28 Desember 2017

Pelekatan Sempurna



Saya bersyukur sekali bisa melahirkan di Puskesmas Gang Sehat. Pelayanannya maksimal karena pasiennya sedikit. Bahkan pada hari saya melahirkan Momoy, anak kedua saya, hanya saya pasien yang akan melahirkan pada hari itu. IMD juga dilakukan. Beberapa jam setelah dilahirkan Momoy juga sudah bisa mengisap dengan lancar sehingga dalam hitungan hari payudara saya terisi ASI sangat penuh dan LDR-nya (let down reflex) juga cepat. Padahal dulu waktu zaman Raza, anak pertama saya, minggu pertama benar-benar berat.

ASI sedikit, susah pelekatan, karena terlalu banyak orang yang punya cara merawat bayi yang diterapkan pada Raza. Sementara saya yang "tidak berpengalaman" hanya menahan rasa melihat ada yang ngasih madu, empeng, bahkan hmpir ngasih Raza susu soya. Alasannya? ASI saya tidak ada, tidak cukup, perut Raza kembung, Raza kelaparan, Raza tidak puas menyusu. Saya jadi semakin depresi sementara sakit pasca melahirkan sudah lain lagi ceritanya.

Belajar dari pengalaman pertama saya menarik satu kesimpulan bahwa untuk merawat bayi hanya dibutuhkan seorang ibu yang mau belajar pada ahlinya. Sekarang era digital, informasi bisa didapatkan di mana saja melalui internet, jadi tak ada cerita "ibu yang tidak tahu apa-apa". Bahkan tutorial memandikan bayi baru lahir pun sudah tersedia di Youtube. Sejak awal saya tidak memberikan apa pun pada Momoy dan dia langsung bisa menyusu di payudara tak peduli bagaimana bentuk dan ukuran puting payudara saya.

Tak ada cerita tu bentuk puting bikin bayi ogah menyusu. Bayi butuh ASI mau gimana bentuk puting ibunya dia tetap akan menyusu. Supaya ASI lancar ya harus disusukan terus-menerus. Momoy kadang menyusu 1 jam sekali kalau bangun. Kalau tidur setiap 2-3 jam akan bangun sebentar dan menyusu. Ini penting untuk mengeluarkan bilirubin dari tubuhnya supaya bayi nggak kuning atau sakit. Raza? Sempat 3 malam dirawat di rumah sakit karena kadar bilirubin terlalu tinggi dan ASI saya tak mampu membuat bilirubinnya keluar semua. Begitu berat cobaan waktu pertama jadi ibu. Terlalu banyak saran dari yang bukan ahlinya. Untungnya saya masih bisa membuat Raza menikmati ASI eksklusif selama 6 bulan dan dilanjutkan hingga dia 2 tahun.

Buat semua ibu di luar sana yang akan segera melahirkan, tetap semangat dan percayakan semua saran hanya pada ahlinya ya! Karena kesehatan bayi kita adalah yang utama.

Momoy



Kemudian dia lahir dihari yang tidak diduga. Perkiraannya 27-28 Desember 2017. Perkiraan saya malah tahun 2018. Anak kedua saya ternyata lahir lebih dulu beberapa hari, maju dari perkiraan dokter. Masih terhitung dekat dengan perkiraan lahirnya. Saya senang sekali dia lahirnya lebih cepat dari yang seharusnya karena gangguan di tulang pubis sudah sangat parah. Setiap kali beraktivitas bahkan tidak beraktivitas pun saya merasakan sakit yang luar biasa. Berhari-hari saya membujuknya untuk keluar lebih cepat karena saya sudah tidak kuat lagi.

Hingga akhirnya hari itu, jam 5 pagi saya merasakan agak mulas. Tapi jaraknya masih jauh dan masih kuat saya tahan. Sampai pukul 7 pagi mulasnya mulai 10 menit sekali. Saya sampai mengganti posisi jadi nungging untuk meredakan sakitnya. Pukul 9 kurang jaraknya 3 menit sekali dan saya sudah tidak kuat menunggu di rumah. Suami langsung bawa ke puskesmas Gang Sehat yang jaraknya memang dekat dari rumah. Ternyata sudah pembukaan 3.

Selanjutnya pembukaan begitu cepat hingga azan dzuhur tiba, bayi perempuan yang saya pujuk setiap hari itu lahir juga. Kontraksi yang menyakitkan saya alami sekitar 3 jam saja. Jauh lebih singkat dibandingkan pertama kali melahirkan dulu. Bujukan saya berhasil berarti. Soalnya saya selalu bilang sama perut saya kalau pembukaannya bakalan cepat. Kalau harus nunggu 24 jam lagi nggak kuat saya. Hahaha…

Momoy, lahir ke dunia. Saya pikir harusnya kami bertemu hari ini. Rasanya nggak percaya dia sudah ada di samping saya.

Tips Bersih-Bersih Rumah Tanpa Asisten Rumah Tangga



Si "mbak" harus pulang kampung karena satu atau lain hal? Atau Anda belum menemukan "jodoh" alias asisten rumah tangga yang pas? Mengurus rumah, anak, plus pekerjaan di kantor memang terlihat mustahil dilakukan tanpa bantuan, tapi sebenarnya ada kiat-kiat yang bisa Anda terapkan untuk mengurangi sedikit level stres. Apa saja? Yuk, simak di bawah ini!

1. Jangan terlalu pusingkan noda di pakaian

Menjaga kebersihan baju semua anggota keluarga memang punya tantangan tersendiri. Si kecil yang pulang dengan noda lumpur di celana, pasangan pulang dengan noda tinta di kemeja, semuanya ini bisa bikin Anda senewen. Tapi, cara mengatasi noda sebenarnya tidak sulit kalau Anda tahu caranya. Misalnya, coba lihat cara menghilangkan noda tinta yang sudah kering di baju di sini

Mulailah dari memilah-milah tumpukan cucian: tangani semua baju yang bernoda atau sangat kotor terlebih dahulu. Kemudian, setelah Anda berhasil mengangkat nodanya (meskipun belum sepenuhnya hilang), cuci pakaian seperti biasa di mesin cuci. Intinya, jangan pusing duluan.

2. Ajari anak membereskan mainannya
Salah satu hal yang sering bikin kesal ketika bersih-besih adalah mainan yang berserakan di mana-mana. Padahal, rasanya Anda sudah memungutinya berkali-kali. Ada cara untuk mengatasi hal ini: ajari si pemilik mainan untuk melakukannya sendiri!

Hal ini memang membutuhkan kesabaran dan disiplin, tapi ingatlah manfaat jangka panjangnya. Selain Anda tidak lagi perlu memunguti mainannya 5 kali sehari, si kecil juga belajar bertanggung jawab. Setelah beberapa saat, dia akan mengerti kewajibannya membereskan mainannya.

3. Buat jadwal


Anda tidak akan bisa bersantai jika Anda harus mengerjakan semuanya dalam satu hari: menyapu dan mengepel, mencuci pakaian, membersihkan jendela, dan sebagainya. Beberapa pekerjaan rumah cukup dilakukan satu hingga dua kali seminggu. Demi kewarasan Anda, buat jadwal untuk merotasi pekerjaan-pekerjaan rumah yang harus dilakukan.

Misalnya, tentukan hari Rabu malam ketika Anda bisa pulang lebih cepat dari kantor sebagai waktu mencuci. Siapkan beberapa jam khusus untuk menyapu, mengepel, dan membersihkan jendela pada Sabtu pagi supaya di sore hari Anda bisa jalan-jalan dengan keluarga. Dengan pengaturan yang baik, Anda akan bisa punya rumah bersih dan waktu bersantai.

4. Libatkan pasangan

Di abad ke-21, tugas bersih-bersih rumah bukan hanya kewajiban eksklusif satu pihak. Libatkan pasangan dalam membereskan rumah. Dengan demikian, beban ini tidak hanya terletak di pundak salah satu pihak. Lagipula, pasangan juga akan ikut menikmati rumah yang bersih dan rapi, bukan?

Ajak pasangan berdiskusi tentang apa saja yang bisa dia lakukan, dan masukkan ini ke dalam jadwal bersih-bersih rumah. Selain menjadikan hidup Anda lebih mudah, partisipasi pasangan juga akan memberikan contoh yang positif pada anak-anak.

5. Turunkan standar

Ada sedikit debu di permukaan rak buku? Tidak apa-apa! Terimalah bahwa Anda bukan manusia super yang bisa mengerjakan semuanya secara sempurna setiap saat. Memang sulit melakukan hal ini kalau Anda tipe orang yang perfeksionis. Tapi Anda juga tidak ingin stres setiap hari, bukan?

Usahakan agar rumah terjaga bersih dan rapi, tapi coba turunkan standar "bersih" dan "rapi" di kamus Anda. Yang terpenting, Anda dan anggota keluarga hidup nyaman dan sehat. Dan hal ini tidak akan bisa terjadi jika Anda senewen tiap hari karena ada sedikit debu di rak buku.

Nah, demikianlah tips supaya Anda bisa bersih-bersih rumah tanpa stres, meski tanpa si mbak. Jika ada hal yang tidak berjalan lancar, jangan jadikan hal ini sebagai pemicunya. Misalnya, jika Anda sudah menerapkan cara menghilangkan noda tinta yang sudah kering di baju tapi tidak sukses, jangan terburu-buru emosi. Cari solusi lain, misalnya gunakan jasa penatu yang punya pengalaman dan perlengkapan lebih baik untuk menanganinya.

Selain itu, tetapkan waktu untuk Anda sendiri, yang bisa Anda gunakan untuk pergi ke salon atau ke kafe dengan teman. Menjaga kebersihan rumah memang penting, tapi kesejahteraan Anda jauh lebih berharga.

 

Rohani Syawaliah Template by Ipietoon Cute Blog Design