Langsung ke konten utama

Pelekatan Sempurna



Saya bersyukur sekali bisa melahirkan di Puskesmas Gang Sehat. Pelayanannya maksimal karena pasiennya sedikit. Bahkan pada hari saya melahirkan Momoy, anak kedua saya, hanya saya pasien yang akan melahirkan pada hari itu. IMD juga dilakukan. Beberapa jam setelah dilahirkan Momoy juga sudah bisa mengisap dengan lancar sehingga dalam hitungan hari payudara saya terisi ASI sangat penuh dan LDR-nya (let down reflex) juga cepat. Padahal dulu waktu zaman Raza, anak pertama saya, minggu pertama benar-benar berat.

ASI sedikit, susah pelekatan, karena terlalu banyak orang yang punya cara merawat bayi yang diterapkan pada Raza. Sementara saya yang "tidak berpengalaman" hanya menahan rasa melihat ada yang ngasih madu, empeng, bahkan hmpir ngasih Raza susu soya. Alasannya? ASI saya tidak ada, tidak cukup, perut Raza kembung, Raza kelaparan, Raza tidak puas menyusu. Saya jadi semakin depresi sementara sakit pasca melahirkan sudah lain lagi ceritanya.

Belajar dari pengalaman pertama saya menarik satu kesimpulan bahwa untuk merawat bayi hanya dibutuhkan seorang ibu yang mau belajar pada ahlinya. Sekarang era digital, informasi bisa didapatkan di mana saja melalui internet, jadi tak ada cerita "ibu yang tidak tahu apa-apa". Bahkan tutorial memandikan bayi baru lahir pun sudah tersedia di Youtube. Sejak awal saya tidak memberikan apa pun pada Momoy dan dia langsung bisa menyusu di payudara tak peduli bagaimana bentuk dan ukuran puting payudara saya.

Tak ada cerita tu bentuk puting bikin bayi ogah menyusu. Bayi butuh ASI mau gimana bentuk puting ibunya dia tetap akan menyusu. Supaya ASI lancar ya harus disusukan terus-menerus. Momoy kadang menyusu 1 jam sekali kalau bangun. Kalau tidur setiap 2-3 jam akan bangun sebentar dan menyusu. Ini penting untuk mengeluarkan bilirubin dari tubuhnya supaya bayi nggak kuning atau sakit. Raza? Sempat 3 malam dirawat di rumah sakit karena kadar bilirubin terlalu tinggi dan ASI saya tak mampu membuat bilirubinnya keluar semua. Begitu berat cobaan waktu pertama jadi ibu. Terlalu banyak saran dari yang bukan ahlinya. Untungnya saya masih bisa membuat Raza menikmati ASI eksklusif selama 6 bulan dan dilanjutkan hingga dia 2 tahun.

Buat semua ibu di luar sana yang akan segera melahirkan, tetap semangat dan percayakan semua saran hanya pada ahlinya ya! Karena kesehatan bayi kita adalah yang utama.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cara Mengetahui Orang Stalking Twitter Kita, Siapa Stalkersmu?

Siapa yang sudah menggunakan jejaring sosial yang satu ini? Sudah punya banyak temankah di sana? Mention bagaimana? Banyak juga yang hadir setiap harinya? Atau kadang merasa 'twitter' itu mirip dengan kuburan karena bingung mau ngapain aja di sana. Banyak memang orang yang pada awalnya kebingungan menggunakan twitter. Apa yang sebaiknya dilakukan. Apa yang sebaiknya ditulis. Akun seperti apa yang sebaiknya diikuti. Semuanya sebenarnya kembali lagi ke pribadi masing-masing ingin menggunakannya seperti apa. Karena konsekuensinya juga ditanggung diri masing-masing. Apa yang kita tanam itulah yang akan kita tuai. Lama-lama, alah bisa karena biasa akan berlaku. Sebab memang kalau sudah sering membaca lini masa dan sudah mengikuti banyak akun. Kita akan menemukan pola ngetwit kita sendiri. Meskipun demikian, bukan itu yang ingin dibahas dalam tulisan ini. Saya rasa banyak yang penasaran dengan cara mengetahui orang yang stalking akun twitter kita. Orang yang melakukanny

Hati-Hati Belanja di Tokopedia Pakai AnterAja

Selama ini saya selalu puas belanja di berbagai marketplace yang ada di Indonesia termasuk di Tokopedia. Karena selama ini pengirimannya yang saya gunakan ya itu-itu saja. Kalau nggak JNE ya JNT. Pernah juga menggunakan SiCepat. Sudah lama sekali tidak berbelanja di Tokopedia dan saya bulan ini ingin beli kamera dan di Tokopedia saya menemukan kamera yang saya inginkan.  Prinsip saya begitu order langsung bayar supaya barang cepat sampai. Saya tidak sadar kalau pengiriman yang default di aplikasi adalah ekspedisi AnterAja. Tidak pernah menggunakan dan baru dengar. Karena saya pikir memang AnterAja melayani sampai ke Pontianak ya nggak ada masalah dengan pengirimannya. Sampai akhirnya saat tulisan ini saya posting, paket kamera yang saya beli tak kunjung sampai. Googling sana-sini. Buka twitter buat komplain hingga akhirnya menemukan banyaknya orang yang komplain dibandingkan puas dengan layanannya dan bahkan review di google juga jelek. Banyak sekali yang memberikan bintang satu. Terma

Menulis 500 Kata

Sekarang sepertinya harus bekerja lebih keras lagi. Saya banyak sekali menulis artikel yang terlampau pendek. Bahkan banyak sekali postingan yang hanya berisikan gambar. Kalau hanya seperti itu saya yakin banyak orang yang akan bisa membuat postingan jauh lebih banyak dari yang saya bisa lakukan. Jadi sekarang sepertinya saya harus mengubah tantangannya menjadi lebih menarik. Saya harus menulis setidaknya 500 kata untuk setiap artikel yang saya buat. Supaya lebih terasa menantang dan saya tak hanya sambil lalu lagi mengupdate blognya. Sebab akhir-akhir ini ketika menyelesaikan jumlah postingan saya akhirnya suka mengambil beberapa gambar yang sudah saya unggah di instagram dan memasukkannya ke blog menjadikannya satu postingan. Padahal hanya diikuti satu dua kata saja. Bahkan pernah tak ada tulisan apa-apa. Memang menulis 10 postingan sehari bukanlah hal yang mudah untuk membagi waktu dengan persiapan pernikahan. Tapi tantangan memang harus dibuat seberat mungkin bukan? Bukan