Langsung ke konten utama

Tri VS Indosat





Selingkuh lagi ke layanan internet operator lain? Bukan selingkuh sih tepatnya. Sebab saya memang menggunakan layanan dari 3 operator selama beberapa tahun terakhir ini dan sudah lama sekali membiarkan kartu Tri tanpa kuota internet. Lebih sering digunakan untuk menelpon dan SMS dibandingkan dengan layanan internetnya. Sebab agak lelet waktu itu jadi saya pindah lagi menggunakan Telkomsel saat ada promo murah kuotanya. Lalu pindah lagi ke Indosat saat harga kuotanya jauh lebuh murah. Sampai akhirnya saya harus memilih akan setia pada Tri atau Indosat? Telkomsel sendiri tetap ada kuotanya buat jaga-jaga saat semua layanan tak bisa diharapkan. Untuk kecepatan dan kestabilan memang Telkomsel masih juaranya di lokasi saya. Namun harganya itu masih lumayan mahal dibandingkan Tri dan Indosat.

Tri punya promo Rp2.000/2.5GB aktif 24 jam dan perpanjangan otomatis sedangkan Indosat Rp1.000/1GB aktif 24 jam juga dan sekarang sudah ada pilihan perpanjangan otomatis juga. Jadi sebenarnya persaingannya cukup ketat ya. Kalau butuh kuota lebih banyak Tri tentu hiungannya lebih murah. Tapi kalau hanya punya pulsa Rp1.000 mendingan belinya kuota Indosat. Lumayan masih bisa internetan 1GB 24 jam. Karena saya butuh kuota lebih besar, hitung-hitung 1GB ternyata kurang, saya lebih memilih kuota internet Tri yang harga kuota reguler 2.5GB Rp2.000. Lalu yang lebih penting saat kuota habis saya tidak perlu khawatir puksa kesedot sampai nol secara tiba-tiba.





Bukan hal baru soal Indosat yang bisa menyedot pulsa pelanggannya sampai habis secara tiba-tiba. Mau tidak mau harus komplain ke twitter jika ingin pulsanya kembali. Kalau tak punya twitter atau tak paham caranya komplain ya pulsa akan melayang begitu saja. Ini satu alasan banyak yang kurang puas sama Indosat. Seharusnya Indosat dan operator lainnya mengikuti ketentuan Tri yang sejak awal tidak akan memotong pulsa untuk internetan. Tanpa kuota pelanggan tak akan bisa internetan kalau menggunakan kartu Tri. Sehingga pulsa utama tidak akan pernah terpotong saat kuota habis. Ini tentunya akan membuat pelanggan lebih merasa aman ketika internetan dan lupa menambah kuita ketika kuotanya sekarat.

Sudah semingguan ini saya menggunakan Tri dan sampai sekarang internetannya lancar jaya, kebetulan lokasi dekat drngan tower Tri sehingga sinyalnya selalu penuh dengan kecepatan yang sama bahkan melebihi kecepatan Telkomsel. Di mana lagi bisa beli kuota murah dan kecepatan internet yang sebagus ini bukan? Sebulan cukup mengeluarkan Rp60.000 dan saya sudah dapat menikmati hingga 75GB. Kuota banyak, kecepatan bagus, harga murah. Kombinasi yang selama ini kita cari sebagai pengguna smartphone yang super aktif. Beruntunglah kita sebagai pelanggan karena harga kuota internet semakin murah dengan kecepatan semakin bagus. Sehingga kita dapat mengakses lebih banyak informasi tanpa takut mengeluarkan lebih banyak uang atau sibuk mencari gratisan wifi di warung kopi terdekat.


Dulu warung kopi dengan wifi gratis akan laris manis karena pengunjung dapat mengakses internet bebas tanpa memikirkan kuota yang sekarat. Sekarang? Sudah banyak orang yang kuotanya berlebih sehingga menghabiskannya dengan menonton video atau mengunduh file yang besar. Tahun depan kira-kira berapa ya harga kuota internet? Mengingat persaingan antar operator yang kian ketat dan tentunya semakin memanjakan pelanggannya masing-masing. Saya sendiri masih akan terus menggunakan tiga operator karena memang sesuai dengan kebutuhan saya untuk berbisnis. Khusus internet memang fokus pada Tri, mudah-mudahan layanannya terus sebagus ini di lokasi rumah kami nanti. Soalnya beberapa bulan lagi Hani dan keluarga akan pindah ke lokasi tempat tinggal yang baru.

Teman-teman sendiri, menggunakan Telkomsel, Tri, atau Indosat nih?

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cara Mengetahui Orang Stalking Twitter Kita, Siapa Stalkersmu?

Siapa yang sudah menggunakan jejaring sosial yang satu ini? Sudah punya banyak temankah di sana? Mention bagaimana? Banyak juga yang hadir setiap harinya? Atau kadang merasa 'twitter' itu mirip dengan kuburan karena bingung mau ngapain aja di sana. Banyak memang orang yang pada awalnya kebingungan menggunakan twitter. Apa yang sebaiknya dilakukan. Apa yang sebaiknya ditulis. Akun seperti apa yang sebaiknya diikuti. Semuanya sebenarnya kembali lagi ke pribadi masing-masing ingin menggunakannya seperti apa. Karena konsekuensinya juga ditanggung diri masing-masing. Apa yang kita tanam itulah yang akan kita tuai. Lama-lama, alah bisa karena biasa akan berlaku. Sebab memang kalau sudah sering membaca lini masa dan sudah mengikuti banyak akun. Kita akan menemukan pola ngetwit kita sendiri. Meskipun demikian, bukan itu yang ingin dibahas dalam tulisan ini. Saya rasa banyak yang penasaran dengan cara mengetahui orang yang stalking akun twitter kita. Orang yang melakukanny

Hati-Hati Belanja di Tokopedia Pakai AnterAja

Selama ini saya selalu puas belanja di berbagai marketplace yang ada di Indonesia termasuk di Tokopedia. Karena selama ini pengirimannya yang saya gunakan ya itu-itu saja. Kalau nggak JNE ya JNT. Pernah juga menggunakan SiCepat. Sudah lama sekali tidak berbelanja di Tokopedia dan saya bulan ini ingin beli kamera dan di Tokopedia saya menemukan kamera yang saya inginkan.  Prinsip saya begitu order langsung bayar supaya barang cepat sampai. Saya tidak sadar kalau pengiriman yang default di aplikasi adalah ekspedisi AnterAja. Tidak pernah menggunakan dan baru dengar. Karena saya pikir memang AnterAja melayani sampai ke Pontianak ya nggak ada masalah dengan pengirimannya. Sampai akhirnya saat tulisan ini saya posting, paket kamera yang saya beli tak kunjung sampai. Googling sana-sini. Buka twitter buat komplain hingga akhirnya menemukan banyaknya orang yang komplain dibandingkan puas dengan layanannya dan bahkan review di google juga jelek. Banyak sekali yang memberikan bintang satu. Terma

Menulis 500 Kata

Sekarang sepertinya harus bekerja lebih keras lagi. Saya banyak sekali menulis artikel yang terlampau pendek. Bahkan banyak sekali postingan yang hanya berisikan gambar. Kalau hanya seperti itu saya yakin banyak orang yang akan bisa membuat postingan jauh lebih banyak dari yang saya bisa lakukan. Jadi sekarang sepertinya saya harus mengubah tantangannya menjadi lebih menarik. Saya harus menulis setidaknya 500 kata untuk setiap artikel yang saya buat. Supaya lebih terasa menantang dan saya tak hanya sambil lalu lagi mengupdate blognya. Sebab akhir-akhir ini ketika menyelesaikan jumlah postingan saya akhirnya suka mengambil beberapa gambar yang sudah saya unggah di instagram dan memasukkannya ke blog menjadikannya satu postingan. Padahal hanya diikuti satu dua kata saja. Bahkan pernah tak ada tulisan apa-apa. Memang menulis 10 postingan sehari bukanlah hal yang mudah untuk membagi waktu dengan persiapan pernikahan. Tapi tantangan memang harus dibuat seberat mungkin bukan? Bukan