1 Februari 2019

Cukup 2 atau Mau Tambah 2?





A post shared by Baby Moiritza A. Damilia (@momoiritza) on


Kalau mengikuti program pemerintah Keluarga Berencana, seharusnya saya tidak berproduksi dan berkembang biak lagi. Karena sudah memiliki dua anak. Satu lelaki dan satu perempuan. Kebanyakan orang pasti akan mengatakan sudah genap karena sudah mendapatkan sepasang. Walaupun bagi saya sama saja mau dikasih jenis kelamin apa pun selama anak itu sehat. Saya hanya beruntung mendapatkan dua anak yang berbeda jenis kelamin sehingga saya bisa merasakan pengalaman yang berbeda pada keduanya. Terutama pengalaman memborong daster bunga-bunga yang sudah lama sekali saya inginkan.

Untungnya sekarang belanja online lebih mudah. Saya tak perlu datang ke toko pakaian untuk membelikan mereka baju. Terutama untuk Momoy, anak perempuan saya. Tak terbayangkan saya datang ke toko lalu tak kuat menghadapi banyaknya baju yang lucu-lucu. Bisa jebol dompetnya buat belanja baju anak perempuan yang gemesin.

Setelah memiliki dua anak saya suka membayangkan bagaimana kalau saya punya dua anak tambahan? Apakah mukanya akan semanis anak saya yang pertama atau selucu anak saya yang kedua? Atau bahkan gabungan keduanya. Dua anak saya yang ada ini sebenarnya mukanya cukup mirip. Sempat saya kaget membuka facebook dan menemukan memory yang dibagikan facebook. Foto anak saya yang sulung 3 tahun lalu saat dia masih belum genap setahun. Saya kaget karena saya pikir itu wajah anak saya yang kedua. Wajahnya kok bisa mirip begitu. Hahaha…

Suami sih merasa sudah cukup punya 2 karena merasa kerepotan menjaganya. Dua anak saya dua-duanya menempel pada dia jadi dia tak dapat membayangkan kalau punya dua anak lagi. Apa yang akan terjadi. Saya sendiri tidak ikut KB yang disarankan bidan. Sudah saya sudah mendengar banyak yang tetap hamil karena alat KB-nya jebol. Lebih aman sih menggunakan kondom. Walaupun begitu saya tak terlalu terpikir untuk program menambah anak dan tidak juga menolak jika diberikan rezeki anak lagi. Soalnya saya sangat senang bisa merasakan ada yang tumbuh di dalam rahim saya. Itu rasanya adalah perasaan terindah saat menjadi ibu. Menantinya dengan penasaran. Bagaimana wajahnya. Bagaimana suaranya. Bagaimana tangisannya. Itu yang membuat saya rindu hamil lagi, punya anak lagi.

Saya takut membayangkan anak saya keduanya membesar dan kuliah jauh dari saya. Betapa sepinya nanti saya berdua dengan suami saja di rumah. Tak ingin berpisah jauh dari mereka. Ada nggak yang punya pikiran sama seperti saya? Saya tahu hamil, melahirkan, dan menyusui butuh perjuangan. Hanya soal waktu itu semua akan berlalu dan tiba-tiba saja mereka membesar tanpa kita sadari.

Related Posts

Cukup 2 atau Mau Tambah 2?
4/ 5
Oleh

Subscribe via email

Like the post above? Please subscribe to the latest posts directly via email.

Berkomentarlah yang baik. Semua komentar yang masuk akan dimoderasi. (admin: Honeylizious [Rohani Syawaliah]).