Langsung ke konten utama

Paket Indosat 100rb Kuota 85GB dan Nelpon SMS Sepuasnya?



Paket data internet yang ditawarkan Indosat beberapa waktu terakhir ini memang gila-gilaan. Bagaimana tidak? Coba deh baca SMS promosi yang dikirimin ke saya. Biasanya saya cuek banget sama SMS promosi dari Indosat. Soalnya suka aneh-aneh SMSnya dan bukan penawaran yang saya butuhkan.




Beda cerita ya kalau SMS penawaran promosinya kayak begini. Kalau nawarin paket internet combo sih saya welcome banget. Mengingat paket internet adalah yang paling sering saya beli. SMS dan telponan memang jarang sekali saya lakukan. Oiya saya menggunakan kartu im3 lama saya yang sudah lebih dari 10 tahun usianya. Jadi buat pengguna kartu lama jangan merasa nggak bakalan bisa beli paket internet ini ya. Asal dapat penawarannya dicoba aja buat beli.

Selain penawaran yang ada dikirim lewat SMS kita juga bisa lihat penawaran yang disediakan aplikasi myIm3. Di situ juga suka ada diskon murah untul produk internetnya. Meskipun harus saya akui kalau kecepatan internet Indosat masih bergantung pada lokasi. Ada beberapa lokasi yang memang sinyal 4G-nya full, jadi cepet wuzznya. Di tempat tinggal saha sekarang ini mentok hanya 75% sinyal 4G-nya jadi agak so-so ya sinyalnya. Jelek enggak, bagus banget juga enggak.

Dibanding Telkomsel dengan kondisi sinyal yang lebih rendah kadang masih menang Telkomsel. Di lokasi saya ya! Namun dengan jumlah kuota yang berlipat ganda, dengan hitungan saya beli kuota Telkomsel 8GB harganya 50rb, dibandingkan dengan 85GB harga 100rb dari Indosat ditambah paket nelpon dan SMS sepuasnya sesama ooredoo ya Indosat lebih menggiurkan sih ya!

So far saya masih menggunakan Indosat sebagai kuota utama dan Telkomsel sebagai kuota cadangan kalau memang saya berada di lokasi yang sinyal Indosatnya susah. Semoga kedepannya Indosat nggak hanya bisa kasih kuota yang melimpah tapi juga sinyal yang tumpah-ruah. Kayak taglinenya yang saya ingat betul "sinyal kuat Indosat". Tagline yang sudah lama tak kita dengar ya sekarang semenjak namanya jadi Ooredoo.



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cara Mengetahui Orang Stalking Twitter Kita, Siapa Stalkersmu?

Siapa yang sudah menggunakan jejaring sosial yang satu ini? Sudah punya banyak temankah di sana? Mention bagaimana? Banyak juga yang hadir setiap harinya? Atau kadang merasa 'twitter' itu mirip dengan kuburan karena bingung mau ngapain aja di sana. Banyak memang orang yang pada awalnya kebingungan menggunakan twitter. Apa yang sebaiknya dilakukan. Apa yang sebaiknya ditulis. Akun seperti apa yang sebaiknya diikuti. Semuanya sebenarnya kembali lagi ke pribadi masing-masing ingin menggunakannya seperti apa. Karena konsekuensinya juga ditanggung diri masing-masing. Apa yang kita tanam itulah yang akan kita tuai. Lama-lama, alah bisa karena biasa akan berlaku. Sebab memang kalau sudah sering membaca lini masa dan sudah mengikuti banyak akun. Kita akan menemukan pola ngetwit kita sendiri. Meskipun demikian, bukan itu yang ingin dibahas dalam tulisan ini. Saya rasa banyak yang penasaran dengan cara mengetahui orang yang stalking akun twitter kita. Orang yang melakukanny

Hati-Hati Belanja di Tokopedia Pakai AnterAja

Selama ini saya selalu puas belanja di berbagai marketplace yang ada di Indonesia termasuk di Tokopedia. Karena selama ini pengirimannya yang saya gunakan ya itu-itu saja. Kalau nggak JNE ya JNT. Pernah juga menggunakan SiCepat. Sudah lama sekali tidak berbelanja di Tokopedia dan saya bulan ini ingin beli kamera dan di Tokopedia saya menemukan kamera yang saya inginkan.  Prinsip saya begitu order langsung bayar supaya barang cepat sampai. Saya tidak sadar kalau pengiriman yang default di aplikasi adalah ekspedisi AnterAja. Tidak pernah menggunakan dan baru dengar. Karena saya pikir memang AnterAja melayani sampai ke Pontianak ya nggak ada masalah dengan pengirimannya. Sampai akhirnya saat tulisan ini saya posting, paket kamera yang saya beli tak kunjung sampai. Googling sana-sini. Buka twitter buat komplain hingga akhirnya menemukan banyaknya orang yang komplain dibandingkan puas dengan layanannya dan bahkan review di google juga jelek. Banyak sekali yang memberikan bintang satu. Terma

Menulis 500 Kata

Sekarang sepertinya harus bekerja lebih keras lagi. Saya banyak sekali menulis artikel yang terlampau pendek. Bahkan banyak sekali postingan yang hanya berisikan gambar. Kalau hanya seperti itu saya yakin banyak orang yang akan bisa membuat postingan jauh lebih banyak dari yang saya bisa lakukan. Jadi sekarang sepertinya saya harus mengubah tantangannya menjadi lebih menarik. Saya harus menulis setidaknya 500 kata untuk setiap artikel yang saya buat. Supaya lebih terasa menantang dan saya tak hanya sambil lalu lagi mengupdate blognya. Sebab akhir-akhir ini ketika menyelesaikan jumlah postingan saya akhirnya suka mengambil beberapa gambar yang sudah saya unggah di instagram dan memasukkannya ke blog menjadikannya satu postingan. Padahal hanya diikuti satu dua kata saja. Bahkan pernah tak ada tulisan apa-apa. Memang menulis 10 postingan sehari bukanlah hal yang mudah untuk membagi waktu dengan persiapan pernikahan. Tapi tantangan memang harus dibuat seberat mungkin bukan? Bukan