24 Mei 2017

Namanya Anjanu



Belum tahu jenis kelaminnya apa. Harapan saya sih dia lahirnya nanti Januari. Biar sekalian tahun 2018 saja. Jadi kelihatan beda 3 tahun sama anak sulung saya Raza yang lahirnya tahun 2015. Walaupun tetap nggak bakalan tiga tahun beda usia mereka sebab sekarang usia kandungan saya 2 bulan dan Raza beberapa hari lagi usianya 2 tahun.

Palingan nanti usia mereka bedanya sekitar 2 tahun 7 bulan. Memang saya sendiri tidak merencanakan untuk menunda kehamilan. Setelah melahirkan Raza saya tidak mengambil KB apa pun. Tapi sekitar setahun lebih saya tidak datang bulan sama sekali sehingga masa subur untuk hamil juga tidak ada.


Saya memanggil kandungan kedua saya ini Anjanu. Walaupun saya tidak yakin akan menggunakannya sebagai nama legalnya di kartu keluarga dan identitas lain miliknya. Saya hanya berpikir dia lahirnya Januari. Jadi dipanggil Anjanu saja.

Raza, anak sulung saya, juga mulai bisa menyebut adiknya yang masih di dalam kandungan dengan sebutan "Janu" dengan suaranya yang lucu. Tak terasa bayi yang pertama saya lahirkan dulu sekarang hampir dua tahun dan bakalan punya adik sebentar lagi.

Banyak yang mendoakan saya dapat anak perempuan. Saya juga kepengen punya anak perempuan setelah punya anak sulung laki-laki. Tapi kalau dapat laki-laki lagi saya tetap senang sebab itu menambah jumlah cucu laki-laki dalam dari pihak suami saya yang.

Soalnya suami saya anak laki-laki satu-satunya. Jadi setiap anak yang lahir dari rahim saya akan jadi penerus "bin"-nya bapak mertua saya. Ibarat marga anak saya bakalan nerusin marga suami dan bapak mertua saya. Dan setiap anak laki-laki saya bakalan nerusin marga itu ke keturunan mereka.

Saya dan suami sama-sama nggak punya marga sih. Tapi mendapatkan anak laki-laki lebih dari satu juga bukan hal yang buruk. Apalagi saya kepengennya punya 3 atau 4 anak.

Anjanu, anak Umak yang kedua. Sampai ketemu akhir tahun ini atau awal tahun depan ya!


Cerita Kehamilan Kedua




Seharusnya kehamilan pertama lebih berat namun kali ini rasanya kehamilan kedua lebih istimewa. Saya merasakan sensasi hamil yang sebenarnya. Kayak orang-orang. Ada mual-mualnya. Ada pengen makan asam-asamnya.

Baru berjalan 9 minggu. Masih panjang perjalanan menuju kelahirannya. Kalau bukan akhir tahun 2017 saya akan bertemu dengan anak kedua saya nanti awal tahun 2018.

Beberapa waktu lalu belum terlalu yakin kalau hamil karena hanya menggunakan satu testpack. Bidan juga belum bisa memeriksa kehamilan yang masih belum teraba. Pilihan satu-satunya ya USG.

Tanggal 19 Mei kemarin saya memutuskan ke dokter kandungan untuk USG. Kali ini mencoba Rumah Sakit Bersalin Nabasa di Sei Raya Dalam. Karena waktu mengandung Raza saya sudah sering ke RSB Jeumpa, kali ini ganti RSB. Cari pengalaman baru dan ketemu dokter baru.

Biaya USG di sana 130rb sudah termasuk konsultasi. Biaya daftar pertama kali kalau belum pernah jadi pasien ada biaya 20rb. Harga yang lebih murah dibandingkan Rumah Sakit Untan yang biayanya 160rb untuk USG dan konsultasi, belum ditambah lamanya menunggu dokter kandungannya datang.

Waktu di RSB Nabasa saya hanya mengantri di belakang 4 pasien dan dokternya hanya terlambat sekitar 30 menit. Dokter kandungannya dokter Made dan lumayan lama menggunakan alat USG di perut saya. Tidak hanya sekilas kita bisa melihat calon bayi di dalam kandungan.

Dokternya juga mengajak kita ngobrol dengan santai dan ramah. Jadi untuk berikutnya saya akan ke RSB Nabasa untuk USG. Ada rencana juga buat melahirkan di sana sebenarnya kalau memang memungkinkan.

Oiya RSB Nabasa ini juga menerima pasien dengan BPJS ya. Jadi jangan khawatir soal biaya bagi yang punya BPJS.

 

Rohani Syawaliah Template by Ipietoon Cute Blog Design