Langsung ke konten utama

Membuat Image Iso Melalui Aplikasi Android No Root


Beberapa waktu lalu saya dengan sok tahunya menghapus partisi Ubuntu Studio tanpa menyadari bahwa nantinya saya tetap membutuhkan image iso untuk penginstallan ulang laptop saya. Meskipun sempat panik, saya belajar banyak dari kesoktahuan saya tersebut. Apakah saya menyesal? Tidak dong. Saya berhasil mengatasi masalah yang timbul setelah menghapus partisi laptop saya. Laptop tak bisa booting adalah yang terjadi ketika kita menghapus partisi yang ada di laptop. Kebetulan saya menghapus 2 partisi yang sebelumnya saya bagi untuk Ubuntu Studio. Kesoktahuan saya terselamatkan bukan karena saya supersmart atau genius ya. Tapi karena handphone saya yang smart.
Saya baru tahu kalau sekarang kita bisa membuat image iso di flashdisk menggunakan aplikasi android. Bahkan tanpa root. Jadi sebelumnya saya menemukan aplikasinya tapi membutuhkan root. Sedangkan saya tidak tertarik untuk melakukan root pada HP saya. Saya cari lagi di playstore dan bertemulah dengan aplikasi EtchDroid. See, setiap masalah selalu punya jalan keluarnya. Bahkan untuk saya yang kemampuan teknologinya masih harus diupgrade lagi.
Aplikasi EtchDroid ini gratis. Hanya ada sedikit iklan saat digunakan. Untuk mengubah file distro yang kita unduh supaya menjadi image iso yang siap pakai juga mudah. Seperti meng-copy file ke flashdisk. Colok kabel OTG ke smartphone. Buka aplikasinya dan pilih file yang mau dijadikan image iso di flashdisk. Lalu tunggu sampai filenya selesai ‘dibakar’ di flashdisk. Lalu untuk install ulang tinggal pilih booting dari flashdisk. Untuk memunculkan pilihan booting dari flashdisk cukup tekan ESC beberapa kali setelah menekan tombol power di laptop. Selanjutnya tinggal install saja.
Tadinya saya ingin menggunakan 1 OS saja di laptop, tapi buat jaga-jaga kalau terjadi hal yang tak diinginkan, saya gunakan dual booting lagi. Karena Windows 10-nya masih aman walaupun agak hang kadang tapi tak se-error Ubuntu Studio.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cara Mengetahui Orang Stalking Twitter Kita, Siapa Stalkersmu?

Siapa yang sudah menggunakan jejaring sosial yang satu ini? Sudah punya banyak temankah di sana? Mention bagaimana? Banyak juga yang hadir setiap harinya? Atau kadang merasa 'twitter' itu mirip dengan kuburan karena bingung mau ngapain aja di sana. Banyak memang orang yang pada awalnya kebingungan menggunakan twitter. Apa yang sebaiknya dilakukan. Apa yang sebaiknya ditulis. Akun seperti apa yang sebaiknya diikuti. Semuanya sebenarnya kembali lagi ke pribadi masing-masing ingin menggunakannya seperti apa. Karena konsekuensinya juga ditanggung diri masing-masing. Apa yang kita tanam itulah yang akan kita tuai. Lama-lama, alah bisa karena biasa akan berlaku. Sebab memang kalau sudah sering membaca lini masa dan sudah mengikuti banyak akun. Kita akan menemukan pola ngetwit kita sendiri. Meskipun demikian, bukan itu yang ingin dibahas dalam tulisan ini. Saya rasa banyak yang penasaran dengan cara mengetahui orang yang stalking akun twitter kita. Orang yang melakukanny

Hati-Hati Belanja di Tokopedia Pakai AnterAja

Selama ini saya selalu puas belanja di berbagai marketplace yang ada di Indonesia termasuk di Tokopedia. Karena selama ini pengirimannya yang saya gunakan ya itu-itu saja. Kalau nggak JNE ya JNT. Pernah juga menggunakan SiCepat. Sudah lama sekali tidak berbelanja di Tokopedia dan saya bulan ini ingin beli kamera dan di Tokopedia saya menemukan kamera yang saya inginkan.  Prinsip saya begitu order langsung bayar supaya barang cepat sampai. Saya tidak sadar kalau pengiriman yang default di aplikasi adalah ekspedisi AnterAja. Tidak pernah menggunakan dan baru dengar. Karena saya pikir memang AnterAja melayani sampai ke Pontianak ya nggak ada masalah dengan pengirimannya. Sampai akhirnya saat tulisan ini saya posting, paket kamera yang saya beli tak kunjung sampai. Googling sana-sini. Buka twitter buat komplain hingga akhirnya menemukan banyaknya orang yang komplain dibandingkan puas dengan layanannya dan bahkan review di google juga jelek. Banyak sekali yang memberikan bintang satu. Terma

Menulis 500 Kata

Sekarang sepertinya harus bekerja lebih keras lagi. Saya banyak sekali menulis artikel yang terlampau pendek. Bahkan banyak sekali postingan yang hanya berisikan gambar. Kalau hanya seperti itu saya yakin banyak orang yang akan bisa membuat postingan jauh lebih banyak dari yang saya bisa lakukan. Jadi sekarang sepertinya saya harus mengubah tantangannya menjadi lebih menarik. Saya harus menulis setidaknya 500 kata untuk setiap artikel yang saya buat. Supaya lebih terasa menantang dan saya tak hanya sambil lalu lagi mengupdate blognya. Sebab akhir-akhir ini ketika menyelesaikan jumlah postingan saya akhirnya suka mengambil beberapa gambar yang sudah saya unggah di instagram dan memasukkannya ke blog menjadikannya satu postingan. Padahal hanya diikuti satu dua kata saja. Bahkan pernah tak ada tulisan apa-apa. Memang menulis 10 postingan sehari bukanlah hal yang mudah untuk membagi waktu dengan persiapan pernikahan. Tapi tantangan memang harus dibuat seberat mungkin bukan? Bukan