8 Januari 2019

Jalan Tak Berujung (30 Hari Bercerita)




Day 8

Jalan Tak Berujung

Aku ingin menjadi jalan yang tak berujung untukmu. Berbagi rasa dan dunia. Meskipun kutahu, kita tak ditakdirkan bersama. Lima tahun berlalu, kita sudah berdua, bahkan bertiga dan berempat. Aku menjadi ibu. Engkau menjadi ayah. Dari anak yang berbeda. Aku bukan istrimu. Kau bukan suamiku.

"Apa kabar keluarga?"

Notifikasi di whatsapp sedikit mengejutkanku. Pertanyaan sederhana tapi terasa begitu menusuk, sebab aku dan kau bukan bagian dari keluarga yang sama.

"Baik."

Ingin kubertanya pertanyaan yang sama. Bahagiakah kau dengannya? Apakah dia bisa masak enak seperti harapanmu selama ini. Bagaimana kalian berdua bisa bertemu. Pertanyaan paling penting sebenarnya, mengapa kamu tak mengajakku menikah kala itu? Saat kita masih mampu berpegangan tangan dan saling bertatap muka? Kurasa penilaianku selama ini salah tentangmu. Kukira kamu tak pernah ingin menikah. Kukira kamu petualang cinta yang tak ingin punya tempat untuk pulang.

Kumenunggu balasanmu. Pertanyaan basa-basi lainnya yang sebenarnya menyembunyikan pertanyaan 'masihkah kau mengingatku?'. Masih. Setiap kali aku membuka mataku, kamu masih ada di sana. Di ruang hati yang sama seperti pertama kali kita berjumpa.

#30HBC #30HBC1908 #30HBC2019 @30haribercerita

Related Posts

Jalan Tak Berujung (30 Hari Bercerita)
4/ 5
Oleh

Subscribe via email

Like the post above? Please subscribe to the latest posts directly via email.

Berkomentarlah yang baik. Semua komentar yang masuk akan dimoderasi. (admin: Honeylizious [Rohani Syawaliah]).