7 Agustus 2017

Rindu Tempoyak Udang


Membayangkan semangkuk tempoyak yang dipenuhi udang yang sudah dikupas dan rasanya pedas manis asam rasanya menerbitkan air liur. Dulu waktu masih tinggal bersama Uwan saat musim buah durian selalu makan nasi dengan tempoyak udang. Ah kenangan masa kecil yang tak akan pernah terlupakan. Sepiring nasi putih hangat dan kebersamaan yang sekarang sudah tak ada lagi. Soalnya Aki sudah tak ada, tinggal Uwan tinggal sendiri di kampung bersama Pak De yang bertetangga.

Makan bersaprah dulu selalu kami lakukan saat di kampung. Melantai dan makan dengan tangan adalah hal yang sudah biasa. Terkadang sesuatu yang terasa sederhana itu bisa jadi sesuatu yang menghangatkan hati jika diingat kembali. Dulu makan besaprah bukanlah hal yang mewah. Sekarang malah akan terasa sangat menyenangkan sebab bisa berkumpul kembali dengan orang tersayang yang menemani masa kecil saya.


Dewasa, hal yang dulunya sangat saya inginkan sekarang malah ingin saya tunda supaya bisa bersama Uwan dan Aki. Tak perlu berpisah karena maut yang menjemput Aki lebih dulu. Tempoyak udang masakan Uwan yang menyelerakan. Sekarang tak bisa lagi saya nikmati seperti dulu. Uwan sudah tua dan saya juga tak lagi tinggal bersamanya. Saya rindu dengan celotehnya, omelannya, yang menemani setiap hari.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Berkomentarlah yang baik. Semua komentar yang masuk akan dimoderasi. (admin: Honeylizious [Rohani Syawaliah]).

@honeylizious

Followers