Langsung ke konten utama

Selamat Lolos Welcome Program 1 Oriflame (Januari 2019)

Saya ya kalau di Oriflame menyediakan banyak hadiah saya akan berusaha semaksimal mungkin membantu downline buat dapat hadiahnya sebanyak-banyaknya.


Jadi ceritanya kan Oriflame kasih lipstik The One Unlimited Matte Lipstick yang harganya Rp139.000 jika kita order Rp249.000 harga katalog. Nah kebetulan orderan downline saya ini bisa dijadikan 4 orderan. Soalnya orderannya banyak produk yang harganya di bawah 50rb jadi enak bikin paket orderannya biar mencapai order minimal buat dapetin lipstik The One gratis tadi.


Orderan pertama saya bikin total Rp300.000an, biar gratis staterkit + katalog senilai 49.900 + bisa beli Miss Charming harga Rp129rb bayar Rp29.900, di luar hadiah The One Lipstick tadi. Terus orderan kedua, ketiga, dan keempat ya sekitaran Rp249.000 harga katalog dan dapat lipstik juga semua.


Bagi-bagi orderan enak bulan ini, soalnya order Rp99.000 sudah free ongkir, jadi order Rp249.000 sudah free ongkir + free lipstik. Pas dihitung-hitung, orderannya ternyata mencapai 114BP atau 114poin. Loloslah dia Welcome Program 1 dan berhak mendapatkan hadiah lagi senilai Rp289.000. 

Banyak banget hadiahnya, saya sampai bikin list daftar hadiah yang dia dapatkan bersamaan dengan orderan dan yang harus diklaim bulan depan. Selamat ya Mbak Lilis Suryani. Bulan Februari lanjut WP 2 dan Maret WP 3.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cara Mengetahui Orang Stalking Twitter Kita, Siapa Stalkersmu?

Siapa yang sudah menggunakan jejaring sosial yang satu ini? Sudah punya banyak temankah di sana? Mention bagaimana? Banyak juga yang hadir setiap harinya? Atau kadang merasa 'twitter' itu mirip dengan kuburan karena bingung mau ngapain aja di sana. Banyak memang orang yang pada awalnya kebingungan menggunakan twitter. Apa yang sebaiknya dilakukan. Apa yang sebaiknya ditulis. Akun seperti apa yang sebaiknya diikuti. Semuanya sebenarnya kembali lagi ke pribadi masing-masing ingin menggunakannya seperti apa. Karena konsekuensinya juga ditanggung diri masing-masing. Apa yang kita tanam itulah yang akan kita tuai. Lama-lama, alah bisa karena biasa akan berlaku. Sebab memang kalau sudah sering membaca lini masa dan sudah mengikuti banyak akun. Kita akan menemukan pola ngetwit kita sendiri. Meskipun demikian, bukan itu yang ingin dibahas dalam tulisan ini. Saya rasa banyak yang penasaran dengan cara mengetahui orang yang stalking akun twitter kita. Orang yang melakukanny

Hati-Hati Belanja di Tokopedia Pakai AnterAja

Selama ini saya selalu puas belanja di berbagai marketplace yang ada di Indonesia termasuk di Tokopedia. Karena selama ini pengirimannya yang saya gunakan ya itu-itu saja. Kalau nggak JNE ya JNT. Pernah juga menggunakan SiCepat. Sudah lama sekali tidak berbelanja di Tokopedia dan saya bulan ini ingin beli kamera dan di Tokopedia saya menemukan kamera yang saya inginkan.  Prinsip saya begitu order langsung bayar supaya barang cepat sampai. Saya tidak sadar kalau pengiriman yang default di aplikasi adalah ekspedisi AnterAja. Tidak pernah menggunakan dan baru dengar. Karena saya pikir memang AnterAja melayani sampai ke Pontianak ya nggak ada masalah dengan pengirimannya. Sampai akhirnya saat tulisan ini saya posting, paket kamera yang saya beli tak kunjung sampai. Googling sana-sini. Buka twitter buat komplain hingga akhirnya menemukan banyaknya orang yang komplain dibandingkan puas dengan layanannya dan bahkan review di google juga jelek. Banyak sekali yang memberikan bintang satu. Terma

Menulis 500 Kata

Sekarang sepertinya harus bekerja lebih keras lagi. Saya banyak sekali menulis artikel yang terlampau pendek. Bahkan banyak sekali postingan yang hanya berisikan gambar. Kalau hanya seperti itu saya yakin banyak orang yang akan bisa membuat postingan jauh lebih banyak dari yang saya bisa lakukan. Jadi sekarang sepertinya saya harus mengubah tantangannya menjadi lebih menarik. Saya harus menulis setidaknya 500 kata untuk setiap artikel yang saya buat. Supaya lebih terasa menantang dan saya tak hanya sambil lalu lagi mengupdate blognya. Sebab akhir-akhir ini ketika menyelesaikan jumlah postingan saya akhirnya suka mengambil beberapa gambar yang sudah saya unggah di instagram dan memasukkannya ke blog menjadikannya satu postingan. Padahal hanya diikuti satu dua kata saja. Bahkan pernah tak ada tulisan apa-apa. Memang menulis 10 postingan sehari bukanlah hal yang mudah untuk membagi waktu dengan persiapan pernikahan. Tapi tantangan memang harus dibuat seberat mungkin bukan? Bukan