Langsung ke konten utama

Mau Cara Membuat Selai Nanas yang Enak? Perhatikan Dulu Hal Ini



Apa yang pertama kali terpikir kala mendengar frasa selai nanas? Kebanyakan di antara kita mungkin akan menjawab bagian dari cara membuat kue nastar. Tidak salah, sih, tapi tentu saja selai nanas bisa dipakai untuk keperluan berbeda. Kegunaan selai nanas selain untuk isian kue nastar adalah sebagai topping kue-kue unik racikan kamu sendiri. Selai nanas bisa juga digunakan untuk keperluan sederhana seperti isian roti tawar saat sarapan.

Secara umum, cara membuat selai nanas sangat sederhana dan bisa dibagi menjadi tiga. Pertama, memperkecil ukurannya. Kedua, memasak. Ketiga, memasukkan bahan tambahan seperti gula, kayu manis, dan garam saat airnya mulai mengering.

Mudah, ya? Kamu tentu sudah melihatnya di beberapa laman web lain. Namun, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan.

1. Tips Memilih Nanas
Nanas yang berkualitas penting untuk mendapatkan selai nanas yang juga berkualitas. Oleh karena itu, pilih nanas yang benar-benar matang agar aroma selai yang nanti dibuat harum dan rasanya segar.

Dalam memilih nanas untuk membuat isian kue nastar, ada satu hal yang perlu diingat: nanas terbaik tidak akan didapatkan di bulan puasa, terutama mendekati lebaran. Ya, kita bisa jadi sudah kehabisan karena orang lain sudah terlebih dahulu membelinya.

2. Diparut atau Diblender?
Setelah mendapatkan nanas yang baik, kamu tentu perlu mengupas dan mencucinya. Setelah itu, ada orang yang lebih suka memarutnya. Ada pula yang lebih memilih untuk memotongnya kecil-kecil, lalu meletakkannya di blender.

Mana yang lebih baik? Diparut atau diblender?

Kalau bicara kepraktisan, memblender nanas untuk dijadikan selai tentu saja adalah pilihan yang tepat. Nanas akan lebih mudah hancur.

Tetapi ada juga yang lebih suka memarut nanas alih-alih memblender. Alasannya, memblender membutuhkan air yang tidak sedikit. Ini justru akan membuat proses memasak lebih lama karena nanas termasuk buah yang banyak memiliki kandungan air. Sebaliknya, memarut akan membuat proses memasak lebih singkat karena tak membutuhkan tambahan air.

Parutlah nanas dengan parutan keju. Alasannya, parutan keju lebih tajam daripada parutan kelapa. Selain itu, kemungkinan tangan terparut lebih kecil. Penggunaannya pun tidak banyak menghabiskan tenaga dibanding menggunakan parutan kelapa.

3. Memasak Nanas
Setelah diparut (atau diblender), masak nanas hingga kandungan air mengering dengan api sedang. Dalam memasak nanas, jangan langsung memasukkan gula karena membuat kandungan airnya lebih sulit mengering.

Masukkan gula, kayu manis, dan sedikit garam saat air sudah mau habis. Kalau kamu adalah seorang penggemar nanas puritan, ingin menikmati selai nanas yang benar-benar alami tanpa bahan tambahan apapun, langkah ini tidak perlu dilakukan. Tapi mungkin rasanya akan sedikit berbeda, kecuali kamu beruntung dengan mendapatkan nanas yang sudah manis alami.

4. Berapa gram? Berapa sendok teh?
Meskipun sama-sama resep membuat selai nanas, setiap resep memiliki ukurannya sendiri-sendiri. Ada yang gulanya 100gram untuk setiap 500gram selai nanas, ada pula yang 175 gram untuk 4 buah nanas kecil atau 2 buah nanas besar. Belum lagi jumlah garamnya. Ada yang setengah, seperempat, maupun seperdelapan sendok teh.

Bahan-bahan lainnya lebih bervariasi. Ada yang menggunakan cengkeh, kayu manis, jeruk limau, hingga vanili.

Ukuran mana yang benar? Bahan mana yang seharusnya saya abaikan?

Tidak ada yang paling benar maupun paling salah di sini. Semua disesuaikan dengan selera. Namun ada satu hal yang mudah-mudahan bisa mengurangi bingung kita: tanya Ibu. Selera kita biasanya tak jauh dari selera orang tua. Pakai saja resep membuat selai nanas milik ibu kita sendiri untuk dijadikan patokan. Selanjutnya, kita bisa menambah sekaligus mengurangi bahan-bahan tertentu berdasarkan patokan tersebut.

Selamat bertualang rasa!

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cara Mengetahui Orang Stalking Twitter Kita, Siapa Stalkersmu?

Siapa yang sudah menggunakan jejaring sosial yang satu ini? Sudah punya banyak temankah di sana? Mention bagaimana? Banyak juga yang hadir setiap harinya? Atau kadang merasa 'twitter' itu mirip dengan kuburan karena bingung mau ngapain aja di sana. Banyak memang orang yang pada awalnya kebingungan menggunakan twitter. Apa yang sebaiknya dilakukan. Apa yang sebaiknya ditulis. Akun seperti apa yang sebaiknya diikuti. Semuanya sebenarnya kembali lagi ke pribadi masing-masing ingin menggunakannya seperti apa. Karena konsekuensinya juga ditanggung diri masing-masing. Apa yang kita tanam itulah yang akan kita tuai. Lama-lama, alah bisa karena biasa akan berlaku. Sebab memang kalau sudah sering membaca lini masa dan sudah mengikuti banyak akun. Kita akan menemukan pola ngetwit kita sendiri. Meskipun demikian, bukan itu yang ingin dibahas dalam tulisan ini. Saya rasa banyak yang penasaran dengan cara mengetahui orang yang stalking akun twitter kita. Orang yang melakukanny

Hati-Hati Belanja di Tokopedia Pakai AnterAja

Selama ini saya selalu puas belanja di berbagai marketplace yang ada di Indonesia termasuk di Tokopedia. Karena selama ini pengirimannya yang saya gunakan ya itu-itu saja. Kalau nggak JNE ya JNT. Pernah juga menggunakan SiCepat. Sudah lama sekali tidak berbelanja di Tokopedia dan saya bulan ini ingin beli kamera dan di Tokopedia saya menemukan kamera yang saya inginkan.  Prinsip saya begitu order langsung bayar supaya barang cepat sampai. Saya tidak sadar kalau pengiriman yang default di aplikasi adalah ekspedisi AnterAja. Tidak pernah menggunakan dan baru dengar. Karena saya pikir memang AnterAja melayani sampai ke Pontianak ya nggak ada masalah dengan pengirimannya. Sampai akhirnya saat tulisan ini saya posting, paket kamera yang saya beli tak kunjung sampai. Googling sana-sini. Buka twitter buat komplain hingga akhirnya menemukan banyaknya orang yang komplain dibandingkan puas dengan layanannya dan bahkan review di google juga jelek. Banyak sekali yang memberikan bintang satu. Terma

Menulis 500 Kata

Sekarang sepertinya harus bekerja lebih keras lagi. Saya banyak sekali menulis artikel yang terlampau pendek. Bahkan banyak sekali postingan yang hanya berisikan gambar. Kalau hanya seperti itu saya yakin banyak orang yang akan bisa membuat postingan jauh lebih banyak dari yang saya bisa lakukan. Jadi sekarang sepertinya saya harus mengubah tantangannya menjadi lebih menarik. Saya harus menulis setidaknya 500 kata untuk setiap artikel yang saya buat. Supaya lebih terasa menantang dan saya tak hanya sambil lalu lagi mengupdate blognya. Sebab akhir-akhir ini ketika menyelesaikan jumlah postingan saya akhirnya suka mengambil beberapa gambar yang sudah saya unggah di instagram dan memasukkannya ke blog menjadikannya satu postingan. Padahal hanya diikuti satu dua kata saja. Bahkan pernah tak ada tulisan apa-apa. Memang menulis 10 postingan sehari bukanlah hal yang mudah untuk membagi waktu dengan persiapan pernikahan. Tapi tantangan memang harus dibuat seberat mungkin bukan? Bukan