Langsung ke konten utama

Hatu-hati Penipuan Saat Belanja Online



Ternyata memang saya sembelit itu saat hamil. Sekarang buang airnya alhamdulillah lancar jaya. Tidak ada masalah yang berarti. Malahan sehari bisa buang air lebih dari satu kali kalau sehari sebelumnya makannya agak kebanyakan. Maklum ibu menyusui mudah sekali kelaparan. Maunya langsing tapi ya begitulah ujung-ujungnya ngemil atau nambah nasi saat makan. Tapi sekarang mulai berpikir untuk mengganti jenis makanan yang dimakan biar berat badan tak naik dengan membabi-buta. Mulai cari juga cara buat menurunkan berat badan. Rasanya terlalu padat berisi bodi ini. Saya rindu bodi saya yang dulu, tak begitu gemuk namun tak juga dikatakan kurus.

Dulu waktu SMA berat badan saya tak pernah mencapai 40kg. Palong 37-38kg. Sekarang? Jangan ditanya lagi. Saat hamil Momoy bahkan sempat hampir 70kg. Kebayang kan bagaimana bedanya sekarang berat badan saya. Saya sih tidak ingin kembali ke berat 38kg. Karena itu terlalu kurus. Paling tidak ingin 50kg saja. Lengan saya begitu besar apalagi pipi. Muka ini isinya kayaknya hanya pipi yang paling banyak. Ini benar-benar menurunkan kepercayaan diri.

Untungnya jaman sekarang sudah mudah mendapatkan berbagai informasi. Terutama informasi kesehatan. Untuk menaikkan dan menurunkan berat badan sudah banyak bertaburan di berbagai media. Saya? Ya cari yang bisa menurunkan berat badan paling tidak 10kg. Soalnya banyak sekali bagian tubuh yang melar. Jadi merasa kurang cantik. Pengennya pipi agak kempes dan tubub ada bentuknya.

Untuk siapa?

Selain untuk suami sebenarnya ingin mengembalikan tubuh ke bentuknya yang dulu karena ingin membahagiakan diri sendiri. Kepuasan pribadi saja. Bukankah kita yang paling mencintai diri kita sendiri?

Ada tuh saya lihat di Youtube resep minuman pelangsing dari teh, jeruk nipis, dan serai. Bahan-bahan yang biasa ada di rumah. Boleh juga dicoba. Kebetulan ketiga bahan itu ada di rumah dan kalau tidak digunakan, terutama jeruk nipis dna serai, kalau nggak membusuk ya mengering. Mendingan segera bikin resep minuman pelangsingnya ya. Terus masukin ke kulkas dan bisa diminum saat dingin kalau haus. Apalagi kalau disimpannya dalam botol-botol cantik, makin semangat minumnya.

Ngomongin soal botol jadi ingin botol minuman yang ngehits dengan label My Bottle. Banyak banget yang jual My Bottle di facebook dan e-commerce. Sampai saya juga ketemu dengan botol polos kemasan buat minuman jus-jus yang biasa dijual di instagram. Itu bukannya sama ya botolnya? Pernah juga lihat penjual sirup jeruk "Aek Limao" di Pontianak juga kemasannya pakai botol serupa My Bottle itu. Apa itu sama aja? Kalau memang itu sama, ya ampun botol polosannya 2000-an aja saya lihat di e-commerce. Tapi botol yang dikasih tulisan My Bottle itu bisa 18.000-25.000.

Rasanya beruntung banget saya bisa belanja online. Soalnya masih banyak ibu rumah tangga yang belanjanya biasa ke teman facebook aja bukan langsung ke e-commerce yang tentunya harganya akan jauh lebih mahal. Belum lagi rentannya ditipu kalau belanjanya langsung ke penjual lewat facebook. Beda dengan belanja di e-commerce ya, uang kita akan dipegang dulu oleh pihak ketiga sampai transaksi selesai dan pembeli menerima barang yang dia order. Walaupun tentu masih ada celah-celah yang dimanfaatkan orang untuk menipu melalui e-commerce. Tapi setidaknya dibandingkan lewat facebook, di e-commerce lebih tinggi keamanannya selama kita mengikuti prosedur saat transaksi.

Bukannya apa, saya kadang ngeliat tu emak-emak kayak saya belanja produk perlengkapan bayi bekas di facebook malah harganya lebih mahal dibandingkan dia beli baru di e-commerce. Ya mbok itu yang jual jangan kemahalan jugalah dari harga barang barunya. Kan kasian, bilangnya bekas, jual rugi, kok masih mahal dibandingkan harga baru?

Kalau belanja lewat e-commerce jangan pernah ngasih kode OTP ke orang lain, siapa pun itu, soalnya rentan akun kita dibuka melalui kode OTP atau buat yang tergiur dengan diskon gede dan diminta klik link sama penjual di e-commerce juga jangan mau. Intinya belanja di e-commerce ya di situ transaksinya jangan sampai keluar dari e-commercenya. Soalnya banyak juga orang mencari korban untuk ditipu melalui e-commerce dengan menawarkan harga murah untuk produk yang sedang laris atau ngetrend. Hati-hati aja.

Cuma mau cerita itu aja sih di sini. Hahahaha…

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cara Mengetahui Orang Stalking Twitter Kita, Siapa Stalkersmu?

Siapa yang sudah menggunakan jejaring sosial yang satu ini? Sudah punya banyak temankah di sana? Mention bagaimana? Banyak juga yang hadir setiap harinya? Atau kadang merasa 'twitter' itu mirip dengan kuburan karena bingung mau ngapain aja di sana. Banyak memang orang yang pada awalnya kebingungan menggunakan twitter. Apa yang sebaiknya dilakukan. Apa yang sebaiknya ditulis. Akun seperti apa yang sebaiknya diikuti. Semuanya sebenarnya kembali lagi ke pribadi masing-masing ingin menggunakannya seperti apa. Karena konsekuensinya juga ditanggung diri masing-masing. Apa yang kita tanam itulah yang akan kita tuai. Lama-lama, alah bisa karena biasa akan berlaku. Sebab memang kalau sudah sering membaca lini masa dan sudah mengikuti banyak akun. Kita akan menemukan pola ngetwit kita sendiri. Meskipun demikian, bukan itu yang ingin dibahas dalam tulisan ini. Saya rasa banyak yang penasaran dengan cara mengetahui orang yang stalking akun twitter kita. Orang yang melakukanny

Hati-Hati Belanja di Tokopedia Pakai AnterAja

Selama ini saya selalu puas belanja di berbagai marketplace yang ada di Indonesia termasuk di Tokopedia. Karena selama ini pengirimannya yang saya gunakan ya itu-itu saja. Kalau nggak JNE ya JNT. Pernah juga menggunakan SiCepat. Sudah lama sekali tidak berbelanja di Tokopedia dan saya bulan ini ingin beli kamera dan di Tokopedia saya menemukan kamera yang saya inginkan.  Prinsip saya begitu order langsung bayar supaya barang cepat sampai. Saya tidak sadar kalau pengiriman yang default di aplikasi adalah ekspedisi AnterAja. Tidak pernah menggunakan dan baru dengar. Karena saya pikir memang AnterAja melayani sampai ke Pontianak ya nggak ada masalah dengan pengirimannya. Sampai akhirnya saat tulisan ini saya posting, paket kamera yang saya beli tak kunjung sampai. Googling sana-sini. Buka twitter buat komplain hingga akhirnya menemukan banyaknya orang yang komplain dibandingkan puas dengan layanannya dan bahkan review di google juga jelek. Banyak sekali yang memberikan bintang satu. Terma

Menulis 500 Kata

Sekarang sepertinya harus bekerja lebih keras lagi. Saya banyak sekali menulis artikel yang terlampau pendek. Bahkan banyak sekali postingan yang hanya berisikan gambar. Kalau hanya seperti itu saya yakin banyak orang yang akan bisa membuat postingan jauh lebih banyak dari yang saya bisa lakukan. Jadi sekarang sepertinya saya harus mengubah tantangannya menjadi lebih menarik. Saya harus menulis setidaknya 500 kata untuk setiap artikel yang saya buat. Supaya lebih terasa menantang dan saya tak hanya sambil lalu lagi mengupdate blognya. Sebab akhir-akhir ini ketika menyelesaikan jumlah postingan saya akhirnya suka mengambil beberapa gambar yang sudah saya unggah di instagram dan memasukkannya ke blog menjadikannya satu postingan. Padahal hanya diikuti satu dua kata saja. Bahkan pernah tak ada tulisan apa-apa. Memang menulis 10 postingan sehari bukanlah hal yang mudah untuk membagi waktu dengan persiapan pernikahan. Tapi tantangan memang harus dibuat seberat mungkin bukan? Bukan