Langsung ke konten utama

Susu Hamil


Masih seperti kehamilan pertama, saya juga minum susu hamil yang sama untuk kehamilan kedua ini. Suami sih yang langsung beli susu Prenagen. Mungkin dia tak mau banyak mikir soal beli susu yang cocok untuk hamil saya. Waktu hamil Raza saya selalu pesan susu setiap pagi dan malam. Sekarang saya tidak meminta susu dua kali sehari lagi. Bahkan jika tak dibuatkan susu saya tidak protes seperti dulu.

Entah mengapa sekarang susu Prenagen vanilla yang biasanya saya minum selama hamil terasa terlalu manis. Padahal suami tak menambahkan gula saat membuatnya. Saya lebih sensitif dengan rasa manis dan asin. Jadi saya lebih suka makan buah dibandingkan minum susu. Kalau lapar atau mual saya juga makan pisang atau memuntahkan asam lambung yang naik.

Karena suami terus menyediakan susu Prenagen untuk saya minum mau tak mau saya terus meminumnya terutama saat pagi hari. Dibandingkan susu saya lebih suka minum juice Prenagen yang rasanya asam manis dan juga ada kandungan asam folatnya. Untuk mencoba susu yang lain saya kurang tertarik sih sebab sejak awal minumnya hanya susu Prenagen dan memang merasa cocok dengan yang rasa vanilla yang bisa buat menghilangkan rasa mual saat hamil.

Waktu hamil pertama memang sukses hilang rasa mualnya karena saya minum susu prenagen dan barangkali waktu hamil pertama kali tak mengalami asam lambung yang berlebihan. Jadinya tidak semual yang sekarang. Ya rasanya mabok hamil kali ini. Walaupun saya masih bisa menyelesaikan beberapa pekerjaan lain yang harus saya kerjakan.


Hanya blog ini yang kemudian menjadi terbengkalai karena saya tidak mengisinya. Iya memang kepala saya lumayan pusing selama hamil kedua ini sehingga blog ini saya biarkan kosong untuk beberapa lama. Sekarang saya mulai mencicil mengisinya kembali. Banyak sekali hutang yang harus saya selesaikan di blog ini supaya artikelnya penuh lagi terisi setiap hari. Syukur-syukur bisa mencapai target yang saya ingin. Setidaknya jangan sampai ada hari yang kosong di blog ini selama saya hamil.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cara Mengetahui Orang Stalking Twitter Kita, Siapa Stalkersmu?

Siapa yang sudah menggunakan jejaring sosial yang satu ini? Sudah punya banyak temankah di sana? Mention bagaimana? Banyak juga yang hadir setiap harinya? Atau kadang merasa 'twitter' itu mirip dengan kuburan karena bingung mau ngapain aja di sana. Banyak memang orang yang pada awalnya kebingungan menggunakan twitter. Apa yang sebaiknya dilakukan. Apa yang sebaiknya ditulis. Akun seperti apa yang sebaiknya diikuti. Semuanya sebenarnya kembali lagi ke pribadi masing-masing ingin menggunakannya seperti apa. Karena konsekuensinya juga ditanggung diri masing-masing. Apa yang kita tanam itulah yang akan kita tuai. Lama-lama, alah bisa karena biasa akan berlaku. Sebab memang kalau sudah sering membaca lini masa dan sudah mengikuti banyak akun. Kita akan menemukan pola ngetwit kita sendiri. Meskipun demikian, bukan itu yang ingin dibahas dalam tulisan ini. Saya rasa banyak yang penasaran dengan cara mengetahui orang yang stalking akun twitter kita. Orang yang melakukanny

Hati-Hati Belanja di Tokopedia Pakai AnterAja

Selama ini saya selalu puas belanja di berbagai marketplace yang ada di Indonesia termasuk di Tokopedia. Karena selama ini pengirimannya yang saya gunakan ya itu-itu saja. Kalau nggak JNE ya JNT. Pernah juga menggunakan SiCepat. Sudah lama sekali tidak berbelanja di Tokopedia dan saya bulan ini ingin beli kamera dan di Tokopedia saya menemukan kamera yang saya inginkan.  Prinsip saya begitu order langsung bayar supaya barang cepat sampai. Saya tidak sadar kalau pengiriman yang default di aplikasi adalah ekspedisi AnterAja. Tidak pernah menggunakan dan baru dengar. Karena saya pikir memang AnterAja melayani sampai ke Pontianak ya nggak ada masalah dengan pengirimannya. Sampai akhirnya saat tulisan ini saya posting, paket kamera yang saya beli tak kunjung sampai. Googling sana-sini. Buka twitter buat komplain hingga akhirnya menemukan banyaknya orang yang komplain dibandingkan puas dengan layanannya dan bahkan review di google juga jelek. Banyak sekali yang memberikan bintang satu. Terma

Menulis 500 Kata

Sekarang sepertinya harus bekerja lebih keras lagi. Saya banyak sekali menulis artikel yang terlampau pendek. Bahkan banyak sekali postingan yang hanya berisikan gambar. Kalau hanya seperti itu saya yakin banyak orang yang akan bisa membuat postingan jauh lebih banyak dari yang saya bisa lakukan. Jadi sekarang sepertinya saya harus mengubah tantangannya menjadi lebih menarik. Saya harus menulis setidaknya 500 kata untuk setiap artikel yang saya buat. Supaya lebih terasa menantang dan saya tak hanya sambil lalu lagi mengupdate blognya. Sebab akhir-akhir ini ketika menyelesaikan jumlah postingan saya akhirnya suka mengambil beberapa gambar yang sudah saya unggah di instagram dan memasukkannya ke blog menjadikannya satu postingan. Padahal hanya diikuti satu dua kata saja. Bahkan pernah tak ada tulisan apa-apa. Memang menulis 10 postingan sehari bukanlah hal yang mudah untuk membagi waktu dengan persiapan pernikahan. Tapi tantangan memang harus dibuat seberat mungkin bukan? Bukan