Cerita Nastar Penuh Kenangan

Setiap makanan punya ceritanya sendiri. Seperti nastar. Saya ingat betul waktu sekolah dasar dulu saya sering membantu Umak membuat kue kering yang satu ini. Umak selalu menggunakan cetakan keranjang mini dan nastarnya tidak ditutup rapat melainkan hanya disilang menggunakan adonan.

Benar-benar seperti keranjang bunga yang penuh oleh selai nanas.


Sejak saat itu nastar menjadi kue lebaran terenak yang sangat saya suka. Mengingatkan akan banyak hal. Terutama saat akhirnya punya baju baru dan bisa keliling makan kue yang enak dari kampung ke kampung naik sepeda dibonceng teman karena dulu saya tak bisa naik sepeda.

Puasa tahun ini saya ingin sekali makan nastar, terutama yang dibuat Umak, tapi Umak sudah tua, jarang buat kue apalagi kue kering yang makan waktu. Rindu nastar. Pengen makan nastar lagi bersama keluarga. Mau beli tapi kebanyakan penyedia kue lebaran yang terkenal enak pasti sudah full booked. Betul tak Bu Elis? Wkwkwkwkw Pic by Elis Nevita Dewi
Share:

Posting Komentar

Berkomentarlah yang baik. Semua komentar yang masuk akan dimoderasi. (admin: Honeylizious [Rohani Syawaliah]).

Designed by OddThemes | Distributed by Blogger Themes