2 Juli 2019

Cukup 2 atau Tambah 1 Lagi?



Standar masyarakat yang menganut paham Keluarga Berencana, dua anak sudah cukup. Apakah benar-benar cukup? Apalagi kalau dapatnya 1 cowok dan 1 cewek. Sudah pas! Begitu rumusnya. Tapi saya sedang mempertimbangkan untuk menambah paling tidak 1 anak lagi. Kalau bisa 2. Jika memungkinkan ya, JIKA. Punya satu anak pun sebenarnya sudah lebih dari cukup waktu saya membayangkan akan membangun rumah tangga. Tapi tentunya tak menolak jika dikasih lebih. Kehamilan kedua muncul setelah anak yang sulung hampir disapih yang kemudian gagal penyapihannya. Bahkan sampai sekarang kadang masih minta ASI. Ujungnya ya berantem dengan adiknya yang merasa ASI adalah miliknya tak bisa diganggu gugat.

Tambah lagi satu gimana?”

Beberapa kali saya bertanya hal yang sama ke suami dan dia tak begitu mengizinkan. Kemudian masalahnya adalah tak ada yang menggunakan alat kontrasepsi di antara kami berdua. Saya sendiri memang tidak pasang alat apa pun begitu juga suami. Pernah dia meminta saya buat pasang alat kontrasepsi yang kemudian saya timpali “Kamulah yang KB”.

Saya sudah bagian hamil, melahirkan, dan menyusui. Bagi-bagi tugas iyekan? Masak saya juga yang KB? Waktu melahirkan Momoy sebenarnya bidan sudah kasih saran buat pasang alat kontrasepsi. Saya? Tidak tertarik. Wkwkkwkwkwkwkw

why?

Tidak KB pun saya tidak gampang hamil, apalagi KB. Sedangkan saya masih berharap menambah anak lagi. Setelah dua kali sakit kontraksi dan dijahit? Masih mau nambah? Padahal waktu hari kelahiran anak bilangnya ‘habis ini sudah, jangan nambah lagi’. Kemudian saya yang ingkar dengan ucapan sendiri. Walaupun perjuangan hamil, melahirkan, dan menyusui adalah perjuangan panjang namun saya tak dapat memungkiri indahnya saat perjuangan itu selesai. Saat melihat mereka tumbuh besar dan sekarang sudah ada yang sekolah. Tambah 1 atau 2 masih bisa sepertinya. Mumpung Umak masih muda, nanti kalau sudah tua risiko kesehatan saat hamil dan melahirkan agak tinggi. Mendingan sekarang kan?


Saat menuliskan ini saya harusnya sudah datang bulan tapi tak ada tanda-tanda bulan tersebut akan datang.

Related Posts

Cukup 2 atau Tambah 1 Lagi?
4/ 5
Oleh

Subscribe via email

Like the post above? Please subscribe to the latest posts directly via email.

Berkomentarlah yang baik. Semua komentar yang masuk akan dimoderasi. (admin: Honeylizious [Rohani Syawaliah]).