Langsung ke konten utama

Make Up Sehari-hari




Sejak kecil saya sudah suka sekali belajar menggunakan make up. Kalau ketemu make up saya pasti akan coba menggunakannya. Jangan tanya bagaimana hasilnya. Sebab kebanyakan anak cowok yang saya taksir dulunya pasti kabur semua. Bahkan sampai sekarang pun kemampuan saya menggunakan make up masih standar, tidak sekelas MUA. Tapi kalau untuk sehari-hari setidaknya saya bisa membedakan mana lipstik, eyeliner dan foundation. Dibandingkan kebanyakan orang yang masih bingung soal foundation, tentunya saya masih lebih baik. Hahaha

Kalau di rumah biasanya saya akan skip foundation dan bedak. Karena saya sudah pakai skincare dan tak ingin ada tambahan lain di wajah. Untuk mata saya sangat suka menggunakan eyeliner dan maskara. Tipis saja. Terus lipstik di bibir dan blush onnya juga pakai lipstik yang sama biar senada. Kalau mau lebih rapi alisnya saya biasa juga menggunakan browcara.

Mirip mascara tapi khusus buat alis. Jadi yang tidak jago ngalis kayak saya bisa menggunakan browcara, tinggal sisirkan ke alis dan alis langsung on point dalam sekejap. Tak perlu ada alis sinchan di antara kita. Jika diminta memilih 1 produk saja diantara semua make up yang biasanya saya gunakan, saya akan memilih lipstik. Saya benar-benar tak bisa hidup tanpa lipstik. Soalnya kalau pakai lipstik kita bisa kelihatan segar dalam sekejap terus bisa sekalian dijadikan blush on. Satu produk untuk 2 fungsi. Bahkan bisa juga dijadikan eye shadow tipis-tipis.

Itu make up saya di rumah. Bagaimana dengan teman-teman?

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cara Mengetahui Orang Stalking Twitter Kita, Siapa Stalkersmu?

Siapa yang sudah menggunakan jejaring sosial yang satu ini? Sudah punya banyak temankah di sana? Mention bagaimana? Banyak juga yang hadir setiap harinya? Atau kadang merasa 'twitter' itu mirip dengan kuburan karena bingung mau ngapain aja di sana. Banyak memang orang yang pada awalnya kebingungan menggunakan twitter. Apa yang sebaiknya dilakukan. Apa yang sebaiknya ditulis. Akun seperti apa yang sebaiknya diikuti. Semuanya sebenarnya kembali lagi ke pribadi masing-masing ingin menggunakannya seperti apa. Karena konsekuensinya juga ditanggung diri masing-masing. Apa yang kita tanam itulah yang akan kita tuai. Lama-lama, alah bisa karena biasa akan berlaku. Sebab memang kalau sudah sering membaca lini masa dan sudah mengikuti banyak akun. Kita akan menemukan pola ngetwit kita sendiri. Meskipun demikian, bukan itu yang ingin dibahas dalam tulisan ini. Saya rasa banyak yang penasaran dengan cara mengetahui orang yang stalking akun twitter kita. Orang yang melakukanny

Hati-Hati Belanja di Tokopedia Pakai AnterAja

Selama ini saya selalu puas belanja di berbagai marketplace yang ada di Indonesia termasuk di Tokopedia. Karena selama ini pengirimannya yang saya gunakan ya itu-itu saja. Kalau nggak JNE ya JNT. Pernah juga menggunakan SiCepat. Sudah lama sekali tidak berbelanja di Tokopedia dan saya bulan ini ingin beli kamera dan di Tokopedia saya menemukan kamera yang saya inginkan.  Prinsip saya begitu order langsung bayar supaya barang cepat sampai. Saya tidak sadar kalau pengiriman yang default di aplikasi adalah ekspedisi AnterAja. Tidak pernah menggunakan dan baru dengar. Karena saya pikir memang AnterAja melayani sampai ke Pontianak ya nggak ada masalah dengan pengirimannya. Sampai akhirnya saat tulisan ini saya posting, paket kamera yang saya beli tak kunjung sampai. Googling sana-sini. Buka twitter buat komplain hingga akhirnya menemukan banyaknya orang yang komplain dibandingkan puas dengan layanannya dan bahkan review di google juga jelek. Banyak sekali yang memberikan bintang satu. Terma

Menulis 500 Kata

Sekarang sepertinya harus bekerja lebih keras lagi. Saya banyak sekali menulis artikel yang terlampau pendek. Bahkan banyak sekali postingan yang hanya berisikan gambar. Kalau hanya seperti itu saya yakin banyak orang yang akan bisa membuat postingan jauh lebih banyak dari yang saya bisa lakukan. Jadi sekarang sepertinya saya harus mengubah tantangannya menjadi lebih menarik. Saya harus menulis setidaknya 500 kata untuk setiap artikel yang saya buat. Supaya lebih terasa menantang dan saya tak hanya sambil lalu lagi mengupdate blognya. Sebab akhir-akhir ini ketika menyelesaikan jumlah postingan saya akhirnya suka mengambil beberapa gambar yang sudah saya unggah di instagram dan memasukkannya ke blog menjadikannya satu postingan. Padahal hanya diikuti satu dua kata saja. Bahkan pernah tak ada tulisan apa-apa. Memang menulis 10 postingan sehari bukanlah hal yang mudah untuk membagi waktu dengan persiapan pernikahan. Tapi tantangan memang harus dibuat seberat mungkin bukan? Bukan