Langsung ke konten utama

Makanan Kesukaan Raza


Ketan adalah makanan yang paling Raza sukai. Mau dibikin jadi bentuk kue apa saja dia selalu suka. Biasanya dia akan memilih lupis atau putri selat yang memang bahan utamanya adalah ketan. Jadi kalau dia pergi belanja kue dia pasti akan menunjuk kue yang dia tahu dibuat dari ketan. Paling sering putri selat yang dia temukan di warung kue.

Tahu putri selat? Waktu kecil saya juga suka sekali dengan kue putri selat ini. Uwan saya pernah membuatnya waktu bulan puasa sebagai kue untuk berbuka. Tapi jarang dia membuatnya. Kue yang paling sering Uwan buat kalau tidak kusoi biasanya kue ubi. Iya sih harga beras ketan memang lebih mahal dibandingkan beras biasa. Jadi wajar ya tak bisa membuat kue yang bahan utamanya beras ketan sering-sering.

Putri selat itu bagian bawahnya ketan yang rasanya gurih dan bagian atasnya tepung yang manis. Kue ini terbagi dua antara rasa manis dan gurih. Jadi ingat kue Sari Mukke buatan Uwan yang punya konsep serupa. Manis dan gurih tapi dua-duanya bahannya sama-sama tepung yang dikukus. Atasnya dicampur gula merah dan warnanya mirip dengna gula merah. Sedang bagian bawahnya putih dan dicampur dengan sedikit garam supaya gurih.

Kalau lupis itu mirip ketupat tapi dari daun pisang pembungkusnya dan bentuknya lebih ceper. Makannya pake parutan kelapa dan juga kuah gula merah yang manis.


Raza bisa makan banyak kue lupis dan putri selat ini karena suka dengan makanan yang dibuat dari ketan.  

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cara Mengetahui Orang Stalking Twitter Kita, Siapa Stalkersmu?

Siapa yang sudah menggunakan jejaring sosial yang satu ini? Sudah punya banyak temankah di sana? Mention bagaimana? Banyak juga yang hadir setiap harinya? Atau kadang merasa 'twitter' itu mirip dengan kuburan karena bingung mau ngapain aja di sana. Banyak memang orang yang pada awalnya kebingungan menggunakan twitter. Apa yang sebaiknya dilakukan. Apa yang sebaiknya ditulis. Akun seperti apa yang sebaiknya diikuti. Semuanya sebenarnya kembali lagi ke pribadi masing-masing ingin menggunakannya seperti apa. Karena konsekuensinya juga ditanggung diri masing-masing. Apa yang kita tanam itulah yang akan kita tuai. Lama-lama, alah bisa karena biasa akan berlaku. Sebab memang kalau sudah sering membaca lini masa dan sudah mengikuti banyak akun. Kita akan menemukan pola ngetwit kita sendiri. Meskipun demikian, bukan itu yang ingin dibahas dalam tulisan ini. Saya rasa banyak yang penasaran dengan cara mengetahui orang yang stalking akun twitter kita. Orang yang melakukanny

Hati-Hati Belanja di Tokopedia Pakai AnterAja

Selama ini saya selalu puas belanja di berbagai marketplace yang ada di Indonesia termasuk di Tokopedia. Karena selama ini pengirimannya yang saya gunakan ya itu-itu saja. Kalau nggak JNE ya JNT. Pernah juga menggunakan SiCepat. Sudah lama sekali tidak berbelanja di Tokopedia dan saya bulan ini ingin beli kamera dan di Tokopedia saya menemukan kamera yang saya inginkan.  Prinsip saya begitu order langsung bayar supaya barang cepat sampai. Saya tidak sadar kalau pengiriman yang default di aplikasi adalah ekspedisi AnterAja. Tidak pernah menggunakan dan baru dengar. Karena saya pikir memang AnterAja melayani sampai ke Pontianak ya nggak ada masalah dengan pengirimannya. Sampai akhirnya saat tulisan ini saya posting, paket kamera yang saya beli tak kunjung sampai. Googling sana-sini. Buka twitter buat komplain hingga akhirnya menemukan banyaknya orang yang komplain dibandingkan puas dengan layanannya dan bahkan review di google juga jelek. Banyak sekali yang memberikan bintang satu. Terma

Menulis 500 Kata

Sekarang sepertinya harus bekerja lebih keras lagi. Saya banyak sekali menulis artikel yang terlampau pendek. Bahkan banyak sekali postingan yang hanya berisikan gambar. Kalau hanya seperti itu saya yakin banyak orang yang akan bisa membuat postingan jauh lebih banyak dari yang saya bisa lakukan. Jadi sekarang sepertinya saya harus mengubah tantangannya menjadi lebih menarik. Saya harus menulis setidaknya 500 kata untuk setiap artikel yang saya buat. Supaya lebih terasa menantang dan saya tak hanya sambil lalu lagi mengupdate blognya. Sebab akhir-akhir ini ketika menyelesaikan jumlah postingan saya akhirnya suka mengambil beberapa gambar yang sudah saya unggah di instagram dan memasukkannya ke blog menjadikannya satu postingan. Padahal hanya diikuti satu dua kata saja. Bahkan pernah tak ada tulisan apa-apa. Memang menulis 10 postingan sehari bukanlah hal yang mudah untuk membagi waktu dengan persiapan pernikahan. Tapi tantangan memang harus dibuat seberat mungkin bukan? Bukan