang yang bisa jadi kita sendiri tak kenal atau ada juga yang kita kenal. Pendek ceritanya si Fulan ini melakukan pinjaman online dan kabur tak membayar. Jadi jangan heran ya sekarang banyak orang yang tiba-tiba ganti nomor atau whatsappnya tak aktif. Saya sendiri karena tak pernah melakukan pinjaman online dan tetap setia sama nomor HP sendiri harus siap ditagih ‘rentenir online’ semacam ini.

Sampai akhirnya kemaren di diskusi yang diadakan TEMPO bekerja sama dengan OJK (Otoritas Jasa Keuangan) yang bertajuk "Ngobrol Tempo" tema "Manfaat Ekonomi Fintech Lending" saya mengetahui bahwa pinjaman online yang bringas semacam itu adalah pinjaman online ilegal. Jadi ternyata tak semua pinjaman online itu benar gaes. Ngeri kalau terjebak pinjaman online ilegal. Sudah banyak yang hancur gara-gara pinjaman online ini. Gali lubang tutup lubang jadinya. Parahnya lagi menutup hutang dengan hutang yang baru. Tentunya semakin bertambah bunga yang harus dibayar.


Jadi sebenarnya apa itu Fintech Lending?
Fintech Lending (financial technology) adalah sebuah layanan jasa keuangan, sistemnya menggunakan sistem platfform untuk pinjaman-meminjam. Sederhananya Fintech Lending adalah layanan pinjam-meminjam uang online yang syarat dan jaminannya cukup mudah dan cepat untuk pencairan dananya. Fintech Lending hadir untuk kemudahan bagi siapapun diluar sana yang membutuhkan uang untuk usaha serta keperluan lainnya.

Alasan masyarakat gemar meminjam uang di Fintech Lending dibanding di bank adalah persayaratan peminjaman di bank sangat rumit dan butuh proses yang panjang. Peminjam dibank wajib melampirkan berbagai dokumen pendukung, mulai dari KTP sampai Kartu Keluarga, Kartu Kredit, Nomor Telepon Rumah serta Orangtua serta kerabat, belum lagi survei rumah, dan yang lainnya. Fintech Lending sendiri cukup foto diri sambil memegang KTP, alamat e-mail, ataupun akun media sosial.

Hingga saat tulisan ini terbit sudah ada 113 Fintech Lending resmi di Indonesia. Keunggulan dari Fintech Lending yang memudahkan masyarakat meminjam uang, tapi harus selalu hati-hati dalam memanfaatkan layanan pinjaman online. Sebab hingga sekarang ini total 1.000an Fintech Lending yang tak resmi alias ilegal. Bukan bunganya yang besar, sering kebobolan data peminjamnya, belum lagi fintech ilegal melakukan cara penagihan yang kasar, hal ini diucapkan oleh Munawar selaku Deputi Direktur Penelitian, Pengaturan & Pengembangan Fintech OJK.

Jadi jangan sampai terjebak pinjaman online ya gaes. Kalau memang tidak mampu membayar jangan sampai berani melakukan pinjaman.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cara Mengetahui Orang Stalking Twitter Kita, Siapa Stalkersmu?

Siapa yang sudah menggunakan jejaring sosial yang satu ini? Sudah punya banyak temankah di sana? Mention bagaimana? Banyak juga yang hadir setiap harinya? Atau kadang merasa 'twitter' itu mirip dengan kuburan karena bingung mau ngapain aja di sana. Banyak memang orang yang pada awalnya kebingungan menggunakan twitter. Apa yang sebaiknya dilakukan. Apa yang sebaiknya ditulis. Akun seperti apa yang sebaiknya diikuti. Semuanya sebenarnya kembali lagi ke pribadi masing-masing ingin menggunakannya seperti apa. Karena konsekuensinya juga ditanggung diri masing-masing. Apa yang kita tanam itulah yang akan kita tuai. Lama-lama, alah bisa karena biasa akan berlaku. Sebab memang kalau sudah sering membaca lini masa dan sudah mengikuti banyak akun. Kita akan menemukan pola ngetwit kita sendiri. Meskipun demikian, bukan itu yang ingin dibahas dalam tulisan ini. Saya rasa banyak yang penasaran dengan cara mengetahui orang yang stalking akun twitter kita. Orang yang melakukanny

Hati-Hati Belanja di Tokopedia Pakai AnterAja

Selama ini saya selalu puas belanja di berbagai marketplace yang ada di Indonesia termasuk di Tokopedia. Karena selama ini pengirimannya yang saya gunakan ya itu-itu saja. Kalau nggak JNE ya JNT. Pernah juga menggunakan SiCepat. Sudah lama sekali tidak berbelanja di Tokopedia dan saya bulan ini ingin beli kamera dan di Tokopedia saya menemukan kamera yang saya inginkan.  Prinsip saya begitu order langsung bayar supaya barang cepat sampai. Saya tidak sadar kalau pengiriman yang default di aplikasi adalah ekspedisi AnterAja. Tidak pernah menggunakan dan baru dengar. Karena saya pikir memang AnterAja melayani sampai ke Pontianak ya nggak ada masalah dengan pengirimannya. Sampai akhirnya saat tulisan ini saya posting, paket kamera yang saya beli tak kunjung sampai. Googling sana-sini. Buka twitter buat komplain hingga akhirnya menemukan banyaknya orang yang komplain dibandingkan puas dengan layanannya dan bahkan review di google juga jelek. Banyak sekali yang memberikan bintang satu. Terma

4 Kerugian Bisnis di Oriflame

Banyak sekali kerugian yang bisa kita dapatkan ketika kita memulai sebuah bisnis, terutama Oriflame. Selama ini banyak dari kita yang memikirkan keuntungan dari bisnis Oriflame tanpa tahu bahwa banyak sekali kerugian tersembunyi yang bisa kita alami saat memulai bisnis di Oriflame. Oriflame memang banyak sekali yang telah membuat orang lain sukses secara finansial. Saya sendiri juga merasakan keuntungan dari bisnis Oriflame ini, sebab setiap bulannya saya selalu mendapatkan keuntungan berupa bonus yang ditransfer ke rekening saya. Sehingga saya dapat mengatakan bahwa karier saya sekarang di Oriflame, itu sebabnya saya akan lebih banyak menuliskan tentang bisnis Oriflame di blog ini dibandingkan menulis review untuk brand lain. Oriflame membayar saya lebih banyak dibandingkan brand mana pun. Dibayar bukan karena memuji ya tapi karena saya jualan produknya. Hahahaha... Sudah tahu kerugian apa yang kita dapatkan saat memulai bisnis di Oriflame? Berikut saya jabarkan satu perrs