25 September 2018

Benikahan

Jika menikah itu seperti salat,
akankah kamu menunggu mukena kesukaanmu kering baru kamu salat
atau menggunakan mukena yang mana saja
asalkan bisa melaksanakan salat tepat pada waktunya? - Andika



Ance', laki-laki yang namanya akan abadi sebagai binti dinamaku sendiri. Laki-laki yang sudah puluhan tahun ini menjadi pendamping hidup Umak. Duduk di kursi kayu yang selalu menjadi kebiasaannya sejak aku masih kecil. Belum ada kopi di atas meja seperti biasanya. Sebab dia duduk di sana bukan sedang ingin minum kopi dengan beberapa potong pisang goreng yang masih hangat. Dia menatapku tajam. Dahiku berkerut. Baru kali ini Ance' memaksakan keinginannya di atas keinginanku. Aku tak menunjukkan persetujuan.

“Pokoknya, Ancek ndak mau tahu!”

Suara keras Ance' membuatku pucat. Umak memecah kebekuan di antara kami berdua dengan meletakkan segelas kopi di meja dekat Ance'.

“Mak...”

Perempuan itu melirikku sebentar kemudian tak menyahut dan kembali beringsut ke dapur. Dia tahu, Ance' tak bisa ditawar-tawar soal ini. Sayangnya ini masalah hidupku. Pernikahanku.

“Resepsinya ikut adat Ance'.”

“Tapi adat Ance' sudah kuno. Sekarang tahun berapa Ce'?”

“Kalau tak ada saprahan, tak ada tarup, Ance' pastikan tak ada pernikahan.”

Laki-laki itu. Keras. Bagai batu. Selama ini tak banyak bicara padaku. Segalanya Umak yang memutuskan. Apabila Umak mengatakan iya, Ance' juga iya. Siang yang panas itu terasa semakin panas. Pernikahanku yang seharusnya bisa berjalan seperti yang aku bayangkan selama ini tiba-tiba runtuh. Impianku mengenakan gaun yang aku suka, duduk di pelaminan di gedung yang megah. Dekorasi yang mewah. Buyar seketika. Ance' ingin pernikahanku diadakan sebagaimana adat yang dia pegang selama ini. Adat Sambas.

Saprahan adalah tradisi wajib yang selalu ada. Makan dengan mengelilingi makanan yang disajikan untuk enam orang, di lantai, tentu saja makannya dengan tangan. Aku malu mengadakan pernikahan seperti itu. Bagaimana dengan Andika? Apakah dia mau pernikahannya ternyata seperti itu? Suara tanjidor di mana-mana. Tanjidor? Alat musik kuno itu? Era digital begini masih ada orang yang menggunakan jasa tanjidor untuk menghibur orang yang hadir di pernikahan. Apa bagusnya?

“Ilana sudah menyiapkan semuanya Ce'. Gedung sudah disewa. Pakaian pengantin juga. Makanan juga disiapkan oleh koki pilihan kami. Tak perlu repot pake pasang tarup segala.”

Aku membayangkan duduk di pelaminan di tarup yang reot. Tarup, bangunan sementara yang dibuat memanjang dengan atap di atasnya sebagai tempat tamu undangan makan besaprah. Aku, yang kuliah sampai keluar negeri begini dipaksa mengikuti adat lama yang usang itu? Bagaimana caranya aku menunjukkan pada teman-temanku yang lain? Mereka yang sudah lahir sebagai manusia modern. Mau ditaruh di mana mukaku nanti? Gengsiku sebagai lulusan luar negeri dan bekerja di perusahaan besar akan hancur. Mereka akan menertawakanku. Imej yang selama ini kubangun akan musnah dalam satu hari saja. Kemudian, aku akan menjadi bahan ejekan di kantor.

Itu kalau aku masih bernasib baik melangsungkan pernikahan. Bagaimana dengan Andika sendiri? Aku curiga dia malah mundur dan membatalkan pernikahan karena tak mau mengikuti pernikahan yang akan dilangsungkan dalam adat Sambas.

“Ance' tahu Ilana, uangmu sekarang sudah banyak. Kamu tak butuh uang lagi dari Ance' untuk apa pun. Bahkan kopi yang sekarang Umakmu hidangkan ini menggunakan uangmu bukan?”

“Bukan begitu maksud Ilana. Ce'.”

Tiba-tiba aku tertusuk dengan segala ucapan Ance' yang pelan itu. Dia kemudian menyeruput kopi hitamnya tanpa menatapku. Pandangannya kosong ke langit-langit rumah.

“Jelaskan pada Ance', Ilana. Ance'-mu yang kolot dan tak sekolah ini.”

Mata laki-laki yang selama ini aku kenal sebagai laki-laki keras dan kuat itu berembun. Inilah saat-saat yang tak pernah aku inginkan. Aku tak mau membuatnya menangis. Ance' harus selalu tersenyum dan bangga melihat semua kesuksesanku. Aku berhasil kuliah sampai S3. Bekerja di perusahaan besar di Jakarta. Mendapatkan pendamping yang sepadan. Kurang apa lagi?

“Apa bedanya sih Ce'? Mau adat Sambas atau modern?”

“Ance' tak mau ada kotak amal di pernikahan anak Ance'. Kamu tak perlu membuang uangmu untuk hal yang tak perlu.”

“Kotak amal?”

“Apa salahnya ikut adat Sambas dan orang ngantar pakatan?”

Baiklah sekarang Ance' menambah satu lagi daftar adat yang ingin aku tolak ada di dalam pernikahanku. Pakatan? Tidak, aku tak butuh orang lain membawakan ayam, beras, dan telur sehari sebelum pernikahanku. Belum lagi ada hari kecil dan hari besar. Hari kecil orang-orang akan mengantar ayam, beras, dan telur ke rumah pengantin. Banyak sekali orang yang akan berkumpul dan bekerja bergotong-royong membangun tarup, memasak, dan menyiapkan rumah pengantin. Banyak juga yang akan meminjamkan piringnya dengan suka rela untuk digunakan selama pesta pernikahan. Aku tak butuh itu semua.

“Ance' tahu, kamu banyak uang Ilana. Banyak sekali uang yang kamu miliki. Tapi uang bukan segalanya.”

“Ance' tak bisa memutuskan sesuka hati begini, Ilana yang akan menikah. Bukan Ance'.”

“Memang bukan, Ance' hanya menjadi walimu dan tanpa wali kamu tak akan bisa menikah sama sekali Ilana.”

Tiba-tiba Ance' berdiri dan meninggalkanku. Adzan berkumandang Ashar sesaat setelah dia bangkit. Kopinya masih tersisa setengah. Mengingatkanku pada masa kecil yang dulu. Setiap kali Ance' salat Ashar di surau belakang rumah, aku buru-buru mencicipi kopinya yang sudah dingin. Ance' yang tak pernah berbicara serius denganku, sekarang membuat perdebatan yang sangat panjang. Sebab aku tak ingin menuruti kemauannya.

Umak muncul dari pintu dapur. Menatapku dalam. Pasti banyak yang ingin dia katakan. Sayangnya perdebatanku dengan Ance' sudah terlampau panjang untuk ditambah dengan perdebatan yang lain. Dia tak bisa memilih untuk menuruti suaminya atau anak perempuan satu-satunya yang sudah dewasa.

“Minumlah...”

Perempuan itu mendekatkan dan meletakkan gelas kopi Ance' di dekatku. Kopi hitam itu sudah mulai dingin. Aku menggeleng pelan.

“Umak tahu betapa sulitnya menerima kemauan Ance'-mu. Umak hanya yakin, inilah permintaan pertama dan terakhirnya. Sebelumnya pernahkah dia meminta apa-apa?”

Umak memang benar, Ance' tak pernah sekalipun meminta apa-apa. Dia selalu mengiyakan apa yang Umak terima. Tapi dia harusnya mengerti posisi anaknya. Semuanya jadi serba salah begini.

“Untuk apa sih Mak adat pernikahan pake adat lama?”

“Ilana, dengan saprahan tak banyak makanan yang akan sia-sia. Semua orang sudah mendapatkan porsi masing-masing. Tarup juga penting buat menghemat biaya gedung. Tak perlu sewa gedung yang megah, uangnya akan lebih baik disimpan atau disedekahkan. Pakatan apalagi. Semua orang akan membawakan apa yang mereka punya untuk kita. Sama seperti yang Umak selama ini lakukan untuk pernikahan anak cucu mereka. Menuai apa yang telah kita tanam Ilana. Semua orang tidak hanya datang sebagai tamu, tapi mereka akan terlibat di dalamnya. Bergotong-royong. Bekerja sama membantu pernikahanmu nantinya.”

“Jadi Umak mendukung pilihan Ance'?”

Suaraku sedikit meninggi. Umak menggelengkan kepalanya pelan.

“Umak hanya menjelaskan alasan Ance'-mu memilih menggunakan adat Sambas, Nak. Jika kita mengikuti adat tersebut kita tak perlu memajang kotak amplop di dekat pelaminan. Pernikahan bukan acara komersil. Untuk apa kita meminta uang dari tamu yang datang?”

“Adat orang kota memang begitu, Mak. Tak perlu repot-repot acaranya sampai dua hari. Orang lain juga tak perlu sampai harus bantu-bantu memasak. Iya kalau masakannya enak.”

“Ilana, mau seperti apa pernikahanmu nantinya, Umak tetap akan hadir dan mendampingimu.”

Ucapan Umak membuatku terdiam. Aku berusaha mencerna semua hal yang lewat di dalam kepalaku.

“Minumlah supaya hatimu tenang.”

Kopi hitam di dalam gelas itu sekarang sudah benar-benar dingin. Aku meraihnya dan menenggaknya hingga tandas. Rasanya yang manis dan pahit membaur di lidah. Rasa kopi ini masih sama seperti dulu. Sama seperti waktu aku suka curi-curi minum saat Ance' pergi ke surau.

Aku masih duduk di kursi yang tadi ketika Ance' datang. Dia sudah selesai salat. Wajahnya tak menunjukkan ekspresi yang bisa ditebak. Selalu seperti itu. Puluhan tahun dan aku tak pernah tahu apa yang sebenarnya dia simpan di balik wajahnya itu.

“Ance' lihat ada mobil Andika di depan surau. Selesai salat Ashar, susul dia.”

Kabar yang Ance' sampaikan membuatku bergegas mengambil air wudhu di belakang rumah. Andika pasti ingin membicarakan masalah resepsi pernikahan kami. Padahal belum ada kata sepakat di antara Ance' dan aku. Bagaimana sekarang aku harus menjelaskannya pada Andika?

Aku melipat sajadah yang kugunakan untuk salat dan beranjak keluar. Sandal jepit terpasang di kakiku dan belum sempat aku melangkah lebih jauh Andika sudah berada di depanku. Dia tersenyum seperti biasanya. Tanpa tahu pernikahan kami berdua terancam batal. Aku tak mau membatalkan rencana resepsi itu dan mengikuti adat Sambas. Ance' sendiri juga sudah mantap tak mau mengikuti caraku. Keruntuhan yang sempurna. Padahal lamaran Andika adalah yang selama ini aku tunggu-tunggu.

“Maaf aku datang tiba-tiba, tak mengabarimu, Ilana. Ada banyak hal yang ingin aku sampaikan.”

“Aku juga ingin menyampaikan sesuatu.”

Aku menghela napas panjang. Tak bisa kubayangkan apa yang akan Andika pilih.

“Sebaiknya kita bicara di tempat lain, jangan di sini.”

Andika mengangguk.

“Pantai Sinam saja.”

Kami melangkah menuju jembatan tak jauh dari rumahku. Menuju warung kopi yang berdiri di sepanjang Pantai Sinam, Pemangkat. Kami sudah duduk di warung yang paling ujung. Tak banyak pengunjung yang datang ke sini. Dua minuman es kelapa muda pun sudah ada di meja. Namun berat bagiku mengatakan perdebatanku dengan Ance'.

“Apa yang ingin kamu sampaikan Ilana?”

“Sebaiknya kamu dulu, sepertinya penting sekali.”

“Orang tuaku tidak setuju dengan konsep pernikahan kita.”

Rasanya aku mendengar petir menyambar. Sekarang bukan hanya orang tuaku yang mempermasalahkan konsep pernikahan kami? Orang tua Andika juga. Kabar buruk apa lagi yang belum aku dengar hari ini?

“Bagus itu, karena itu artinya kita batal menikah.”

“Apa maksudmu Ilana?”

“Aku lelah Andika. Kita sudah membuat konsep ini berbulan-bulan sebelumnya. Semuanya sudah matang dan tak ada yang ingin mengikuti konsep yang sudah kita buat?”

“Bukannya kita tinggal ikuti saja konsep yang sudah mereka buat?”

“Kamu tahu, bukan hanya orang tuamu yang tak setuju dengan konsep pernikahan kita, tapi orang tuaku juga. Lebih menyebalkan lagi Umak menyebut konsep pernikahan modern itu seperti acara komersil. Ance' lebih parah lagi. Dia bilang tak perlu memajang kotak amal di pelaminan.”

“Gara-gara itu kamu ingin membatalkannya, Ilana?”

“Andika, kamu pikir gampang ya membuat konsep pernikahan? Sekarang sudah dekat dan orang tua kita dengan egoisnya menolak rencana kita.”

“Apa kamu sungguh-sungguh mencintaiku, Ilana?”

“Jangan sekarang, Andika. Aku tak ingin berdebat lagi. Lebih baik kita pulang dan pikirkan baik-baik lagi soal pernikahan kita.”

“Menurutmu apa sih pernikahan itu?”

Aku tak menyahut dan melangkah meninggalkan Andika. Buru-buru dia meletakkan beberapa lembar uang untuk membayar minuman yang sama sekali tak kami sentuh. Dia mengejarku. Tak menahanku. Berdiri di sampingku mengikuti ke mana langkahku menuju.

“Ilana, pernikahan itu ibadah. Aku tak peduli dengan konsep apa pun. Buatku, bisa lancar mengucapkan ijab kabul itu sudah lebih dari cukup.”

Aku menghentikan langkahku dan menatap matanya dalam-dalam. Rasanya aku tak sanggup lagi menahan air mataku sendiri.

“Benarkah semua itu tak penting buatmu? Apa kamu tidak malu nantinya orang harus makan dengan cara saprahan di tarup pula. Belum lagi sehari sebelum kita menikah akan banyak orang yang datang untuk mengantar pakatan.”

“Ilana, jika menikah itu seperti salat, akankah kamu menunggu mukena kesukaanmu kering baru kamu salat atau menggunakan mukena yang mana saja asalkan bisa melaksanakan salat tepat pada waktunya?”

Aku terdiam. Andika membuatku kalah telak.

“Tapi bagaimana dengan keinginan orang tuamu?”

“Aku rasa mereka sudah sepakat dengan konsepnya.”

Aku mengikuti tatapan mata Andika. Dari kejauhan aku melihat kedua orang tuanya yang sedang tertawa bersama kedua orang tuaku. Di dekat mereka ada kakek tua ketua tanjidor kampungku yang mengangguk-anggukkan kepalanya. Aku tersenyum lega. Baiklah jika memang harus demikian konsepnya. Saprahan pun saprahanlah.... Paling penting aku bisa bersanding di pelaminan dengannya. Laki-laki ini.

24 September 2018

Tetangga Rumah Susun 111 Bagian 1


Hampir pukul 12 malam saat suami saya keluar untuk membuang sampah dan melirik tetangga sebelah rumah yang baru pulang. Diantar jejaka sepantaran usianya. Belum sampai di anak tangga paling bawah dia berpapasan dengan jejaka lainnya yang sepertinya juga sepantaran dengan tetangga sebelah dan jejaka yang mengantarnya.

Dua jejaka yang berpapasan dengan suami saya itu melesat naik dan menyusul ke pintu rumah tetangga sebelah. Tetangga sebelah rumah itu sebenarnya penghuni baru setelah tetangga rumah nomor 111 harus pindah karena pemilik rumah susun sewa ini tak berniat memperpanjang kontraknya. Habisnya tetangga sebelumnya itu pernah keciduk satpol PP saat razia rumah-rumah sewa. Sempat masuk berita di TV lokal sebagai rumah sewa mesum.

Oiya kalau saya dan suami menempati rumah susun nomor 110. Posisinya dekat dengan tangga.


Balik lagi ngomongin tetangga nomor 111 yang baru. Saya tak tahu namanya sebenarnya karena saya sendiri jarang nongkrong ke tetangga rumah sini. Jadi ternyata yang mengantarkannya itu sepertinya pacarnya yang baru dan diajak masuk ke dalam rumah. Tak masalah sih sebenarnya lawan jenis main ke rumah bagi saya asal tahu waktunya saja. Jangan tengah malam jugalah ya. Mau ngapain malam-malam kan? 🤣🤣🤣

Dua jejaka yang menyusul secepat kilat yang tadi berpapasan sama suami di tangga kayaknya pacar lamanya. Entah sudah putus atau belum tak jelas ceritanya. Tapi pacar lama tak terima si tetangga ini membawa lawan jenis ke rumahnya malam buta. Yaiyalah saya saja keberatan kalau sampai rumah sewa di sini banyak yang mesum dan terciduk satpol PP.

Endingnya saya tak tahu karena suami hanya melihat sekilas pertengkaran mereka dan buru-buru masuk rumah. Sudah malam soalnya. Ikan mau bobo.


19 September 2018

Familiar Wife Kdrama





Jadi inti dari drama Familiar Wife adalah sebagai berikut.

1. Jodoh tak ke mana.
2. Tak ada rumput yang lebih hijau, bisa jadi rumput yang terlihat lebih hijau itu adalah rumput plastik.
3. Jangan pernah berpikir 'what if' alias 'seandainya aku tak menikah dengannya'.
4. Pernikahan butuh bersabar dan bersyukur.

Menuju 2 episode terakhir tapi ending episode 14 pun dah lumayan. Tinggal menikmati 2 episode indah 15 dan 16.

Drama ini cocok ditonton sama pasangan suami istri yang mungkin sedang berada di titik seperti.

1. Bosan sama pasangan
2. Mulai ada indikasi CLBK
3. Menyesal menikah terlalu cepat
4. Silakan tambahkan sendiri

Beberapa drama terasa tak menarik gara-gara akting yang keren, soundtrack yang kece, dan ceritanya yang sesuai banget dengan realitas hidup. Ah bilang aja suka sama Jisung-shi. Drama yang tetap saya tonton meskipun tetap paling favorit Familiar Wife ini adalah drama di bawah ini.

1. Still 17
2. The Ghost Detective
3. The Guest
4. Lovely Horribly
5. Devilish Joy

Kalau tak ada lagi yang menarik saya harus mengeluarkan 2 tontonan yang tak tergantikan oleh drama apa pun yaitu.

1. Running Man
2. 2 Days 1 Night

13 September 2018

D-Vorce (Bagian 1)




Siapa bilang pernikahan adalah akhir bahagia? Pernikahan adalah awal dari lembaran masalah yang baru. -



"Aku ingin cerai."

Suara perempuan itu terdengar dingin. Lelaki yang berbaring di sampingnya beku beberapa saat. Ini sudah kesekian kalinya dia mendengar perempuan yang sudah menjadi istrinya selama 5 tahun itu meminta hal yang sama. Tak terbaca ekspresi di wajahnya karena cahaya remang di kamar. Dia menarik napas panjang berusaha mengeluarkan beban di dalam dadanya.

"Aku lelah."

"Tidurlah sudah malam."

Lagi-lagi, lelaki itu hanya menghindar saat mereka mulai membahas topik yang serupa. Sedang sang perempuan sudah merasa hubungan ini menyakitkan dan tak sanggup bertahan. Lalu mereka larut dalam lelap saling membelakangi.



12 September 2018

Menyelamatkan Produk Sebelum Out Of Stock


Sudah 4 tahun bergabung sebagai konsultan Oriflame saya sudah paham betul produk apa saja yang akan cepat habis diminggu kedua. Jadi saya selalu mengusahakan untuk menyelamatkan produk yang kemungkinan habis sesegera mungkin. Tanggal paling ideal buat order bagi saya adalah tanggal 2-5. Selanjutnya kurang aman untuk stoknya. Mengapa bukan tanggal 1?


Sebab tanggal 1 biasanya suka ada error-error. Kalau sedang mau klaim hadiah tertentu saya akan lebih memilih tanggal 2 atau 3 saat web Oriflame sudah stabil. Produk yang paling cepat habis di Oriflame bisa diperkirakan. Biasanya yang promonya paling gede. Bukan hanya yang paling murah ya. Produk yang paling mahal pun bisa out of stock jika orang tahu promonya lumayan hemat terus belum tentu akan dapat harga yang lebih hemat lagi dari harga tersebut.



Membeli produk promo dengan jumlah lebih banyak sudah biasa saya lakukan. Terutama produk yang saya sendiri menggunakannya. Ibarat kata bisa disimpan untuk pemakaian pribadi ketika dibutuhkan. Walaupun keseringan saya tetap kekurangan stok meskipun sudah membeli produknya lebih bnayk dari jumlah orderan pelanggan.


Saya tidak percaya produk Oriflame itu susah jualnya. Produk abal-abal saja bisa laris manis di pasaran. Apalagi produk original seperti Oriflame. Hanya kembali lagi ke kita sendiri. Bisa menjualnya atau tidak. Bisa promosi atau tidak. Jangan takut untuk promosi dan jangan lelah. Soalnya kita tidak tahu kapan orang akan mapir buat beli. Kadang saya heran sama orang yang merasa lelah promosi di facebook. Capek katanya karena tak ada yang beli. Personal branding di sosial media itu butuh waktu. Dalam satu dua kali promosi terus meledak penjualannya itu rezeki. Namun normalnya butuh waktu dan bukan satu dua status buat jualan laris di sosial media. Nanti saya bagi triknya buat jualan Oriflame lebih laris ya!

Mari Menulis Fiksi




Menulis fiksi sebenarnya dalah hal yang paling saya suka sejak dulu. Sejak ngeblog menulisnya tidak hanya fiksi juga mulai nonfiksi. Banyak diantaranya adalah curhatan semata. Banyak sekali curhatan yang saya tuliskan di blog ini karena dulu tak banyak yang bisa mendengar curahatn hati saya dan saya lebih banyak di kamar dibandingkan berinteraksi dengan banyak orang.

Menulis itu seperti sebuah terapi. Sangat membantu ketika kita sedang berada pada keadaan gundah gulana. Hingga akhirnya menulis juga tak hanya menjadi sekadar hobi namun juga kemudian berubah menjadi pekerjaan yang bisa saya sebut saat orang bertanya apa pekerjaan saya setiap hari. Menulis. Ngeblog.


Sekarang setelah punya dua anak energi begitu terkuras dan banyak hal yang kemudian membuat saya mengetepikan blog ini. Lalu saya sadar akhirnya produktivitas saya sangat menurun. Padahal dulu tulisan saya selalu ada minimal 1 dalam sehari. Bhakn bisa lebih. Saya pikir saya tidak akan menjadi orang yang meninggalkan blognya. Saya pikir dulu saya akan setia menulis setiap hari tanpa peduli bagus atau tidak tulisan itu.

Sekarang saya mencoba mengumpulkan lagi kekuatan untuk menulis. Terutama menulis fiksi yang sudah lama tak saya lakoni. Ah ternyata saya lebih banyak menulis dengan penuh semangat saat masih menggunakan buku dan pena. Sekarang lebih mudah menulis mengunakan smartphone tetapi semangat saya yang kendor.

Saya rindu dengan diri saya yang dulu suka nyampah di blog sendiri. Yap! Saya mau tak mau setuju dengan komentar seseorang yang mengatakan bahwa saya nyampah di blog. Namun itu adalah proses perjalanan yang harus saya lewati hingga akhirnya saya seperti sekarang. Menulisnya lumayan mikir. Tak hanya menulis dengan penuh emosional karena marah atau bahagia. Lalu saat akan menceritakan sesuatu juga selalu berpikir apakah hal tersebut layak atau tidak ditayangkan di blog ini.

Tak bisa melupakan bahwa seoarang ada yang harus saya jaga yaitu suami dan anak-anak. Banyak hal hanya bisa disimpan di dalam rumah tidak perlu dibocorkan ke media. Walaupun masih banyak sekali orang yang tak menggunakan sosial media dengan bijaksana.


10 September 2018

VRCI rasakan sensasi Honda CB Verza 150 BikePacker Touring ke Singkawang



Pontianak - PT Astra International, Tbk Honda Cabang Pontianak yang merupakan Main Dealer Honda Wilayah Kalimantan Barat menggelar event community yang bertajuk honda CB150 Verza Bikepacker Touring, Sabtu (8/9) yang di ikuti oleh puluhan Bikes Honda.


Mengundang para bikers Honda yang tergabung di bawah Paguyuban Honda West Borneo Community seperti Verza Rider Club Indonesia (VRCI), Honda Streetfire Club Indonesia (HSFCI) , dan komunitas lainnya.

Mengambil titik start Halaman Main Dealer Honda, para bikers berkumpul dan bersiap untuk touring menuju Taman Pasir Panjang, Singkawang.
Bro Bryan, salah satu anggota komunitas VRCI Pontianak mengatakan kegiatan ini sangat menyenangkan karena dapat bersilahturahmi dengan komunitas lainnya sambil touring bersama.


"Kami bersama Paguyuban HWBC dan Astra Motor menghabiskan waktu bersama di akhir pekan ini. Dalam kegiatan ini selain touring bersama, kami juga refreshing, lebih mempererat tali silaturahmi sekaligus sharing dan diskusi," ujarnya.


Selain peserta dari Pontianak, ada juga bikers luar Pontianak yang ikut dalam acara ini seperti perwakilan VRCI Ketapang, VRCI Sintang, dan VRCI Sanggau. Dalam perjalanan touring peserta mengunjungi di salah satu lokasi wisata Mempawah yakni Keraton Amantubillah Mempawah. Setelah menikmati keindahan salah satu bangunan bersejarah di Istana kerajaan Mempawah, peserta malanjutkan perjalanan menuju Taman Pasir Panjang Singkawang.

Sesampainya di Taman Pasir Panjang Singkawang, para bikers dimanjakan dengan keindahan alam bersama hidangan santap makan siang bersama dilokasi pantai sambil ber istirahat sejenak dan di lanjutkan Rolling City melintasi Kota Singkawang guna memperkenalkan ketangguhan CB Verza 150 di jalanan.

Kegiatan ini kami helat untuk menjalin tali silaturahmi antar komunitas motor Honda Kalbar dan Astra Motor, sekaligus lebih memperkenalkan lagi produk unggulan Honda yaitu New Honda CB150 Verza ujar Dony Adrian, PIC Community Pontianak.

All New Honda CB150 Verza menghasilkan performa berkendara yang maksimal dengan dibekali mesin 150cc, 4-Langkah, SOHC, Silinder Tunggal, 5-Kecepatan yang menerapkan sistem suplai bahan bakar PGM-FI yang sudah diimprovisasi.

Mesinnya bertenaga, responsif, ramah lingkungan serta menghasilkan konsumsi bahan bakar terhemat di kelasnya, yaitu 46.3 km/liter (EURO 2) dan 43.5 km/liter (EURO 3) berdasarkan hasil metode ECE R40.

All New Honda CB150 Verza tersedia dengan 2 tipe, yakni Cast Wheel dan Spoke Wheel. Tipe Cast Wheel hadir dengan pilihan warna Masculine Black, Bold Red, dan Macho Silver.
Sementara itu, untuk tipe Spoke Wheel hadir dengan warna Masculine Black. Model ini dipasarkan dengan harga OTR Pontianak Rp. 21.300.000 untuk tipe Cast Wheel dan harga OTR Pontianak Rp. 20.640.000 untuk Spoke Wheel. (*)




Pontianak, 10 September 2018
PT Astra International tbk Honda Cabang Pontianak

7 September 2018

Jurnalis Kalbar ikuti Edukasi Safety Riding




Pontianak, Astra Motor mengajak jurnalis Kalbar mengikuti edukasi  safety riding untuk Jurnalis Kalbar media Cetak dan Digital Pontianak yang bertempat di Main Dealer Training Centre ( MDTC ) HSO Pontianak pada tanggal 02 September 2018 yang dihadiri puluahan jurnalis Kalbar. Hal ini dilakukan sebagai wujud komitmen Honda untuk menyebarkan virus berkendara aman pada setiap lapisan masyarakat khusus nya jurnalis Kalbar.

Seiring perkembangan zaman, jurnalis memiliki aktivitas dan mobilitas yang tinggi. Bukan hal yang mengherankan lagi jika para jurnalis naik kendaraan bermotor untuk mendukung kegiatannya sehari-hari.

Salah satu kendaraan yang banyak dipilih adalah motor untuk melakukan aktivitas sehari-hari. Apalagi motor matic yang sangat mudah dioperasikan. Namun sayangnya, tidak semua orang punya kesadaran dalam berkendara yang aman dan nyaman demi keselamatan. Meski sudah memiliki motor, nyatanya belum semua orang paham pentingnya safety riding.

Dony Adrian, Instruktur Safety Riding, menjelaskan Team Safety Riding cukup rutin menggelar edukasi safety riding melalui kampanye #Cari_aman di seluruh kota di Kalimantan Barat. Salah satu agenda pelatihan diperuntukan untuk pelajar, komunitas sepeda motor Honda, dan para karyawan.

Edukasi safety riding bertujuan memberikan pengetahuan teori dan praktek mengenai teknik dasar mengendalikan sepeda motor, selain itu juga mengajarkan untuk patuh terhadap undang-undang lalu-lintas beserta etika berkendara yang baik, kata Dony.

Puluhan jurnalis media online maupun cetak Pontianak, hadir menyimak teori-teori dasar berkendara. Hampir semua jurnalis Pontianak mengendarai motor setiap harinya untuk bekerja, dari satu lokasi ke lokasi yang lain. Tentunya risiko di jalan raya sangat besar mereka hadapi. "Ada tiga faktor penyebab kecelakaan di jalan raya, yaitu faktor kendaraan, lingkungan dan cuaca, dan faktor manusia. Percaya nggak, faktor manusia ini justru menjadi penyebab tertinggi kecelakaan di jalan raya. Lebih dari 90 persen," ungkap Dony Adrian, safety riding instruktur Astra Motor
Guna menguji kemampuan skill jurnalis yang mengikuti kegiatan ini team safety riding Astra Motor menggelar kompetisi safety riding antar jurnalis setelah mendapatkan materi teori & praktek dari instruktur safety riding.
Astra Motor berharap dengan adanya kampanye safety riding mampu memberikan kesadaran bagi para pengguna sepeda motor. Hal ini akan berujung pada penekanan angka kecelakaan lalu lintas.

Team Safety Riding

Mau Cara Membuat Selai Nanas yang Enak? Perhatikan Dulu Hal Ini



Apa yang pertama kali terpikir kala mendengar frasa selai nanas? Kebanyakan di antara kita mungkin akan menjawab bagian dari cara membuat kue nastar. Tidak salah, sih, tapi tentu saja selai nanas bisa dipakai untuk keperluan berbeda. Kegunaan selai nanas selain untuk isian kue nastar adalah sebagai topping kue-kue unik racikan kamu sendiri. Selai nanas bisa juga digunakan untuk keperluan sederhana seperti isian roti tawar saat sarapan.

Secara umum, cara membuat selai nanas sangat sederhana dan bisa dibagi menjadi tiga. Pertama, memperkecil ukurannya. Kedua, memasak. Ketiga, memasukkan bahan tambahan seperti gula, kayu manis, dan garam saat airnya mulai mengering.

Mudah, ya? Kamu tentu sudah melihatnya di beberapa laman web lain. Namun, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan.

1. Tips Memilih Nanas
Nanas yang berkualitas penting untuk mendapatkan selai nanas yang juga berkualitas. Oleh karena itu, pilih nanas yang benar-benar matang agar aroma selai yang nanti dibuat harum dan rasanya segar.

Dalam memilih nanas untuk membuat isian kue nastar, ada satu hal yang perlu diingat: nanas terbaik tidak akan didapatkan di bulan puasa, terutama mendekati lebaran. Ya, kita bisa jadi sudah kehabisan karena orang lain sudah terlebih dahulu membelinya.

2. Diparut atau Diblender?
Setelah mendapatkan nanas yang baik, kamu tentu perlu mengupas dan mencucinya. Setelah itu, ada orang yang lebih suka memarutnya. Ada pula yang lebih memilih untuk memotongnya kecil-kecil, lalu meletakkannya di blender.

Mana yang lebih baik? Diparut atau diblender?

Kalau bicara kepraktisan, memblender nanas untuk dijadikan selai tentu saja adalah pilihan yang tepat. Nanas akan lebih mudah hancur.

Tetapi ada juga yang lebih suka memarut nanas alih-alih memblender. Alasannya, memblender membutuhkan air yang tidak sedikit. Ini justru akan membuat proses memasak lebih lama karena nanas termasuk buah yang banyak memiliki kandungan air. Sebaliknya, memarut akan membuat proses memasak lebih singkat karena tak membutuhkan tambahan air.

Parutlah nanas dengan parutan keju. Alasannya, parutan keju lebih tajam daripada parutan kelapa. Selain itu, kemungkinan tangan terparut lebih kecil. Penggunaannya pun tidak banyak menghabiskan tenaga dibanding menggunakan parutan kelapa.

3. Memasak Nanas
Setelah diparut (atau diblender), masak nanas hingga kandungan air mengering dengan api sedang. Dalam memasak nanas, jangan langsung memasukkan gula karena membuat kandungan airnya lebih sulit mengering.

Masukkan gula, kayu manis, dan sedikit garam saat air sudah mau habis. Kalau kamu adalah seorang penggemar nanas puritan, ingin menikmati selai nanas yang benar-benar alami tanpa bahan tambahan apapun, langkah ini tidak perlu dilakukan. Tapi mungkin rasanya akan sedikit berbeda, kecuali kamu beruntung dengan mendapatkan nanas yang sudah manis alami.

4. Berapa gram? Berapa sendok teh?
Meskipun sama-sama resep membuat selai nanas, setiap resep memiliki ukurannya sendiri-sendiri. Ada yang gulanya 100gram untuk setiap 500gram selai nanas, ada pula yang 175 gram untuk 4 buah nanas kecil atau 2 buah nanas besar. Belum lagi jumlah garamnya. Ada yang setengah, seperempat, maupun seperdelapan sendok teh.

Bahan-bahan lainnya lebih bervariasi. Ada yang menggunakan cengkeh, kayu manis, jeruk limau, hingga vanili.

Ukuran mana yang benar? Bahan mana yang seharusnya saya abaikan?

Tidak ada yang paling benar maupun paling salah di sini. Semua disesuaikan dengan selera. Namun ada satu hal yang mudah-mudahan bisa mengurangi bingung kita: tanya Ibu. Selera kita biasanya tak jauh dari selera orang tua. Pakai saja resep membuat selai nanas milik ibu kita sendiri untuk dijadikan patokan. Selanjutnya, kita bisa menambah sekaligus mengurangi bahan-bahan tertentu berdasarkan patokan tersebut.

Selamat bertualang rasa!

6 September 2018

Video dan Lirik Lagu Kamil Onte ft taZki Acapella - Yok Idop Sehat


Musik adalah bahasa yang universal. Lewat lagu kita bisa menyampaikan banyak hal. Tidak hanya mengumandangkan cinta dan lara. Tapi juga nasihat-nasihat baik yang berguna bagi banyak orang terutama masyarakat di sekitar kita. Seperti lagi Yok Idop Sehat ini yang memang dibuat untuk menghimbau orang supaya menjalani hidup yang sehat. Lengkap dengan tips yang bisa kita lakukan untuk menjalankannya. 

Lagunya tidak hanya menghibur namun juga bisa untuk mengingatkan kita bagaimana hidup sehat yang seharusnya. Bukankah kesehatan adalah segalanya. Tanpa kesehatan kita tidak bisa beraktivitas dan produktif. Yok idop sehat.





Yok Idop Sehat


Hei buda' buda', saye punye cerite
Cerite tentang hidup sehat bagaimane
Rajin olahraga stamina tetap terjage
Ayok kite semue jadi warge sehat sentose..
.
Reff :
Makan buah & sayuran dan cek kesehatan
Jangan sampai kite saket kedolo'an
Marilah kite terapkan same-same
Agar kite tetap sehat semuenye

Diri saye niii bukan nabi atau wali
Ape yang saye omong semuenye terbukti
Punye anak bayi jangan lupa imunisasi
Biar tumbuh sehat gizinye pon terpenuhi

Back to Reff:

Rap:
Gaye selembe, ngembos asap dimane-mane
Banyak orang betanya' ngape pulak bahaye
Nanti udah tue, ase' saket dade
Muke merengot bekalot tak bise ngape-ngape

Semue laok nak ditale
tak pakai pileh-pileh 'tok usus die
'pe agik narkoba semaok lior die
Semue dientam e tak miker akibat e

Semue orang tak heran
kalo berobat dah berabes duet sampe berutang
Tak suah olahraga badan ngembang
Kalo die bejalan, betateh lintang pukang

Sekarang saat e ubah idop kite
Banyak konsumsi buah kurangi kadar gule
Berikan contoh generasi anak cucu kite
Idop sehat sentose, indah pade waktunye

Ending:
Hei buda-buda', itulah cerite saye
Haroslah didengar, tak didengar bahaye
Ini nasihat untok kite semue
Agar hidup kite sehat dan bahagie

Lirik & Aransemen: Kamil Onte & taZki Acapella

Rapper: Syahrul (West Coast Borneo Rap)

Recording: F Studio Pontianak

Mixing & Mastering: Diky Fatih Project Jogjakarta

Kameraman: 99 Creative, Bagus Photographer

Editor: Bagus Photographer

Produksi: Promkes Dinas Kesehatan Kalbar, 2018

Jangan Lupa Saksikan Shopee 9.9 Super Shopping Day Tayang di ANTV




Shopee mengukuhkan posisinya sebagai platform e-commerce terdepan, kembali diselenggarakanlah festival belanja online tahunan terbesar di Asia Tenggara dan juga Taiwan bertema "Shopee 9.9 Super Shopping Day." Festival yang diselenggarakan tanggal 27 Agustus sampai dengan tanggal 9 September 2018 tersebut memanjakan para penggunanya dengan banyak penawaran menarik.

Mulai dari beberapa event berikut ini.

1. Super Goyang Shopee dengan total hadiah Rp 9,9 miliar.
2. Super Flash Sale mulai dari Rp 99.
3. Super Brand Festival dengan diskon hingga 99 persen untuk beragam produk dan kategori.


"Shopee 9.9 Super Shopping Day diluncurkan sebagai bentuk terima kasih untuk seluruh pengguna. Sejalan dengan hal tersebut kami senantiasa memperkuat kerjasama strategis dengan brand ternama demi memberikan penawaran eksklusif dan juga meningkatkan pengalaman belanja secara keseluruhan," papar CEO Shopee Chris Feng.



Rangkaian festival dengan penawaran menarik


Rangkaian festival ini memuat penawaran tematik selama 14 hari berturut-turut didedikasikan untuk kategori dan juga promosi tertentu menuju acara puncak tanggal 9 September 2018, yaitu sebagai sebagai berikut:

1. 27 Agustus: Super Voucher Day

2 28 Agustus: Super Fashion Day

3. 29 Agustus: Super Electronic Day

4. 30 Agustus: Super Brand Festival

5. 31 Agustus: Super Goyang Shopee

6. 1 September: Super Mom Day

7. 2 September: Super Grand Prize Day

8. 3 September: Super Cashback Day

9. 4 September: Super Beauty Day

10. 5 September: Super Men Day

11. 6 September: Super Flash Sale Day

12. 7 September: Supermarket Day

13. 8 September: Super Home Day

14. 9 September: Super Shopping Day


Nenyemarakkan festival tersebut, Shopee memperkenalkan brand ambassador terbarunya Via Vallen dan juga Rizky Febian. Kedua penyanyi ikonis tersebut ditunjuk menjadi keluarga baru Shopee bersama juga dengan Prilly Latuconsina serta Maxime Bouttier yang terlebih dahulu bergabung dengan platform papan atas Indonesia tersebut. Pastinya sudah lihat aksi Via Vallen dan Rizky Febian sebagai brand ambassador Shopee saat mengisi video iklan di televisi. Keren sekali bukan?



Didukung banyak mitra ternama



Demi menyukseskan festival tersebut, Shopee didukung banyak mitra ternama yang kompeten, seperti Samsung, Unilever, L'Oreal Indonesia, P&G, J&T Express, BNI, BRI, dan juga Visa. Mitra tersebut membantu menyemarakkan festival dengan memberikan banyak penawaran terbaik untuk pengguna. Wah benar-benar menggoda ya tawarannya?

Pemegang kartu kredit BNI dapat memperoleh tambahan diskon sebesar 15%, kemudian pengguna jasa J&T Express memperoleh gratis ongkir dengan syarat dan ketentuan spesial, hingga diluncurkannya Super Brand Festival yang merupakan kolaborasi lebih dari 1.500 brand tanggal 30 Agustus dengan ribuan promo-promo eksklusif dari berbagai brand serta peritel di Shopee Mall.


Bagaimana? Sudah siap menyambut festival belanja online terbesar ini? Banyak sekali keuntungan saat berbelanja ketika festival diadakan. Berbagai promo sangat memanjakan pembeli sehingga belanja pun akan terasa lebih hemat dan tetap bisa mendapatkan barang yang selama ini menjadi incaran. Tinggal sesuaikan dengan jadwal super yang diberikan dan nikmati program promo yang disediakan Shopee. Rugi sekali jika saat festival begini tidak dimanfaatkan untuk berbelanja. Catat tanggal supernya 9 September 2018 untuk mendapatkan penawaran yang paling super dari Shopee.

Hari ini ada Super Market Day dan besok tanggal 8 September 2018 ada Super Home Day. Kemudian akan diakhiri pada tanggal 9 September 2018 dengan Super Shopping Day. Jangan lupa saksikan Shopee 9.9 Super Shopping Day tayang di ANTV




 

Rohani Syawaliah Template by Ipietoon Cute Blog Design