Langsung ke konten utama

Cukup 2 atau Mau Tambah 2?





A post shared by Baby Moiritza A. Damilia (@momoiritza) on


Kalau mengikuti program pemerintah Keluarga Berencana, seharusnya saya tidak berproduksi dan berkembang biak lagi. Karena sudah memiliki dua anak. Satu lelaki dan satu perempuan. Kebanyakan orang pasti akan mengatakan sudah genap karena sudah mendapatkan sepasang. Walaupun bagi saya sama saja mau dikasih jenis kelamin apa pun selama anak itu sehat. Saya hanya beruntung mendapatkan dua anak yang berbeda jenis kelamin sehingga saya bisa merasakan pengalaman yang berbeda pada keduanya. Terutama pengalaman memborong daster bunga-bunga yang sudah lama sekali saya inginkan.

Untungnya sekarang belanja online lebih mudah. Saya tak perlu datang ke toko pakaian untuk membelikan mereka baju. Terutama untuk Momoy, anak perempuan saya. Tak terbayangkan saya datang ke toko lalu tak kuat menghadapi banyaknya baju yang lucu-lucu. Bisa jebol dompetnya buat belanja baju anak perempuan yang gemesin.

Setelah memiliki dua anak saya suka membayangkan bagaimana kalau saya punya dua anak tambahan? Apakah mukanya akan semanis anak saya yang pertama atau selucu anak saya yang kedua? Atau bahkan gabungan keduanya. Dua anak saya yang ada ini sebenarnya mukanya cukup mirip. Sempat saya kaget membuka facebook dan menemukan memory yang dibagikan facebook. Foto anak saya yang sulung 3 tahun lalu saat dia masih belum genap setahun. Saya kaget karena saya pikir itu wajah anak saya yang kedua. Wajahnya kok bisa mirip begitu. Hahaha…

Suami sih merasa sudah cukup punya 2 karena merasa kerepotan menjaganya. Dua anak saya dua-duanya menempel pada dia jadi dia tak dapat membayangkan kalau punya dua anak lagi. Apa yang akan terjadi. Saya sendiri tidak ikut KB yang disarankan bidan. Sudah saya sudah mendengar banyak yang tetap hamil karena alat KB-nya jebol. Lebih aman sih menggunakan kondom. Walaupun begitu saya tak terlalu terpikir untuk program menambah anak dan tidak juga menolak jika diberikan rezeki anak lagi. Soalnya saya sangat senang bisa merasakan ada yang tumbuh di dalam rahim saya. Itu rasanya adalah perasaan terindah saat menjadi ibu. Menantinya dengan penasaran. Bagaimana wajahnya. Bagaimana suaranya. Bagaimana tangisannya. Itu yang membuat saya rindu hamil lagi, punya anak lagi.

Saya takut membayangkan anak saya keduanya membesar dan kuliah jauh dari saya. Betapa sepinya nanti saya berdua dengan suami saja di rumah. Tak ingin berpisah jauh dari mereka. Ada nggak yang punya pikiran sama seperti saya? Saya tahu hamil, melahirkan, dan menyusui butuh perjuangan. Hanya soal waktu itu semua akan berlalu dan tiba-tiba saja mereka membesar tanpa kita sadari.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cara Mengetahui Orang Stalking Twitter Kita, Siapa Stalkersmu?

Siapa yang sudah menggunakan jejaring sosial yang satu ini? Sudah punya banyak temankah di sana? Mention bagaimana? Banyak juga yang hadir setiap harinya? Atau kadang merasa 'twitter' itu mirip dengan kuburan karena bingung mau ngapain aja di sana.
Banyak memang orang yang pada awalnya kebingungan menggunakan twitter. Apa yang sebaiknya dilakukan. Apa yang sebaiknya ditulis. Akun seperti apa yang sebaiknya diikuti. Semuanya sebenarnya kembali lagi ke pribadi masing-masing ingin menggunakannya seperti apa. Karena konsekuensinya juga ditanggung diri masing-masing. Apa yang kita tanam itulah yang akan kita tuai.
Lama-lama, alah bisa karena biasa akan berlaku. Sebab memang kalau sudah sering membaca lini masa dan sudah mengikuti banyak akun. Kita akan menemukan pola ngetwit kita sendiri. Meskipun demikian, bukan itu yang ingin dibahas dalam tulisan ini. Saya rasa banyak yang penasaran dengan cara mengetahui orang yang stalking akun twitter kita. Orang yang melakukannya akan disebut …

4 Kerugian Bisnis di Oriflame

Banyak sekali kerugian yang bisa kita dapatkan ketika kita memulai sebuah bisnis, terutama Oriflame. Selama ini banyak dari kita yang memikirkan keuntungan dari bisnis Oriflame tanpa tahu bahwa banyak sekali kerugian tersembunyi yang bisa kita alami saat memulai bisnis di Oriflame. Oriflame memang banyak sekali yang telah membuat orang lain sukses secara finansial. Saya sendiri juga merasakan keuntungan dari bisnis Oriflame ini, sebab setiap bulannya saya selalu mendapatkan keuntungan berupa bonus yang ditransfer ke rekening saya. Sehingga saya dapat mengatakan bahwa karier saya sekarang di Oriflame, itu sebabnya saya akan lebih banyak menuliskan tentang bisnis Oriflame di blog ini dibandingkan menulis review untuk brand lain. Oriflame membayar saya lebih banyak dibandingkan brand mana pun. Dibayar bukan karena memuji ya tapi karena saya jualan produknya. Hahahaha...


Sudah tahu kerugian apa yang kita dapatkan saat memulai bisnis di Oriflame? Berikut saya jabarkan satu perrsatu ya! 1. …

Hati-Hati Belanja di Tokopedia Pakai AnterAja

Selama ini saya selalu puas belanja di berbagai marketplace yang ada di Indonesia termasuk di Tokopedia. Karena selama ini pengirimannya yang saya gunakan ya itu-itu saja. Kalau nggak JNE ya JNT. Pernah juga menggunakan SiCepat. Sudah lama sekali tidak berbelanja di Tokopedia dan saya bulan ini ingin beli kamera dan di Tokopedia saya menemukan kamera yang saya inginkan. 
Prinsip saya begitu order langsung bayar supaya barang cepat sampai. Saya tidak sadar kalau pengiriman yang default di aplikasi adalah ekspedisi AnterAja. Tidak pernah menggunakan dan baru dengar. Karena saya pikir memang AnterAja melayani sampai ke Pontianak ya nggak ada masalah dengan pengirimannya.
Sampai akhirnya saat tulisan ini saya posting, paket kamera yang saya beli tak kunjung sampai. Googling sana-sini. Buka twitter buat komplain hingga akhirnya menemukan banyaknya orang yang komplain dibandingkan puas dengan layanannya dan bahkan review di google juga jelek. Banyak sekali yang memberikan bintang satu. Termas…