Langsung ke konten utama

Ada 5 Aktivitas Seru Banget di Bali Zoo!

Memiliki dua anak kalau mau jalan-jalan yang dipikirkan adalah kegiatan apa yang cocok buat mereka. Tentunya kegiatan yang menyenangkan ya. Anak-anak biasanya suka melihat binatang karena kelucuannya. Jadi kalau ke Bali, saya ingin membawa anak-anak ke Bali Zoo. Meskipun di sana tidak hanya bisa menikmati tingkah satwa yang pastinya menggemaskan, setelah googling sana-sini ternyata banyak pengalaman lain yang bisa kita dapatkan di Bali Zoo. Tak hanya sekadar jalan-jalan di kebun binatang.


Kebun binatang akan selalu jadi tempat menyenangkan untuk dikunjungi. Sudah terbayang gajah yang besar-besar dan juga orang utan yang tak henti menatap kita. Apa pun aktivitas mereka akan selalu menyenangkan untuk dipandang.

Ingin berkunjung ke Bali Zoo? Jangan lewatkan hal seru berikut yang dapat Anda lakukan bersama keluarga.

1. Sarapan Bersama Orangutan

Kebayang apa yang akan dilakukan bersama Orangutan? Yap! Anda benar! Sarapan bareng mereka. Cobain deh nikmati program Breakfast with Orangutan yang disediakan di Bali Zoo. Jadi pagi-pagi akan merasakan pengalaman serunya sarapan yang berbeda dibanding biasanya. Kalau biasanya sarapan bersama keluarga saja, kali ini sarapannya sambil menikmati hiburan dari tingkah lucu penghuni Bali Zoo. Ada Septo dan Septi, mereka adalah Orangutan yang akan menemani Anda ketika Anda sarapan di Gayo Restaurant yang berlokasi di Kampung Sumatra.





Selain mereka ada juga kawanan burung dan juga gajah yang tak kalah gemesin yang akan menyempurnakan aktivitas kita di pagi hari saat di Bali Zoo. Anak-anak juga bisa memberi makan gajah dan foro bareng mereka. Program ini adalah program pertama yang ada di Indonesia dan jadi program unggulan Bali Zoo yang sangat dicintai oleh turis lokal maupun mancanegara.

2. Bermain Bersama Gajah

Selesai sarapan saatnya berkeliling Kampung Sumatera dengan naik gajah. Ada tiga ekor gajah betina Molly, Adelia, dan juga Terry yang suka menyantap sayur dan buah sebelum memulai kegiatan Elephant Expedition dimulai. Kita tidak hanya memiliki kesempatan memberikan makanan atau naik gajah tetapi akan merasakan pengalaman jadi mahout atau pawang gajah. Kita akan dibiarkan memandikan gajah di aliran Sungai Wos yang letaknya di area Kampung Sumatera lalu menungganginya sendiri.

Ini adalah program Zoological diprakarsai oleh Lesmana Putra, General Manager Bali Zoo.

3. Santap Siang di Wana

Sekarang saatnya makan siang yang menyenangkan. Jadi sarapan dibuka bersama Orangutan, mari coba santap siang di Wana Restaurant. Bukan hanya kuliernya yang menggugah selera tapi atmosfer wildlife-nya sangat menakjubkan. Coba saja makan siang ditemani sekumpulan singa. Pilihan kulinernya banyak, ada lokal, Asia, dan juga Western di sini.

4. Private Animal Encounter

Ingin berinteraksi lebih dekat dengan penghuni kebun binatang di Bali Zoo? Bisa dong ya! Jadi pengunjung tak perlu ragu-ragu untuk mendekat, memberikan makan pada rusa, kelinci, kanguru, kambing, burung, dan masih banyak hewan lainnya. Dengan melakukan interaksi begini dapat mengajarkan anak kita supaya ikut melestarikan fauna dan menjaganya dari kepunahan serta menjaga ekosistemnya.





5. Bermalam di The Sanctoo Villa

Lokasinya di jantung Singapadu. Tepatnya area Bali Zoo, Sanctoo Villa jadi destinasi terbaik kalau kita ingin lepas sejenak dari hirup-pikuknya kota metropolitan. Boutique resort eksklusif ini mempunyai 12 vila dengan dua pilihan, yakni garden view atau river view.

Sesuai dengan namanya, garden view dihias deretan tanaman hijau dan bunga yang masif jadi memberikan atmosfer pedesaan yang sebenar-benarnya, sementara river view mengandalkan panorama Sungai Wos dan area hutan rindang yang menyempurnakan momen liburan Anda.

Anda dapat menikmati pelayanan ekstra yang diberikan The Sanctoo Villa, ada spa treatment di The Sanctoo Spa & Wellness yang bukan hanya merelaksasi tubuh dan juga jiwa lewat organic facials, revitalizing body treatments serta traditional massages namun pemandangan istimewa dari Sungai Wos dan juga hutan hujan tropis yang memesona.

Bagaimana? Siap terbang menuju Bali Zoo bersama keluarga di akhir pekan nanti? Yuk siapkan tiketnya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cara Mengetahui Orang Stalking Twitter Kita, Siapa Stalkersmu?

Siapa yang sudah menggunakan jejaring sosial yang satu ini? Sudah punya banyak temankah di sana? Mention bagaimana? Banyak juga yang hadir setiap harinya? Atau kadang merasa 'twitter' itu mirip dengan kuburan karena bingung mau ngapain aja di sana. Banyak memang orang yang pada awalnya kebingungan menggunakan twitter. Apa yang sebaiknya dilakukan. Apa yang sebaiknya ditulis. Akun seperti apa yang sebaiknya diikuti. Semuanya sebenarnya kembali lagi ke pribadi masing-masing ingin menggunakannya seperti apa. Karena konsekuensinya juga ditanggung diri masing-masing. Apa yang kita tanam itulah yang akan kita tuai. Lama-lama, alah bisa karena biasa akan berlaku. Sebab memang kalau sudah sering membaca lini masa dan sudah mengikuti banyak akun. Kita akan menemukan pola ngetwit kita sendiri. Meskipun demikian, bukan itu yang ingin dibahas dalam tulisan ini. Saya rasa banyak yang penasaran dengan cara mengetahui orang yang stalking akun twitter kita. Orang yang melakukanny

Hati-Hati Belanja di Tokopedia Pakai AnterAja

Selama ini saya selalu puas belanja di berbagai marketplace yang ada di Indonesia termasuk di Tokopedia. Karena selama ini pengirimannya yang saya gunakan ya itu-itu saja. Kalau nggak JNE ya JNT. Pernah juga menggunakan SiCepat. Sudah lama sekali tidak berbelanja di Tokopedia dan saya bulan ini ingin beli kamera dan di Tokopedia saya menemukan kamera yang saya inginkan.  Prinsip saya begitu order langsung bayar supaya barang cepat sampai. Saya tidak sadar kalau pengiriman yang default di aplikasi adalah ekspedisi AnterAja. Tidak pernah menggunakan dan baru dengar. Karena saya pikir memang AnterAja melayani sampai ke Pontianak ya nggak ada masalah dengan pengirimannya. Sampai akhirnya saat tulisan ini saya posting, paket kamera yang saya beli tak kunjung sampai. Googling sana-sini. Buka twitter buat komplain hingga akhirnya menemukan banyaknya orang yang komplain dibandingkan puas dengan layanannya dan bahkan review di google juga jelek. Banyak sekali yang memberikan bintang satu. Terma

Menulis 500 Kata

Sekarang sepertinya harus bekerja lebih keras lagi. Saya banyak sekali menulis artikel yang terlampau pendek. Bahkan banyak sekali postingan yang hanya berisikan gambar. Kalau hanya seperti itu saya yakin banyak orang yang akan bisa membuat postingan jauh lebih banyak dari yang saya bisa lakukan. Jadi sekarang sepertinya saya harus mengubah tantangannya menjadi lebih menarik. Saya harus menulis setidaknya 500 kata untuk setiap artikel yang saya buat. Supaya lebih terasa menantang dan saya tak hanya sambil lalu lagi mengupdate blognya. Sebab akhir-akhir ini ketika menyelesaikan jumlah postingan saya akhirnya suka mengambil beberapa gambar yang sudah saya unggah di instagram dan memasukkannya ke blog menjadikannya satu postingan. Padahal hanya diikuti satu dua kata saja. Bahkan pernah tak ada tulisan apa-apa. Memang menulis 10 postingan sehari bukanlah hal yang mudah untuk membagi waktu dengan persiapan pernikahan. Tapi tantangan memang harus dibuat seberat mungkin bukan? Bukan