Langsung ke konten utama

Oriflame Bisnis Anti Ngambek



Baru ngeh kalau bisnis Oriflame itu harus punya ilmu anti ngambek. Gimana nggak harus punya? Cobaannya banyak banget. Tapi karena saya lebih suka cari solusi jadi ngapain ngambek sama Oriflame.

1. Produk out of stok hitungan kurang dari 3 hari. Nggak boleh ngambek dong. Kalau produk A habis tawarin produk B, pelanggan nggak mau? Ya sudah kasih tahu mudah-mudahan ada restok produk tersebut lagi tapi tidak tahu kapan.


2. Ditolak pelanggan ya jangan ngambek. Coba deh buka toko, ada banyak orang lewat tapi nggak mampir. Apakah kita ngambek lalu tutup toko? Enggak kan? Atau ada yang masuk toko terus tanya-tanya tapi ternyata nggak beli, lalu kita musti ngambek? Saya pernah jaga toko dulu, orang nggak jadi beli sayankash senyum dan ucapin terima kasih karena sudah mampir. Minimal dia mampir nggak hanya lewat.


3. Hadiah hangus karena kesalahan kita, terus ngambek? Salah sendiri ya jangan ngambek ke Oriflame, ngambeknya ke diri sendiri, misal jangan makan seminggu gitu buat hukum diri sendiri. *enggak deng

4. Nawarin bisnisnya terus langsung diblokir, ya sudah, ngapain ngambek. Kita juga pasti pernah risih ditawarin orang dan kita memilih blokir juga atau malah report as spam? Berarti dia nggak mau ditawarin, ya move on-lah.

5. Barang rusak, sudah pernah order ternyata barangnya pecah atau tumpah? Saya sering ngalamin. Terus saya ngapain? Ya minta Oriflame gantilah. Kan itu tanggung jawab mereka. Nggak perlu pake ngambek.

6. Upline slow respon jadi ngambek? Telpon biar fast respon. Hahaha... saya mau nelpon siapa? Upline langsung saya sudah terminate. Nggak bisa ngambek. Jangankan dia ngajarin saya buat sukses di Oriflame, dia sendiri aja gagal. Tapi dia bukan faktor penentu saya bisa jalankan bisnis Oriflame atau enggak. Karena semuanya balik ke saya sendiri. Mau nggak dapat uang di Oriflame?

7. Dicuekin downline, terus harus ngambek? Sudah biasa itu, tak perlu dipikirkan. Cari downline baru yang mau respon kita. Tidak semua orang mata duitan kayak kita dan modalnya sedikit kayak kita. Ada orang yang modalnya gede dan maunya jualan barang lain ya biarkan saja. Kita? Ya kalau modal mepet tapi banyak maunya jurusnya bukan ngambek tapi kerjain Oriflamenya.

8. Dibilang penipu saat nawarin produk atau bisnis, jangan ngambek. Hahaha... tunjukin sosial media yang kita miliki. Kalau masih tak percaya ya jangan dipaksa, lewatkan saja. Jangan buang energi untuk orang yang belum kenal langsung nuduh kita penipu. 🤣🤣🤣


Kalau sedikit-sedikit ngambek percaya deh nggak akan maju di Oriflame karena Oriflame itu bisnis anti ngambek.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cara Mengetahui Orang Stalking Twitter Kita, Siapa Stalkersmu?

Siapa yang sudah menggunakan jejaring sosial yang satu ini? Sudah punya banyak temankah di sana? Mention bagaimana? Banyak juga yang hadir setiap harinya? Atau kadang merasa 'twitter' itu mirip dengan kuburan karena bingung mau ngapain aja di sana. Banyak memang orang yang pada awalnya kebingungan menggunakan twitter. Apa yang sebaiknya dilakukan. Apa yang sebaiknya ditulis. Akun seperti apa yang sebaiknya diikuti. Semuanya sebenarnya kembali lagi ke pribadi masing-masing ingin menggunakannya seperti apa. Karena konsekuensinya juga ditanggung diri masing-masing. Apa yang kita tanam itulah yang akan kita tuai. Lama-lama, alah bisa karena biasa akan berlaku. Sebab memang kalau sudah sering membaca lini masa dan sudah mengikuti banyak akun. Kita akan menemukan pola ngetwit kita sendiri. Meskipun demikian, bukan itu yang ingin dibahas dalam tulisan ini. Saya rasa banyak yang penasaran dengan cara mengetahui orang yang stalking akun twitter kita. Orang yang melakukanny

Hati-Hati Belanja di Tokopedia Pakai AnterAja

Selama ini saya selalu puas belanja di berbagai marketplace yang ada di Indonesia termasuk di Tokopedia. Karena selama ini pengirimannya yang saya gunakan ya itu-itu saja. Kalau nggak JNE ya JNT. Pernah juga menggunakan SiCepat. Sudah lama sekali tidak berbelanja di Tokopedia dan saya bulan ini ingin beli kamera dan di Tokopedia saya menemukan kamera yang saya inginkan.  Prinsip saya begitu order langsung bayar supaya barang cepat sampai. Saya tidak sadar kalau pengiriman yang default di aplikasi adalah ekspedisi AnterAja. Tidak pernah menggunakan dan baru dengar. Karena saya pikir memang AnterAja melayani sampai ke Pontianak ya nggak ada masalah dengan pengirimannya. Sampai akhirnya saat tulisan ini saya posting, paket kamera yang saya beli tak kunjung sampai. Googling sana-sini. Buka twitter buat komplain hingga akhirnya menemukan banyaknya orang yang komplain dibandingkan puas dengan layanannya dan bahkan review di google juga jelek. Banyak sekali yang memberikan bintang satu. Terma

Menulis 500 Kata

Sekarang sepertinya harus bekerja lebih keras lagi. Saya banyak sekali menulis artikel yang terlampau pendek. Bahkan banyak sekali postingan yang hanya berisikan gambar. Kalau hanya seperti itu saya yakin banyak orang yang akan bisa membuat postingan jauh lebih banyak dari yang saya bisa lakukan. Jadi sekarang sepertinya saya harus mengubah tantangannya menjadi lebih menarik. Saya harus menulis setidaknya 500 kata untuk setiap artikel yang saya buat. Supaya lebih terasa menantang dan saya tak hanya sambil lalu lagi mengupdate blognya. Sebab akhir-akhir ini ketika menyelesaikan jumlah postingan saya akhirnya suka mengambil beberapa gambar yang sudah saya unggah di instagram dan memasukkannya ke blog menjadikannya satu postingan. Padahal hanya diikuti satu dua kata saja. Bahkan pernah tak ada tulisan apa-apa. Memang menulis 10 postingan sehari bukanlah hal yang mudah untuk membagi waktu dengan persiapan pernikahan. Tapi tantangan memang harus dibuat seberat mungkin bukan? Bukan