Langsung ke konten utama

Komunitas Dare Blogger



Akhirnya lahir juga komunitas blogger perempuan di Kalimantan Barat, walaupun komunitas ini tidak menutup diri untuk menerima blogger dari luar daerah yang ingin bergabung. Fokusnya hanya pada blogger perempuan. Jadi sebenarnya dare blogger ini adalah bagian dari Komunitas Blogger Pontianak. Namun karena komunitas besar tersebut anggotanya banyak, kami ingin membangun komunitas kecil khususnya untuk perempuan yang ingin sama-sama ngeblog, semangat untuk menulis, baik yang baru ngeblog ataupun yang sudah lama. Jika memungkinkan kedepannya kami juga ingin membuka kelas-kelas ngeblog pemula bagi ibu-ibu yang ingin punya blog dengan domain berbayar tetapi dengan harga yang lebih terjangkau karena tidak perlu membeli hosting sendiri. Kayak blog saya ini khusus parking blogspot saja dengan domain tanpa hosting.

Sebenarnya tahun 2016 lalu sempat lahir komunitasnya terus vakum karena saya fokus pada anak dan kuliah, apalagi saya hamil dan melahirkan. Sehingga 2 tahunan sempat terbengkalai komunitasnya. Sampai akhirnya saya beli domain baru khusus untuk portal komunitas yang menampilkan akun instagram teman-teman yang menjadi bagian dari komunitas dare blogger ini. Rencananya dengan membangun komunitas ini tidak hanya mengajak teman-teman sekomunitas untuk produktif tetapi juga ‘memaksa’ diri saya lebih banyak menulis lagi, seperti janji saya dulu, satu artikel perhari minimal. Sekarang banyak sekali hutang yang ingin saya selesaikan di blog ini.

Butuh paling tidak 10.000 artikel jika memang ingin memenuhinya seperti tahun 2013 lalu, atau setidaknya 1.000 artikel jika hanya ingin mengisi satu artikel setiap hari di hari yang kosong yang sudah lewat. Ada yang sempat mempertanyakan apa gunanya mengisi tulisan pada hari yang sudah lewat, sebab bagi orang lain mengisinya itu tak berguna untuk menaikkan rating blog dan tetek bengeknya. Memang tak ada pengaruhnya dengan hal formal semacam itu, tapi berpengaruh pada perasaan saya yang merasa kosong karena banyaknya hari yang tak terisi dengan artikel dari saya.

Membangun komunitas setidaknya membuat saya merasa bertanggung jawab untuk memberikan contoh yang baik pada blogger yang mau bergabung dengan Komunitas Dare Blogger. Menulis satu artikel setiap hari dengan membuat daftar tema harian di instagram. Jadi tak ada cerita bingung mau menuliskan apa di blog pribadi kita lagi. Setiap anggota bisa memberikan tema harian. Sehingga banyak cerita yang dapat dibagikan di blog. Saya jadi ingat dulu saya punya banyak sekali ide buat dituliskan di blog. Sampai-sampai bisa menulis puluhan artikel dalam satu hari. Seorang teman sempat mengingatkan bahwa sebaiknya tulisan yang dibagikan di blog jangan lebih dari satu setiap harinya. Idealnya satu artikel perhari. Itu sebabnya saya sempat mengatur tulisan yang kebanyakan untuk terbit di hari berikutnya. Namun itu membuat tulisan jadi menumpuk di dashboard dan sedang menunggu jadwalnya diterbitkan.

Sekarang? Saya sempat blank di depan laptop karena bingung ingin menuliskan apa. Sebenarnya banyak yang ingin dituliskan yang akhirnya membuat kepala rasanya malah berat ingin menuliskan yang mana dulu. Menata ide yang terlalu banyak dan lama tak dikeluarkan ternyata memang membuat kepala jadi padat dan macet. Resolusi tahun 2019 nanti bisa lebih produktif dengan adanya komunitas blogger khusus perempuan. Mengingat anggotanya masih sedikit dan tak banyak aturan yang mengikat. Ingin jadi bagian dare blogger? Klik di sini ya dan isi data selengkapnya. Kalau ingin masuk grup bisa klik di sini.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cara Mengetahui Orang Stalking Twitter Kita, Siapa Stalkersmu?

Siapa yang sudah menggunakan jejaring sosial yang satu ini? Sudah punya banyak temankah di sana? Mention bagaimana? Banyak juga yang hadir setiap harinya? Atau kadang merasa 'twitter' itu mirip dengan kuburan karena bingung mau ngapain aja di sana. Banyak memang orang yang pada awalnya kebingungan menggunakan twitter. Apa yang sebaiknya dilakukan. Apa yang sebaiknya ditulis. Akun seperti apa yang sebaiknya diikuti. Semuanya sebenarnya kembali lagi ke pribadi masing-masing ingin menggunakannya seperti apa. Karena konsekuensinya juga ditanggung diri masing-masing. Apa yang kita tanam itulah yang akan kita tuai. Lama-lama, alah bisa karena biasa akan berlaku. Sebab memang kalau sudah sering membaca lini masa dan sudah mengikuti banyak akun. Kita akan menemukan pola ngetwit kita sendiri. Meskipun demikian, bukan itu yang ingin dibahas dalam tulisan ini. Saya rasa banyak yang penasaran dengan cara mengetahui orang yang stalking akun twitter kita. Orang yang melakukanny

Hati-Hati Belanja di Tokopedia Pakai AnterAja

Selama ini saya selalu puas belanja di berbagai marketplace yang ada di Indonesia termasuk di Tokopedia. Karena selama ini pengirimannya yang saya gunakan ya itu-itu saja. Kalau nggak JNE ya JNT. Pernah juga menggunakan SiCepat. Sudah lama sekali tidak berbelanja di Tokopedia dan saya bulan ini ingin beli kamera dan di Tokopedia saya menemukan kamera yang saya inginkan.  Prinsip saya begitu order langsung bayar supaya barang cepat sampai. Saya tidak sadar kalau pengiriman yang default di aplikasi adalah ekspedisi AnterAja. Tidak pernah menggunakan dan baru dengar. Karena saya pikir memang AnterAja melayani sampai ke Pontianak ya nggak ada masalah dengan pengirimannya. Sampai akhirnya saat tulisan ini saya posting, paket kamera yang saya beli tak kunjung sampai. Googling sana-sini. Buka twitter buat komplain hingga akhirnya menemukan banyaknya orang yang komplain dibandingkan puas dengan layanannya dan bahkan review di google juga jelek. Banyak sekali yang memberikan bintang satu. Terma

Menulis 500 Kata

Sekarang sepertinya harus bekerja lebih keras lagi. Saya banyak sekali menulis artikel yang terlampau pendek. Bahkan banyak sekali postingan yang hanya berisikan gambar. Kalau hanya seperti itu saya yakin banyak orang yang akan bisa membuat postingan jauh lebih banyak dari yang saya bisa lakukan. Jadi sekarang sepertinya saya harus mengubah tantangannya menjadi lebih menarik. Saya harus menulis setidaknya 500 kata untuk setiap artikel yang saya buat. Supaya lebih terasa menantang dan saya tak hanya sambil lalu lagi mengupdate blognya. Sebab akhir-akhir ini ketika menyelesaikan jumlah postingan saya akhirnya suka mengambil beberapa gambar yang sudah saya unggah di instagram dan memasukkannya ke blog menjadikannya satu postingan. Padahal hanya diikuti satu dua kata saja. Bahkan pernah tak ada tulisan apa-apa. Memang menulis 10 postingan sehari bukanlah hal yang mudah untuk membagi waktu dengan persiapan pernikahan. Tapi tantangan memang harus dibuat seberat mungkin bukan? Bukan