Langsung ke konten utama

TriMester Pertama


Kehamilan yang kedua sekarang ini memang berbeda dengan kehamilan pertama. Waktu hamil Raza selain telat tahu saya sudah mengandung, saya juga tidak begitu merasakan mual-mual karena asam lambung yang naik tinggi. Bahkan dapat dikatakan saya hanya mengalami penambahan tidur lebih banyak dibandingkan biasa.

Morning sickness yang biasanya terjadi di awal kehamilan, tak terasa waktu mengandung Raza. Sekarang di kehamilan kedua, saya lumayan agak mual dan mengalami pusing lebih sering dibandingkan biasanya. Terus soal makan juga ada beberapa makanan yang biasanya saya suka sekarang tidak ingin saya makan.

Kabar baiknya sih saya masih bisa makan banyak dan tidak melewatkan waktu makan. Jadi tak ada cerita kalau saya akan kesulitan untuk makan makanan yang ada di rumah atau yang dibeli suami. Cuma keinginan saya untuk makan berganti-ganti. Kabar buruknya saya tidak bisa banyak ngeblog seperti biasanya. Saya lebih banyak menggunakan waktu luang saya untuk tidur dibandingkan melakukan kegiatan yang lain.

Untungnya saya hanya siaran dua kali dalam seminggu jadi tak begitu mengganggu jadwal saya untuk tidur. Walaupun kadang sambil siaran saya bisa merasakan ngantuk yang luar biasa. Memang malam saya harus tidur lebih awal untuk menghindari rasa kantuk yang berlebihan selama siaran walaupun kadang saya memejamkan mata ketika duduk di meja siar.

Minum antasida lumayan membantu saat asam lambung naik tinggi atau saya biasanya akan membiarkan asam lambung yang terlalu banyak itu dikeluarkan lewat muntah. Beberapa kali muntah biasanya yang keluar hanya cairan bukan makanan yang saya konsumsi. Kalau sudah muntah air seperti itu saya lumayan hilang rasa mualnya yang disebabkan asam lambung.

Trimester kehamilan kedua ini memang lumayan berat. Beda jauh dengan hamil pertama kalinya yang rasanya tak mengalami rasa seperti ini.


Teman-teman lagi hamil juga? Saya doakan hamilnya lancar hingga lahiran ya!

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cara Mengetahui Orang Stalking Twitter Kita, Siapa Stalkersmu?

Siapa yang sudah menggunakan jejaring sosial yang satu ini? Sudah punya banyak temankah di sana? Mention bagaimana? Banyak juga yang hadir setiap harinya? Atau kadang merasa 'twitter' itu mirip dengan kuburan karena bingung mau ngapain aja di sana. Banyak memang orang yang pada awalnya kebingungan menggunakan twitter. Apa yang sebaiknya dilakukan. Apa yang sebaiknya ditulis. Akun seperti apa yang sebaiknya diikuti. Semuanya sebenarnya kembali lagi ke pribadi masing-masing ingin menggunakannya seperti apa. Karena konsekuensinya juga ditanggung diri masing-masing. Apa yang kita tanam itulah yang akan kita tuai. Lama-lama, alah bisa karena biasa akan berlaku. Sebab memang kalau sudah sering membaca lini masa dan sudah mengikuti banyak akun. Kita akan menemukan pola ngetwit kita sendiri. Meskipun demikian, bukan itu yang ingin dibahas dalam tulisan ini. Saya rasa banyak yang penasaran dengan cara mengetahui orang yang stalking akun twitter kita. Orang yang melakukanny

Hati-Hati Belanja di Tokopedia Pakai AnterAja

Selama ini saya selalu puas belanja di berbagai marketplace yang ada di Indonesia termasuk di Tokopedia. Karena selama ini pengirimannya yang saya gunakan ya itu-itu saja. Kalau nggak JNE ya JNT. Pernah juga menggunakan SiCepat. Sudah lama sekali tidak berbelanja di Tokopedia dan saya bulan ini ingin beli kamera dan di Tokopedia saya menemukan kamera yang saya inginkan.  Prinsip saya begitu order langsung bayar supaya barang cepat sampai. Saya tidak sadar kalau pengiriman yang default di aplikasi adalah ekspedisi AnterAja. Tidak pernah menggunakan dan baru dengar. Karena saya pikir memang AnterAja melayani sampai ke Pontianak ya nggak ada masalah dengan pengirimannya. Sampai akhirnya saat tulisan ini saya posting, paket kamera yang saya beli tak kunjung sampai. Googling sana-sini. Buka twitter buat komplain hingga akhirnya menemukan banyaknya orang yang komplain dibandingkan puas dengan layanannya dan bahkan review di google juga jelek. Banyak sekali yang memberikan bintang satu. Terma

Menulis 500 Kata

Sekarang sepertinya harus bekerja lebih keras lagi. Saya banyak sekali menulis artikel yang terlampau pendek. Bahkan banyak sekali postingan yang hanya berisikan gambar. Kalau hanya seperti itu saya yakin banyak orang yang akan bisa membuat postingan jauh lebih banyak dari yang saya bisa lakukan. Jadi sekarang sepertinya saya harus mengubah tantangannya menjadi lebih menarik. Saya harus menulis setidaknya 500 kata untuk setiap artikel yang saya buat. Supaya lebih terasa menantang dan saya tak hanya sambil lalu lagi mengupdate blognya. Sebab akhir-akhir ini ketika menyelesaikan jumlah postingan saya akhirnya suka mengambil beberapa gambar yang sudah saya unggah di instagram dan memasukkannya ke blog menjadikannya satu postingan. Padahal hanya diikuti satu dua kata saja. Bahkan pernah tak ada tulisan apa-apa. Memang menulis 10 postingan sehari bukanlah hal yang mudah untuk membagi waktu dengan persiapan pernikahan. Tapi tantangan memang harus dibuat seberat mungkin bukan? Bukan