Langsung ke konten utama

Kedutan-Kedutan 4 Bulan


Hamil 4 bulanan artinya bayi di dalam semakin membesar dan sudah setengah jalan menuju kelahiran. Sudah ada kedutan-kedutan halus yang terasa. Masih belum terlalu kuat tendangannya. Anak pertama juga sudah cukup besar untuk punya adik lagi. Apalagi setelah lama tidak hamil saya sering merindukan kehamilan berikutnya. Ada hal-hal yang menyenangkan selama hamil yang tak dapat digantikan dengan hal lain. Apalagi ketika merasakan tendangan kerasnya untuk pertama kalinya. Belum lagi saat harus USG dan menyaksikan gerakannya dari monitor di ruangan dokter kandungan.

Kehamilan kedua ini tentunya saya ingin lahiran secara normal lagi. Sebab penyembuhannya jauh lebih cepat dibandingkan yang menjalani operasi caesar. Walaupun rencana manusia hanya Allah yang menentukan akhirnya. Memang sih lahiran normal lagi dapat dipastikan saya akan berteriak-teriak saat harus menahan sakitnya kontraksi. Hanya bisa berdoa kelahiran kedua ini kontraksinya tidak sepanjang kontraksi lahiran pertama dulu. Jangan sampai induksi lagi supaya kontraksinya tidak bertambah sakit.

Saya sempat memimpikan melahirkan seorang anak perempuan yang montok dengan wajah oriental mirip dengan sepupu saya yang sekarang sudah dewasa. Senang sekali membayangkan bahwa yang saya kandung adalah anak perempuan walaupun saya juga tak menolak kalau diberikan anak laki-laki lagi. Mengingat anak laki-laki di keluarga saya dan suami agak sulit didapatkan. Bahkan suami saya anak laki-laki satu-satunya dalam keluarganya.

Saya bahkan sudah punya panggilan khusus untuk janin saya ini. Saya menyebutnya Si Momoy, karena di dalam mimpi saya dia anak perempuan. Semoga nanti di USG berikutnya sudah bisa melihat jenis kelaminnya sehingga dapat lebih memastikan lagi dia perempuan atau laki-laki. Meskipun tak menutup kemungkinan mesin USG bisa keliru mendeteksi jenis kelamin sang bayi. Sebab tak jarang yang saat di-USG jenis kehamilannya perempuan ternyata saat dilahirkan malah lahirnya laki-laki. Namanya juga alat buatan manusia, bisa saja menampilkan gambar yang keliru saat digunakan.


Selamat merayakan kehamilan bagi semua Bunda yang sekarang sedang berbadan dua. Semoga hamilnya sehat hingga menuju lahiran.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cara Mengetahui Orang Stalking Twitter Kita, Siapa Stalkersmu?

Siapa yang sudah menggunakan jejaring sosial yang satu ini? Sudah punya banyak temankah di sana? Mention bagaimana? Banyak juga yang hadir setiap harinya? Atau kadang merasa 'twitter' itu mirip dengan kuburan karena bingung mau ngapain aja di sana. Banyak memang orang yang pada awalnya kebingungan menggunakan twitter. Apa yang sebaiknya dilakukan. Apa yang sebaiknya ditulis. Akun seperti apa yang sebaiknya diikuti. Semuanya sebenarnya kembali lagi ke pribadi masing-masing ingin menggunakannya seperti apa. Karena konsekuensinya juga ditanggung diri masing-masing. Apa yang kita tanam itulah yang akan kita tuai. Lama-lama, alah bisa karena biasa akan berlaku. Sebab memang kalau sudah sering membaca lini masa dan sudah mengikuti banyak akun. Kita akan menemukan pola ngetwit kita sendiri. Meskipun demikian, bukan itu yang ingin dibahas dalam tulisan ini. Saya rasa banyak yang penasaran dengan cara mengetahui orang yang stalking akun twitter kita. Orang yang melakukanny

Hati-Hati Belanja di Tokopedia Pakai AnterAja

Selama ini saya selalu puas belanja di berbagai marketplace yang ada di Indonesia termasuk di Tokopedia. Karena selama ini pengirimannya yang saya gunakan ya itu-itu saja. Kalau nggak JNE ya JNT. Pernah juga menggunakan SiCepat. Sudah lama sekali tidak berbelanja di Tokopedia dan saya bulan ini ingin beli kamera dan di Tokopedia saya menemukan kamera yang saya inginkan.  Prinsip saya begitu order langsung bayar supaya barang cepat sampai. Saya tidak sadar kalau pengiriman yang default di aplikasi adalah ekspedisi AnterAja. Tidak pernah menggunakan dan baru dengar. Karena saya pikir memang AnterAja melayani sampai ke Pontianak ya nggak ada masalah dengan pengirimannya. Sampai akhirnya saat tulisan ini saya posting, paket kamera yang saya beli tak kunjung sampai. Googling sana-sini. Buka twitter buat komplain hingga akhirnya menemukan banyaknya orang yang komplain dibandingkan puas dengan layanannya dan bahkan review di google juga jelek. Banyak sekali yang memberikan bintang satu. Terma

Menulis 500 Kata

Sekarang sepertinya harus bekerja lebih keras lagi. Saya banyak sekali menulis artikel yang terlampau pendek. Bahkan banyak sekali postingan yang hanya berisikan gambar. Kalau hanya seperti itu saya yakin banyak orang yang akan bisa membuat postingan jauh lebih banyak dari yang saya bisa lakukan. Jadi sekarang sepertinya saya harus mengubah tantangannya menjadi lebih menarik. Saya harus menulis setidaknya 500 kata untuk setiap artikel yang saya buat. Supaya lebih terasa menantang dan saya tak hanya sambil lalu lagi mengupdate blognya. Sebab akhir-akhir ini ketika menyelesaikan jumlah postingan saya akhirnya suka mengambil beberapa gambar yang sudah saya unggah di instagram dan memasukkannya ke blog menjadikannya satu postingan. Padahal hanya diikuti satu dua kata saja. Bahkan pernah tak ada tulisan apa-apa. Memang menulis 10 postingan sehari bukanlah hal yang mudah untuk membagi waktu dengan persiapan pernikahan. Tapi tantangan memang harus dibuat seberat mungkin bukan? Bukan