Langsung ke konten utama

Menyelamatkan Produk Sebelum Out Of Stock


Sudah 4 tahun bergabung sebagai konsultan Oriflame saya sudah paham betul produk apa saja yang akan cepat habis diminggu kedua. Jadi saya selalu mengusahakan untuk menyelamatkan produk yang kemungkinan habis sesegera mungkin. Tanggal paling ideal buat order bagi saya adalah tanggal 2-5. Selanjutnya kurang aman untuk stoknya. Mengapa bukan tanggal 1?


Sebab tanggal 1 biasanya suka ada error-error. Kalau sedang mau klaim hadiah tertentu saya akan lebih memilih tanggal 2 atau 3 saat web Oriflame sudah stabil. Produk yang paling cepat habis di Oriflame bisa diperkirakan. Biasanya yang promonya paling gede. Bukan hanya yang paling murah ya. Produk yang paling mahal pun bisa out of stock jika orang tahu promonya lumayan hemat terus belum tentu akan dapat harga yang lebih hemat lagi dari harga tersebut.



Membeli produk promo dengan jumlah lebih banyak sudah biasa saya lakukan. Terutama produk yang saya sendiri menggunakannya. Ibarat kata bisa disimpan untuk pemakaian pribadi ketika dibutuhkan. Walaupun keseringan saya tetap kekurangan stok meskipun sudah membeli produknya lebih bnayk dari jumlah orderan pelanggan.


Saya tidak percaya produk Oriflame itu susah jualnya. Produk abal-abal saja bisa laris manis di pasaran. Apalagi produk original seperti Oriflame. Hanya kembali lagi ke kita sendiri. Bisa menjualnya atau tidak. Bisa promosi atau tidak. Jangan takut untuk promosi dan jangan lelah. Soalnya kita tidak tahu kapan orang akan mapir buat beli. Kadang saya heran sama orang yang merasa lelah promosi di facebook. Capek katanya karena tak ada yang beli. Personal branding di sosial media itu butuh waktu. Dalam satu dua kali promosi terus meledak penjualannya itu rezeki. Namun normalnya butuh waktu dan bukan satu dua status buat jualan laris di sosial media. Nanti saya bagi triknya buat jualan Oriflame lebih laris ya!

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cara Mengetahui Orang Stalking Twitter Kita, Siapa Stalkersmu?

Siapa yang sudah menggunakan jejaring sosial yang satu ini? Sudah punya banyak temankah di sana? Mention bagaimana? Banyak juga yang hadir setiap harinya? Atau kadang merasa 'twitter' itu mirip dengan kuburan karena bingung mau ngapain aja di sana. Banyak memang orang yang pada awalnya kebingungan menggunakan twitter. Apa yang sebaiknya dilakukan. Apa yang sebaiknya ditulis. Akun seperti apa yang sebaiknya diikuti. Semuanya sebenarnya kembali lagi ke pribadi masing-masing ingin menggunakannya seperti apa. Karena konsekuensinya juga ditanggung diri masing-masing. Apa yang kita tanam itulah yang akan kita tuai. Lama-lama, alah bisa karena biasa akan berlaku. Sebab memang kalau sudah sering membaca lini masa dan sudah mengikuti banyak akun. Kita akan menemukan pola ngetwit kita sendiri. Meskipun demikian, bukan itu yang ingin dibahas dalam tulisan ini. Saya rasa banyak yang penasaran dengan cara mengetahui orang yang stalking akun twitter kita. Orang yang melakukanny

Hati-Hati Belanja di Tokopedia Pakai AnterAja

Selama ini saya selalu puas belanja di berbagai marketplace yang ada di Indonesia termasuk di Tokopedia. Karena selama ini pengirimannya yang saya gunakan ya itu-itu saja. Kalau nggak JNE ya JNT. Pernah juga menggunakan SiCepat. Sudah lama sekali tidak berbelanja di Tokopedia dan saya bulan ini ingin beli kamera dan di Tokopedia saya menemukan kamera yang saya inginkan.  Prinsip saya begitu order langsung bayar supaya barang cepat sampai. Saya tidak sadar kalau pengiriman yang default di aplikasi adalah ekspedisi AnterAja. Tidak pernah menggunakan dan baru dengar. Karena saya pikir memang AnterAja melayani sampai ke Pontianak ya nggak ada masalah dengan pengirimannya. Sampai akhirnya saat tulisan ini saya posting, paket kamera yang saya beli tak kunjung sampai. Googling sana-sini. Buka twitter buat komplain hingga akhirnya menemukan banyaknya orang yang komplain dibandingkan puas dengan layanannya dan bahkan review di google juga jelek. Banyak sekali yang memberikan bintang satu. Terma

Menulis 500 Kata

Sekarang sepertinya harus bekerja lebih keras lagi. Saya banyak sekali menulis artikel yang terlampau pendek. Bahkan banyak sekali postingan yang hanya berisikan gambar. Kalau hanya seperti itu saya yakin banyak orang yang akan bisa membuat postingan jauh lebih banyak dari yang saya bisa lakukan. Jadi sekarang sepertinya saya harus mengubah tantangannya menjadi lebih menarik. Saya harus menulis setidaknya 500 kata untuk setiap artikel yang saya buat. Supaya lebih terasa menantang dan saya tak hanya sambil lalu lagi mengupdate blognya. Sebab akhir-akhir ini ketika menyelesaikan jumlah postingan saya akhirnya suka mengambil beberapa gambar yang sudah saya unggah di instagram dan memasukkannya ke blog menjadikannya satu postingan. Padahal hanya diikuti satu dua kata saja. Bahkan pernah tak ada tulisan apa-apa. Memang menulis 10 postingan sehari bukanlah hal yang mudah untuk membagi waktu dengan persiapan pernikahan. Tapi tantangan memang harus dibuat seberat mungkin bukan? Bukan