22 Mei 2019

Merekrut New Starter Oriflame Itu Mudah! Paksa - Bisa - Biasa!

Belajar tanpa kuliah. Sekarang saya masih terus belajar menjalankan bisnis Oriflame. Kalau banyak yang merasa susah atau ribet menjalankannya sebenarnya karena tidak mau belajar dan tak punya ilmunya. Kalau sudah punya ilmunya dan sudah terbiasa menjalankan bisnisnya ya semuanya tidak terasa ribet atau susah lagi.

Karena memang itu bagian dari 'pekerjaan' dalam bisnis Oriflame. Lebih repot atau ribet nggak punya duit dibandingkan ngerjain bisnis Oriflame. Apalagi kalau sejatinya kita punya hutang. Makin ribet nggak tu kalau tak punya pemasukan. Kemaren-kemaren saya belajar massive rekrut. Caranya? Ya praktik sendiri. Praktik bikin facebook ads. Praktik memprospek.

Bikin formula buat ngerespon chat prospekan. Sampai ketemu kalimat yang paling pas buat menjawab pertanyaan prospek yang menyapa pertama kali. Semuanya awalnya bikin sport jantung dan ngos-ngosan. Karena belum terbiasa.

Dipaksa akhirnya bisa sampai akhirnya sekarang terbiasa chat sama ratusan orang dalama satu hari. Tantangan sekarang beda lagi. Memprospek sudah lancar, merekrut juga lancar, saatnya menaikkan target, merekrutnya dipersempit lagi pakai batas umur sehingga bisa memilah calon downline lebih spesifik lagi.

Prospekan otomatis menurun jumlahnya dibandingkan sebelumnya yang bisa dapat 100-200 perhari. Sekarang dengan modal yang sama, yang seharusnya dapat 100 prospekan berkurang menjadi 50-70 prospekan saja. Tantangannya menaikkan konversi normal 10%, biasanya dapat prospek 100 orang yang closing 10 member baru, sekarang tertantang untuk menaikkan konversi menjadi 20% minimal atau kalau bisa 50%-lah ya.

Syukur-syukur kalau closing semua, walaupun agak jarang terjadi. Nanti kalau konversi closing rekrutnya sudah bagus, tinggal belajar lagi untuk menaikkan konversi aktivasi. Jangan ngeluh soal, Mbak Hani sih enak bisa belajar sama upline. Upline bukan faktor kunci untuk bisa fokus dan sukses di Oriflame. Tapi kemauan untuk belajar dan praktik.


Banyak orang yang berada di jaringan yang sama namun bernasib berbeda. Ada yang terminate, ada yang bobo cantik, dan ada yang melesat terus. Bisnis memang bukan hanya Oriflame, bisnis online banyak, silakan pilih yang sesuai dengan passion masing-masing lalu fokus mengerjakannya. Karena bisnis apa pun tak bisa menjadi bisnis yang kuat hanya dalam waktu 1-2 minggu atau 1-2 bulan. Semua butuh proses dan waktu.


Kayak ini nih, rekrutan hari ini kembali ke angka yang diharapkan setelah libur beberapa hari karena sakit gigi. Mengejar target closing new member 300 lagi bulan ini. Semangat terus dalam berbisnis dan lihat hasilnya. Tak ada usaha yang sia-sia. Mau bisnis Oriflame juga? Klik bit.ly/maudaftarbisnis #AkuOriflame #eCampusKBDS

18 Mei 2019

Make Up Oriflame

Produk yang digunakan 1. The One Everlasting Foundation Extreme SPF 30, 32285 (NATURAL ROSE) 2. The One Countouring Kit, 33152 3. The One Unlimited Lipstick Super Matte, 33366 4. The One Eyebrow Kit, 32031 5. The One No Compromise Lash Style Maskara, 33732 6. Colourbox Eyeliner, 34631

17 Mei 2019

Cerita Nastar Penuh Kenangan

Setiap makanan punya ceritanya sendiri. Seperti nastar. Saya ingat betul waktu sekolah dasar dulu saya sering membantu Umak membuat kue kering yang satu ini. Umak selalu menggunakan cetakan keranjang mini dan nastarnya tidak ditutup rapat melainkan hanya disilang menggunakan adonan.

Benar-benar seperti keranjang bunga yang penuh oleh selai nanas.


Sejak saat itu nastar menjadi kue lebaran terenak yang sangat saya suka. Mengingatkan akan banyak hal. Terutama saat akhirnya punya baju baru dan bisa keliling makan kue yang enak dari kampung ke kampung naik sepeda dibonceng teman karena dulu saya tak bisa naik sepeda.

Puasa tahun ini saya ingin sekali makan nastar, terutama yang dibuat Umak, tapi Umak sudah tua, jarang buat kue apalagi kue kering yang makan waktu. Rindu nastar. Pengen makan nastar lagi bersama keluarga. Mau beli tapi kebanyakan penyedia kue lebaran yang terkenal enak pasti sudah full booked. Betul tak Bu Elis? Wkwkwkwkw Pic by Elis Nevita Dewi

10 Mei 2019

Jangan Asal Bermain Saham Online kalau Tidak Mau Rugi!

Investasi adalah salah satu kegiatan yang sudah semakin menjamur, bahkan menjadi gaya hidup yang banyak dilakukan oleh kaum milenial sekarang. Saham online merupakan investasi yang tidak jarang menjadi pilihan orang-orang, apalagi mereka yang suka dengan cara yang gampang dan cepat.

Transaksi ini tergolong gampang dilakukan karena menggunakan broker untuk membantu pemantauan dan memutuskan kapan saham akan dijual atau dibeli. Tidak heran dengan mudahnya saham online yang dibantu broker, tidak sedikit orang yang tertarik untuk menginvestasikan uangnya untuk mendapatkan keuntungan. 


Keunggulan yang ditawarkannya menjadi peluang yang besar, sehingga semakin besar pula return yang didapat. Asalkan kamu tahu seluk beluknya, pasti penghasilan tambahan sudah di tangan. Prinsip dalam bermain saham online yaitu menjualnya di harga pasar yang tinggi dan membeli saat harga rendah. Kamu harus memerlukan insting dan keterampilan agar kamu tidak salah menentukan kapan waktu yang tepat menjual atau membelinya. Buat kamu yang mau memulainya, cari tahu dulu cara bermainnya di artikel ini.

1. Persiapkan dana

Apa pun investasi yang dilakukan, pasti menggunakan modal untuk memulainya, tidak terkecuali saham online. Dulu orang jarang memilih investasi saham karena membutuhkan dana yang besar, sehingga tidak cocok untuk mereka yang punya modal terbatas. Tapi sekarang, orang yang punya modal terbatas bisa tetap menjalankan jenis investasi ini tanpa kendala karena dananya tidak sebesar dulu lagi.

Kamu yang punya dana di bawah Rp 5 juta kini bisa langsung bermain saham seperti biasanya. Bahkan hanya dengan memberikan dana Rp 100 ribu saja, broker sudah menyediakan rekening khusus untuk tetap menjalankan investasi saham. Dengan dananya yang rendah, siapa pun kini bisa berinvestasi, apalagi kaum milenial yang punya budget terbatas tapi mau bermain saham.

2. Pilih broker

Sebagai pemain saham online pemula, broker menjadi elemen yang sangat penting dan tidak boleh dilewatkan. Adanya broker membantu kamu dalam menangani finansial saham, mulai dari membuka rekening, memantau jalannya saham, memutuskan kapan waktu yang tepat untuk jual beli saham, dan sebagainya. Jadi, jangan lupakan broker agar kamu bisa meminimalisir kerugian.

Di Indonesia sampai saat ini terdapat kurang lebih 100 broker yang tersedia sebagai perantara kamu. Pastikan kamu mencarinya yang terpercaya agar tetap mendapatkan keuntungan. Cari tahu juga bagaimana pengetahuan mereka dalam dunia saham, sehingga kamu menjadi semakin percaya dengan cara kerja mereka nanti. 

3. Daftar ke broker saham

Kalau kamu sudah menemukan broker yang tepat, langsung saja daftarkan akun kamu ke broker melalui kontaknya. Kamu yang melakukan pendaftaran ke broker pilihan, nanti akan diberikan rekening saham yang dipakai untuk memasukan deposit tertentu.

Kamu yang bermain saham online pastikan broker yang dipilih menyediakan fasilitas aplikasi trading yang gampang kamu pakai. Dengan adanya fasilitas itu, kamu bisa tetap mengeceknya di mana dan kapan saja. Aplikasi itu bisa kamu gunakan untuk belajar trading dan merasakan langsung bagaimana caranya bermain saham.

4. Pilih jenis saham yang terbaik

Ada berbagai macam jenis saham yang dijual belikan untuk nasabahnya. Seperti halnya memilih broker yang pas, kamu juga harus pilih jenis saham yang tepat agar keuntungannya tidak tanggung-tanggung. Beberapa jenis saham yang disediakan antara lain saham blue chip, saham syariah, dan masih banyak lagi.

Kamu yang masih bingung pilih yang mana bisa bertanya saja ke pihak broker untuk menentukan mana yang tepat. Jangan lupa juga tanya berbagai hal yang masih belum kamu tahu mengenai saham online.

Salah satu pilihan tepat untuk melakukan trading yaitu mandirisekuritas.co.id. Mereka menawarkan jasa dan layanan investment bank yang bisa dipakai tidak hanya untuk perusahaan atau korporasi saja, melainkan individu juga bisa. Sistemnya yang aman dan terjamin menjadikannya sebagai jasa investasi saham online yang terpercaya di Indonesia. Jadi tidak heran kalau banyak orang yang menggunakannya.