Langsung ke konten utama

#MoveOnSin




Setiap orang pasti pernah berada di titik di mana cinta itu sudah seperti kanker. Bikin menderita susah move on, galau menggelora. Hidup segan mati tak mau. Penyebabnya macam-macam. Jatuh cinta lalu berikrar saling setia lalu tak kunjung bertemu pada happy endingnya. Kemudian mencoba lebih berpegang pada realita dan logika tidak hanya percaya pada cinta sepenuhnya namun tetap saja tak ada pertanyaan 'maukah kau menikah denganku'. Kemudian jatuh cinta lagi. Patah hati lagi. Begitu terus sampai akhirnya Korea mengalahkah Jerman walaupun ujungnya menang jadi arang kalah jadi abu. Mereka sama-sama pulang.

Maaf saya sudah move on kalau ditanyain Oppa Kiper yang begitu cetar warna rambutnya.

Kalau boleh nyanyi pengen nyanyi 'pernah sakit tapi tapi tak pernah sesakit ini…'

Sayang suara cempreng ke mana-mana.

Hingga akhirnya ketemulah jurus move on paling manjur. Percaya deh ini jurus paling manjur sedunia. Semua kalangan akan mengaminkan. Bahkan yang paling soleh dan solehah pun akan mengganggukkan kepalanya. Habis patah hati? Susah move on? Jawabannya KAWIN. Mau cinta atau enggak urusan belakangan. Seperti kata Uwan saya (Uwan saya KAWIN awalnya tanpa rasa cinta), mustahil tak cinta kalau setiap hari seranjang dan bersemuka. Apalagi perempuan dan laki-laki itu dua kutub berbeda yang akan tetap saling tarik-menarik. Ketika mur bertemu bautnya…

Yang sekarang susah move on, yuk bro and sist, cari lawan jenis yang siap diajak ke pelaminan. Sama-sama patah hati dan susah move on juga itu nilai plus. Setidaknya dia juga pernah nyanyi 'pernah sakiiiiit…' oke stop sampai di situ. Jadi dia pasti berpikir berulang kali untuk mengecewakan orang lain.

Obat luka paling manjur ya cinta. Karena cinta… (lanjutkan sendirilah ya)

Dah gitu aja, happy move on. Jangan lupa undangan move onnya ya!

#MoveOnSin



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cara Mengetahui Orang Stalking Twitter Kita, Siapa Stalkersmu?

Siapa yang sudah menggunakan jejaring sosial yang satu ini? Sudah punya banyak temankah di sana? Mention bagaimana? Banyak juga yang hadir setiap harinya? Atau kadang merasa 'twitter' itu mirip dengan kuburan karena bingung mau ngapain aja di sana. Banyak memang orang yang pada awalnya kebingungan menggunakan twitter. Apa yang sebaiknya dilakukan. Apa yang sebaiknya ditulis. Akun seperti apa yang sebaiknya diikuti. Semuanya sebenarnya kembali lagi ke pribadi masing-masing ingin menggunakannya seperti apa. Karena konsekuensinya juga ditanggung diri masing-masing. Apa yang kita tanam itulah yang akan kita tuai. Lama-lama, alah bisa karena biasa akan berlaku. Sebab memang kalau sudah sering membaca lini masa dan sudah mengikuti banyak akun. Kita akan menemukan pola ngetwit kita sendiri. Meskipun demikian, bukan itu yang ingin dibahas dalam tulisan ini. Saya rasa banyak yang penasaran dengan cara mengetahui orang yang stalking akun twitter kita. Orang yang melakukanny

4 Kerugian Bisnis di Oriflame

Banyak sekali kerugian yang bisa kita dapatkan ketika kita memulai sebuah bisnis, terutama Oriflame. Selama ini banyak dari kita yang memikirkan keuntungan dari bisnis Oriflame tanpa tahu bahwa banyak sekali kerugian tersembunyi yang bisa kita alami saat memulai bisnis di Oriflame. Oriflame memang banyak sekali yang telah membuat orang lain sukses secara finansial. Saya sendiri juga merasakan keuntungan dari bisnis Oriflame ini, sebab setiap bulannya saya selalu mendapatkan keuntungan berupa bonus yang ditransfer ke rekening saya. Sehingga saya dapat mengatakan bahwa karier saya sekarang di Oriflame, itu sebabnya saya akan lebih banyak menuliskan tentang bisnis Oriflame di blog ini dibandingkan menulis review untuk brand lain. Oriflame membayar saya lebih banyak dibandingkan brand mana pun. Dibayar bukan karena memuji ya tapi karena saya jualan produknya. Hahahaha... Sudah tahu kerugian apa yang kita dapatkan saat memulai bisnis di Oriflame? Berikut saya jabarkan satu perrs

Hati-Hati Belanja di Tokopedia Pakai AnterAja

Selama ini saya selalu puas belanja di berbagai marketplace yang ada di Indonesia termasuk di Tokopedia. Karena selama ini pengirimannya yang saya gunakan ya itu-itu saja. Kalau nggak JNE ya JNT. Pernah juga menggunakan SiCepat. Sudah lama sekali tidak berbelanja di Tokopedia dan saya bulan ini ingin beli kamera dan di Tokopedia saya menemukan kamera yang saya inginkan.  Prinsip saya begitu order langsung bayar supaya barang cepat sampai. Saya tidak sadar kalau pengiriman yang default di aplikasi adalah ekspedisi AnterAja. Tidak pernah menggunakan dan baru dengar. Karena saya pikir memang AnterAja melayani sampai ke Pontianak ya nggak ada masalah dengan pengirimannya. Sampai akhirnya saat tulisan ini saya posting, paket kamera yang saya beli tak kunjung sampai. Googling sana-sini. Buka twitter buat komplain hingga akhirnya menemukan banyaknya orang yang komplain dibandingkan puas dengan layanannya dan bahkan review di google juga jelek. Banyak sekali yang memberikan bintang satu. Terma