Langsung ke konten utama

10 Tahun yang Lalu (30 Hari Bercerita)




DAY 16

10 Tahun yang Lalu

Tersebutlah sebuah kisah tentang seorang perempuan yang makannya banyak tapi tak pernah bisa gendut. Kadang makan dua bungkus mie instant tambah sebutir telur dan sepiring nasi. Banyak yang bilang dia cacingan. Banyak yang bilang 'enak ya makannya banyak nggak gendut-gendut'.

Dulu dia menjadi perempuan yang mendapat predikat 'enak' itu. Sepuluh tahun yang lalu. Sebelum dia menikah. Sebelum dia makannya enak dan semakin banyak. Sebelum dia punya dua anak. Pernikahan membuat tubuh kurusnya berisi. Mungkin kalau selama menikah dia makannya cinta, tubuhnya tak akan seberisi itu. Bisa melonjak 20kg dibandingkan 10 tahun lalu. Karena dia makannya nasi, kadang dua, tiga piring kalau ada lauk yang dia suka. Terkadang sambal petai meluluh-lantakkan niatnya mengatur porsi makannya. Apalagi saat seringnya kepiting segar mampir ke dapurnya. Belum tambah rendang jengkol yang banyak dijual di sosial media.


Perempuan itu menyerah kalah, pada semua makanan yang menggodanya. Lupa dengan tubuh kurusnya yang pernah ada. Lupa dengan pakaian ukuran S yang kadang masih terasa longgar saat dia memakainya. Lidahnya menginginkan banyak selera. Kemudian di sebelah kanan itulah dia sekarang. Dengan berat badan lebih dari 60kg. Jangan tanya tepatnya berapa. Nanti kalau beneran bisa turun 10kg mungkin ada lagi kabar tentangnya. Tentang dia yang kembali ke bentuk semula.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cara Mengetahui Orang Stalking Twitter Kita, Siapa Stalkersmu?

Siapa yang sudah menggunakan jejaring sosial yang satu ini? Sudah punya banyak temankah di sana? Mention bagaimana? Banyak juga yang hadir setiap harinya? Atau kadang merasa 'twitter' itu mirip dengan kuburan karena bingung mau ngapain aja di sana. Banyak memang orang yang pada awalnya kebingungan menggunakan twitter. Apa yang sebaiknya dilakukan. Apa yang sebaiknya ditulis. Akun seperti apa yang sebaiknya diikuti. Semuanya sebenarnya kembali lagi ke pribadi masing-masing ingin menggunakannya seperti apa. Karena konsekuensinya juga ditanggung diri masing-masing. Apa yang kita tanam itulah yang akan kita tuai. Lama-lama, alah bisa karena biasa akan berlaku. Sebab memang kalau sudah sering membaca lini masa dan sudah mengikuti banyak akun. Kita akan menemukan pola ngetwit kita sendiri. Meskipun demikian, bukan itu yang ingin dibahas dalam tulisan ini. Saya rasa banyak yang penasaran dengan cara mengetahui orang yang stalking akun twitter kita. Orang yang melakukanny

Hati-Hati Belanja di Tokopedia Pakai AnterAja

Selama ini saya selalu puas belanja di berbagai marketplace yang ada di Indonesia termasuk di Tokopedia. Karena selama ini pengirimannya yang saya gunakan ya itu-itu saja. Kalau nggak JNE ya JNT. Pernah juga menggunakan SiCepat. Sudah lama sekali tidak berbelanja di Tokopedia dan saya bulan ini ingin beli kamera dan di Tokopedia saya menemukan kamera yang saya inginkan.  Prinsip saya begitu order langsung bayar supaya barang cepat sampai. Saya tidak sadar kalau pengiriman yang default di aplikasi adalah ekspedisi AnterAja. Tidak pernah menggunakan dan baru dengar. Karena saya pikir memang AnterAja melayani sampai ke Pontianak ya nggak ada masalah dengan pengirimannya. Sampai akhirnya saat tulisan ini saya posting, paket kamera yang saya beli tak kunjung sampai. Googling sana-sini. Buka twitter buat komplain hingga akhirnya menemukan banyaknya orang yang komplain dibandingkan puas dengan layanannya dan bahkan review di google juga jelek. Banyak sekali yang memberikan bintang satu. Terma

Menulis 500 Kata

Sekarang sepertinya harus bekerja lebih keras lagi. Saya banyak sekali menulis artikel yang terlampau pendek. Bahkan banyak sekali postingan yang hanya berisikan gambar. Kalau hanya seperti itu saya yakin banyak orang yang akan bisa membuat postingan jauh lebih banyak dari yang saya bisa lakukan. Jadi sekarang sepertinya saya harus mengubah tantangannya menjadi lebih menarik. Saya harus menulis setidaknya 500 kata untuk setiap artikel yang saya buat. Supaya lebih terasa menantang dan saya tak hanya sambil lalu lagi mengupdate blognya. Sebab akhir-akhir ini ketika menyelesaikan jumlah postingan saya akhirnya suka mengambil beberapa gambar yang sudah saya unggah di instagram dan memasukkannya ke blog menjadikannya satu postingan. Padahal hanya diikuti satu dua kata saja. Bahkan pernah tak ada tulisan apa-apa. Memang menulis 10 postingan sehari bukanlah hal yang mudah untuk membagi waktu dengan persiapan pernikahan. Tapi tantangan memang harus dibuat seberat mungkin bukan? Bukan