Langsung ke konten utama

Perihal Berhubungan Badan di Pagi Hari



Sex in the morning?

Siapa yang tak pernah mendengar kalimat tersebut? Rasanya setiap orang yang sudah menikah, bahkan belum menikah pun, pernah dengar bahkan tahu istilah tersebut. Siapa yang belum pernah melakoninya? Saya rasa semua pasangan menikah sudah pernah melakukannya. Namanya juga kalah orang sedang kepengen, pasangan ada, ya sudah hantam sajalah mau jam berapa pun. Namun yang jadi masalah adalah seberapa banyak orang di sosial media yang tiba-toba update status, facebook misalnya, mengatakan dia baru saja melakukan 'sex in the morning' dengan suaminya?

Sulit sekali menemukan orang yang akan membahas hal tersebut di publik ya. Untuk apa juga mereka memamerkan hal tersebut. Tapi ternyata hari ini timeline saya mendapatkan status istimewa ini. Bagaimana tidak? Buka facebook tiba-tiba ada yang menulis seperti itu di statusnya yang memang disetting publik.




Niat pastinya saya kurang paham, lebih ke gagal paham sebab saya sendiri sudah menikah juga tapi tak kepikiran untuk menulis urusan ranjang di sosial media. Untuk apa? Untuk apa? Berulang kali saya pikirkan kembali 'untuk apa' yang paling tepat untuk menjelaskan fenomena istri update status seperti itu di sosial medianya. Bisa jadi sebenarnya itu akun abal-abal sih. Cari sensasi saja. Mungkin cari follower yang banyak juga. Atau seperti yang teman saya bilang "habis obatnya". Banyak kemungkinannnya.

Satu hal yang pasti saya tak ingin berteman dengan akun yang ngupdatenya hal vulgar seperti itu. Untuk apa? Menghibur enggak, mendatangkan pahala enggak, yang ada jadi mikir berulang kali dengan perasaan campur aduk. Takutnya juga malah saya nanti terkontaminasi dengan hal-hal vulgar seperti itu dan terpancing pula untuk menuliskan hal yang sama.

Ohhhh tidakkk!


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cara Mengetahui Orang Stalking Twitter Kita, Siapa Stalkersmu?

Siapa yang sudah menggunakan jejaring sosial yang satu ini? Sudah punya banyak temankah di sana? Mention bagaimana? Banyak juga yang hadir setiap harinya? Atau kadang merasa 'twitter' itu mirip dengan kuburan karena bingung mau ngapain aja di sana. Banyak memang orang yang pada awalnya kebingungan menggunakan twitter. Apa yang sebaiknya dilakukan. Apa yang sebaiknya ditulis. Akun seperti apa yang sebaiknya diikuti. Semuanya sebenarnya kembali lagi ke pribadi masing-masing ingin menggunakannya seperti apa. Karena konsekuensinya juga ditanggung diri masing-masing. Apa yang kita tanam itulah yang akan kita tuai. Lama-lama, alah bisa karena biasa akan berlaku. Sebab memang kalau sudah sering membaca lini masa dan sudah mengikuti banyak akun. Kita akan menemukan pola ngetwit kita sendiri. Meskipun demikian, bukan itu yang ingin dibahas dalam tulisan ini. Saya rasa banyak yang penasaran dengan cara mengetahui orang yang stalking akun twitter kita. Orang yang melakukanny

Hati-Hati Belanja di Tokopedia Pakai AnterAja

Selama ini saya selalu puas belanja di berbagai marketplace yang ada di Indonesia termasuk di Tokopedia. Karena selama ini pengirimannya yang saya gunakan ya itu-itu saja. Kalau nggak JNE ya JNT. Pernah juga menggunakan SiCepat. Sudah lama sekali tidak berbelanja di Tokopedia dan saya bulan ini ingin beli kamera dan di Tokopedia saya menemukan kamera yang saya inginkan.  Prinsip saya begitu order langsung bayar supaya barang cepat sampai. Saya tidak sadar kalau pengiriman yang default di aplikasi adalah ekspedisi AnterAja. Tidak pernah menggunakan dan baru dengar. Karena saya pikir memang AnterAja melayani sampai ke Pontianak ya nggak ada masalah dengan pengirimannya. Sampai akhirnya saat tulisan ini saya posting, paket kamera yang saya beli tak kunjung sampai. Googling sana-sini. Buka twitter buat komplain hingga akhirnya menemukan banyaknya orang yang komplain dibandingkan puas dengan layanannya dan bahkan review di google juga jelek. Banyak sekali yang memberikan bintang satu. Terma

Menulis 500 Kata

Sekarang sepertinya harus bekerja lebih keras lagi. Saya banyak sekali menulis artikel yang terlampau pendek. Bahkan banyak sekali postingan yang hanya berisikan gambar. Kalau hanya seperti itu saya yakin banyak orang yang akan bisa membuat postingan jauh lebih banyak dari yang saya bisa lakukan. Jadi sekarang sepertinya saya harus mengubah tantangannya menjadi lebih menarik. Saya harus menulis setidaknya 500 kata untuk setiap artikel yang saya buat. Supaya lebih terasa menantang dan saya tak hanya sambil lalu lagi mengupdate blognya. Sebab akhir-akhir ini ketika menyelesaikan jumlah postingan saya akhirnya suka mengambil beberapa gambar yang sudah saya unggah di instagram dan memasukkannya ke blog menjadikannya satu postingan. Padahal hanya diikuti satu dua kata saja. Bahkan pernah tak ada tulisan apa-apa. Memang menulis 10 postingan sehari bukanlah hal yang mudah untuk membagi waktu dengan persiapan pernikahan. Tapi tantangan memang harus dibuat seberat mungkin bukan? Bukan