5 April 2017

Jadi Blogger Jangan Baper



Dulu waktu masih awal-awal ngeblog, sekitar dua tahun pertama rasanya saya suka banget baper. Apa pun yang terjadi akan jadi bahan tulisan. Segalanya ditulis diceritain. Baper banget. Mau lagi bahagia, sedih, atau marah semuanya bisa jadi tulisan. Labil banget dulunya.

Tidak bisa menahan diri untuk tidak membagikan "perasaan" dalam bentuk tulisan di blog atau pun sosial media. Untungnya sekarang saya bisa lebih menahan diri untuk tidak melakukan itu. Lebih-lebih sekarang sudah punya suami. Kalau tidak?

Dapat dibayangkan aib rumah tangga akan tersebar luas di blog ini dan bisa jadi diketahui banyak orang. Tidak semua yang terjadi dalam hidup kita pantas untuk diceritakan. Apalagi kalau hal itu juga berkaitan dengan orang lain. Terutama hal-hal yang kurang menyenangkan.

Jangan baper kalau lagi nulis. Jangan sampai blog dikenal orang sebagai tempat nyampah. Sayang banget kalau kita dikenal gara-gara dikit-dikit baper.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Berkomentarlah yang baik. Semua komentar yang masuk akan dimoderasi. (admin: Honeylizious [Rohani Syawaliah]).

@honeylizious

Followers