Langsung ke konten utama

DIARY SKINCARE: OPTIMALS HYDRA ORIFLAME




NIGHT - 2 #diaryoptimalshydra #oriflamechangeslives

Satu hal yang saya pahami ketika orang menolak menggunakan produk Oriflame bukan hanya masalah harga. Sebab pada kenyataannya banyak produk di luaran sana yang tetap ada yang beli walaupun harganya bisa 3x lipat dari skincare Oriflame.



Intinya kalau orang butuh pasti beli kan? Meskipun mahal ya dicukup-cukupin uangnya buat beli. Apalagi kalau harga produk Oriflame masih terhitung terjangkau dibandingkan produk impor dengan kualitas sama tapi harganya bisa berbeda 2-3x lipat.

Oriflame butuh proses untuk mengatasi masalah kulit. Itu yang membuat orang yang ingin cepat kulitnya memenuhi standar kecantikan iklan televisi, putih bersih -meskipun warna kulit wajah dan leher nggal matching nantinya, pokoknya sing penting putih dulu- kayak artis Korea.

Oriflame bisa bikin putih nggak?

Itu pertanyaan paling basic (baca: buessssyyyiiiik) yang sering saya terima dari orang yang sama sekali nggak tahu Oriflame atau belum pernah menggunakan tapi sudah tahu produknya.

Jawabannya?

Bergantung, yang mau pake kulitnya dulunya putih nggak? Kalau warna kulit gelap karena tersengat matahari bukan karena dasarnya sawo matang atau gelap ya bisa, tinggal pilih produk yang mengandung pencerah untuk memgembalikan warna kulit asli. Terus jangan lupa pakai sunblock kalau aktivitas di luar rumah.

Berapa hari bikin putih?

Ini pertanyaan lanjutan saat kita kasih jawaban kayak di atas. Berapa hari? Memangnya kulit kita baju seragam yang sekali cuci pakai bleaching langsung putih bersih? Baju aja kalo dipakein bleaching terus-terusan lama-lama bisa sobek. Tidak ada jaminan seminggu akan putih atau sebulan langsung putih bahkan 1 set langsung putih. Bergantung aktivitas kita dan masalah gelap kulit kita itu apa. Apakah karena flek? Tersengat matahari? Atau apa?

Sebenarnya di sini saya akan bingung memberikan pemahaman bahwa cantik itu nggak mesti putih. Cantik itu nggak mesti sekali oles 30 menit kemudian langsung putih. Cantik itu nggak mesti nyuntikin bahan berbahaya ke dalam tubuh kita dan melupakan risikonya asal bisa masuk dalam standar cantik jaman now yang dari dulu nggak berubah-ubah.


Ada juga yang tanya begini, kalau saya berhenti menggunakannya muka saya balik lagi nggak kayak dulu?

Skincare itu kayak makanan, kalau hari ini kita sudah makan 3x dan merasa kenyang apakah besok boleh nggak makan? Sampai setahun gitu nggak usah makan lagi. Jadi skincare itu mau kulit kita sudah cantik sudah sehat sudah cerah sekalipun akan tetap dibutuhkan. Sebab kulit kita butuh "makanan" juga.


Itu hal buessyyiiiikk yang membuat orang enggan pake produk Oriflame.

Saya? Masih setia dong pake Oriflame. Sekarang sudah malam kedua saya pake Optimals Hydra. Rasanya? Kulit saya semakin lembab. Padahal biasanya saking kekeringannya (jenis kulit saya berminyak) saya sampai sering ngolesin tendercare ke wajah saya, terutama di siang hari. Selama dua hari ini saya memang hanya menggunakan Optimals Hydra. Saya mau lihat seberapa mampu skincare ini melembabkan kulit saya yang kekeringan.


Besok saya fotoin lagi hasil pakenya. Semoga mengikuti perjalanan saya menghabiskan 1 bulan ini dengan skincare Oriflame yang seri Optimals Hydra.


OPTIMALS HYDRA

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cara Mengetahui Orang Stalking Twitter Kita, Siapa Stalkersmu?

Siapa yang sudah menggunakan jejaring sosial yang satu ini? Sudah punya banyak temankah di sana? Mention bagaimana? Banyak juga yang hadir setiap harinya? Atau kadang merasa 'twitter' itu mirip dengan kuburan karena bingung mau ngapain aja di sana. Banyak memang orang yang pada awalnya kebingungan menggunakan twitter. Apa yang sebaiknya dilakukan. Apa yang sebaiknya ditulis. Akun seperti apa yang sebaiknya diikuti. Semuanya sebenarnya kembali lagi ke pribadi masing-masing ingin menggunakannya seperti apa. Karena konsekuensinya juga ditanggung diri masing-masing. Apa yang kita tanam itulah yang akan kita tuai. Lama-lama, alah bisa karena biasa akan berlaku. Sebab memang kalau sudah sering membaca lini masa dan sudah mengikuti banyak akun. Kita akan menemukan pola ngetwit kita sendiri. Meskipun demikian, bukan itu yang ingin dibahas dalam tulisan ini. Saya rasa banyak yang penasaran dengan cara mengetahui orang yang stalking akun twitter kita. Orang yang melakukanny

Hati-Hati Belanja di Tokopedia Pakai AnterAja

Selama ini saya selalu puas belanja di berbagai marketplace yang ada di Indonesia termasuk di Tokopedia. Karena selama ini pengirimannya yang saya gunakan ya itu-itu saja. Kalau nggak JNE ya JNT. Pernah juga menggunakan SiCepat. Sudah lama sekali tidak berbelanja di Tokopedia dan saya bulan ini ingin beli kamera dan di Tokopedia saya menemukan kamera yang saya inginkan.  Prinsip saya begitu order langsung bayar supaya barang cepat sampai. Saya tidak sadar kalau pengiriman yang default di aplikasi adalah ekspedisi AnterAja. Tidak pernah menggunakan dan baru dengar. Karena saya pikir memang AnterAja melayani sampai ke Pontianak ya nggak ada masalah dengan pengirimannya. Sampai akhirnya saat tulisan ini saya posting, paket kamera yang saya beli tak kunjung sampai. Googling sana-sini. Buka twitter buat komplain hingga akhirnya menemukan banyaknya orang yang komplain dibandingkan puas dengan layanannya dan bahkan review di google juga jelek. Banyak sekali yang memberikan bintang satu. Terma

Menulis 500 Kata

Sekarang sepertinya harus bekerja lebih keras lagi. Saya banyak sekali menulis artikel yang terlampau pendek. Bahkan banyak sekali postingan yang hanya berisikan gambar. Kalau hanya seperti itu saya yakin banyak orang yang akan bisa membuat postingan jauh lebih banyak dari yang saya bisa lakukan. Jadi sekarang sepertinya saya harus mengubah tantangannya menjadi lebih menarik. Saya harus menulis setidaknya 500 kata untuk setiap artikel yang saya buat. Supaya lebih terasa menantang dan saya tak hanya sambil lalu lagi mengupdate blognya. Sebab akhir-akhir ini ketika menyelesaikan jumlah postingan saya akhirnya suka mengambil beberapa gambar yang sudah saya unggah di instagram dan memasukkannya ke blog menjadikannya satu postingan. Padahal hanya diikuti satu dua kata saja. Bahkan pernah tak ada tulisan apa-apa. Memang menulis 10 postingan sehari bukanlah hal yang mudah untuk membagi waktu dengan persiapan pernikahan. Tapi tantangan memang harus dibuat seberat mungkin bukan? Bukan