Langsung ke konten utama

Tetangga Rumah Susun 111 Bagian 1


Hampir pukul 12 malam saat suami saya keluar untuk membuang sampah dan melirik tetangga sebelah rumah yang baru pulang. Diantar jejaka sepantaran usianya. Belum sampai di anak tangga paling bawah dia berpapasan dengan jejaka lainnya yang sepertinya juga sepantaran dengan tetangga sebelah dan jejaka yang mengantarnya.

Dua jejaka yang berpapasan dengan suami saya itu melesat naik dan menyusul ke pintu rumah tetangga sebelah. Tetangga sebelah rumah itu sebenarnya penghuni baru setelah tetangga rumah nomor 111 harus pindah karena pemilik rumah susun sewa ini tak berniat memperpanjang kontraknya. Habisnya tetangga sebelumnya itu pernah keciduk satpol PP saat razia rumah-rumah sewa. Sempat masuk berita di TV lokal sebagai rumah sewa mesum.

Oiya kalau saya dan suami menempati rumah susun nomor 110. Posisinya dekat dengan tangga.


Balik lagi ngomongin tetangga nomor 111 yang baru. Saya tak tahu namanya sebenarnya karena saya sendiri jarang nongkrong ke tetangga rumah sini. Jadi ternyata yang mengantarkannya itu sepertinya pacarnya yang baru dan diajak masuk ke dalam rumah. Tak masalah sih sebenarnya lawan jenis main ke rumah bagi saya asal tahu waktunya saja. Jangan tengah malam jugalah ya. Mau ngapain malam-malam kan? 🤣🤣🤣

Dua jejaka yang menyusul secepat kilat yang tadi berpapasan sama suami di tangga kayaknya pacar lamanya. Entah sudah putus atau belum tak jelas ceritanya. Tapi pacar lama tak terima si tetangga ini membawa lawan jenis ke rumahnya malam buta. Yaiyalah saya saja keberatan kalau sampai rumah sewa di sini banyak yang mesum dan terciduk satpol PP.

Endingnya saya tak tahu karena suami hanya melihat sekilas pertengkaran mereka dan buru-buru masuk rumah. Sudah malam soalnya. Ikan mau bobo.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cara Mengetahui Orang Stalking Twitter Kita, Siapa Stalkersmu?

Siapa yang sudah menggunakan jejaring sosial yang satu ini? Sudah punya banyak temankah di sana? Mention bagaimana? Banyak juga yang hadir setiap harinya? Atau kadang merasa 'twitter' itu mirip dengan kuburan karena bingung mau ngapain aja di sana. Banyak memang orang yang pada awalnya kebingungan menggunakan twitter. Apa yang sebaiknya dilakukan. Apa yang sebaiknya ditulis. Akun seperti apa yang sebaiknya diikuti. Semuanya sebenarnya kembali lagi ke pribadi masing-masing ingin menggunakannya seperti apa. Karena konsekuensinya juga ditanggung diri masing-masing. Apa yang kita tanam itulah yang akan kita tuai. Lama-lama, alah bisa karena biasa akan berlaku. Sebab memang kalau sudah sering membaca lini masa dan sudah mengikuti banyak akun. Kita akan menemukan pola ngetwit kita sendiri. Meskipun demikian, bukan itu yang ingin dibahas dalam tulisan ini. Saya rasa banyak yang penasaran dengan cara mengetahui orang yang stalking akun twitter kita. Orang yang melakukanny

Hati-Hati Belanja di Tokopedia Pakai AnterAja

Selama ini saya selalu puas belanja di berbagai marketplace yang ada di Indonesia termasuk di Tokopedia. Karena selama ini pengirimannya yang saya gunakan ya itu-itu saja. Kalau nggak JNE ya JNT. Pernah juga menggunakan SiCepat. Sudah lama sekali tidak berbelanja di Tokopedia dan saya bulan ini ingin beli kamera dan di Tokopedia saya menemukan kamera yang saya inginkan.  Prinsip saya begitu order langsung bayar supaya barang cepat sampai. Saya tidak sadar kalau pengiriman yang default di aplikasi adalah ekspedisi AnterAja. Tidak pernah menggunakan dan baru dengar. Karena saya pikir memang AnterAja melayani sampai ke Pontianak ya nggak ada masalah dengan pengirimannya. Sampai akhirnya saat tulisan ini saya posting, paket kamera yang saya beli tak kunjung sampai. Googling sana-sini. Buka twitter buat komplain hingga akhirnya menemukan banyaknya orang yang komplain dibandingkan puas dengan layanannya dan bahkan review di google juga jelek. Banyak sekali yang memberikan bintang satu. Terma

Menulis 500 Kata

Sekarang sepertinya harus bekerja lebih keras lagi. Saya banyak sekali menulis artikel yang terlampau pendek. Bahkan banyak sekali postingan yang hanya berisikan gambar. Kalau hanya seperti itu saya yakin banyak orang yang akan bisa membuat postingan jauh lebih banyak dari yang saya bisa lakukan. Jadi sekarang sepertinya saya harus mengubah tantangannya menjadi lebih menarik. Saya harus menulis setidaknya 500 kata untuk setiap artikel yang saya buat. Supaya lebih terasa menantang dan saya tak hanya sambil lalu lagi mengupdate blognya. Sebab akhir-akhir ini ketika menyelesaikan jumlah postingan saya akhirnya suka mengambil beberapa gambar yang sudah saya unggah di instagram dan memasukkannya ke blog menjadikannya satu postingan. Padahal hanya diikuti satu dua kata saja. Bahkan pernah tak ada tulisan apa-apa. Memang menulis 10 postingan sehari bukanlah hal yang mudah untuk membagi waktu dengan persiapan pernikahan. Tapi tantangan memang harus dibuat seberat mungkin bukan? Bukan