Langsung ke konten utama

Ketika Hamil 4 Bulan Terlihat Seperti 8 Bulan


Entah sudah berapa banyak orang yang mengira saya akan melahirkan dalam jangka waktu satu bulan lagi sebab kehamilan saya sudah terlihat seperti 8 bulan. Bahkan saat hamil 3 bulan ada juga yang bertanya apakah saya mau melahirkan waktu masuk UGD beberapa waktu lalu. Padahal saya waktu itu hanya migrain tak tertahankan dan tak menemukan obat yang tepat. Entah apa penyebabnya waktu itu sampai akhirnya kepala saya sering sekali sakit waktu kehamilan kedua.

Saya tidak begitu ingat ukuran hamil pertama dulu tapi memang lumayan besar ukuran perut saya selama hamil. Jadi kehamilannya akan sangat jelas bahkan baru hamil 2 bulan pun sudah nampak oleh orang lain. Padahal kebanyakan orang akan mulai terlihat hamilnya saat menginjak usia 4 atau malah 5 bulan. Bagian menyenangkannya sih kalau mau foto-foto hamil bisa lebih awal. Tak perlu menunggu sampai usia 8 atau 9 bulan saat ukurannya benar-benar maksimal. Sekarang pun sudah cukup besar untuk diabadikan.

Jadi nanti rencananya foto hamil sekalian foto wisuda. Hahahaha… emak-emak selalu pengen hemat ya! Bisa juga foto-foto keluarga soalnya sekalian dengan suami dan anak pertama.


Apa pun bentuk kehamilan kita mari kita bersyukur sebab kecil atau besar akan memberikan keuntungan tersendiri. Hehehe...

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cara Mengetahui Orang Stalking Twitter Kita, Siapa Stalkersmu?

Siapa yang sudah menggunakan jejaring sosial yang satu ini? Sudah punya banyak temankah di sana? Mention bagaimana? Banyak juga yang hadir setiap harinya? Atau kadang merasa 'twitter' itu mirip dengan kuburan karena bingung mau ngapain aja di sana. Banyak memang orang yang pada awalnya kebingungan menggunakan twitter. Apa yang sebaiknya dilakukan. Apa yang sebaiknya ditulis. Akun seperti apa yang sebaiknya diikuti. Semuanya sebenarnya kembali lagi ke pribadi masing-masing ingin menggunakannya seperti apa. Karena konsekuensinya juga ditanggung diri masing-masing. Apa yang kita tanam itulah yang akan kita tuai. Lama-lama, alah bisa karena biasa akan berlaku. Sebab memang kalau sudah sering membaca lini masa dan sudah mengikuti banyak akun. Kita akan menemukan pola ngetwit kita sendiri. Meskipun demikian, bukan itu yang ingin dibahas dalam tulisan ini. Saya rasa banyak yang penasaran dengan cara mengetahui orang yang stalking akun twitter kita. Orang yang melakukanny

Hati-Hati Belanja di Tokopedia Pakai AnterAja

Selama ini saya selalu puas belanja di berbagai marketplace yang ada di Indonesia termasuk di Tokopedia. Karena selama ini pengirimannya yang saya gunakan ya itu-itu saja. Kalau nggak JNE ya JNT. Pernah juga menggunakan SiCepat. Sudah lama sekali tidak berbelanja di Tokopedia dan saya bulan ini ingin beli kamera dan di Tokopedia saya menemukan kamera yang saya inginkan.  Prinsip saya begitu order langsung bayar supaya barang cepat sampai. Saya tidak sadar kalau pengiriman yang default di aplikasi adalah ekspedisi AnterAja. Tidak pernah menggunakan dan baru dengar. Karena saya pikir memang AnterAja melayani sampai ke Pontianak ya nggak ada masalah dengan pengirimannya. Sampai akhirnya saat tulisan ini saya posting, paket kamera yang saya beli tak kunjung sampai. Googling sana-sini. Buka twitter buat komplain hingga akhirnya menemukan banyaknya orang yang komplain dibandingkan puas dengan layanannya dan bahkan review di google juga jelek. Banyak sekali yang memberikan bintang satu. Terma

Menulis 500 Kata

Sekarang sepertinya harus bekerja lebih keras lagi. Saya banyak sekali menulis artikel yang terlampau pendek. Bahkan banyak sekali postingan yang hanya berisikan gambar. Kalau hanya seperti itu saya yakin banyak orang yang akan bisa membuat postingan jauh lebih banyak dari yang saya bisa lakukan. Jadi sekarang sepertinya saya harus mengubah tantangannya menjadi lebih menarik. Saya harus menulis setidaknya 500 kata untuk setiap artikel yang saya buat. Supaya lebih terasa menantang dan saya tak hanya sambil lalu lagi mengupdate blognya. Sebab akhir-akhir ini ketika menyelesaikan jumlah postingan saya akhirnya suka mengambil beberapa gambar yang sudah saya unggah di instagram dan memasukkannya ke blog menjadikannya satu postingan. Padahal hanya diikuti satu dua kata saja. Bahkan pernah tak ada tulisan apa-apa. Memang menulis 10 postingan sehari bukanlah hal yang mudah untuk membagi waktu dengan persiapan pernikahan. Tapi tantangan memang harus dibuat seberat mungkin bukan? Bukan