Langsung ke konten utama

Hilangkan Amis Pada Ayam


Saya baru tahu kalau jahe itu fungsinya untuk menghilangkan aroma tidak sedap dari ayam. Iya saya sering makan ayam masakan sendiri yang aroma ayamnya masih terasa amis. Sudah coba banyak sekali bumbu untuk menghilangkan amisnya dan menambah gurih ayam yang akan digoreng. Biasanya saya ungkep dengan bumbu instant kemasan yang banyak sekali dijual di pasaran. Memasak sekarang memang sangat dimudahkan dengan tersedianya bumbu-bumbu yang dapat kita beli dan punya intruksi jelas di kemasan bagian belakang.

Resep juga tinggal googling, sampai akhirnya saya melihat di Youtube ada yang memasak ayam yang direbus dengan potongan jahe sebelum menjadikannya masakan yang siap saji. Jadi proses penghilangan amisnya dulu yang dilakukan. Jadi saya juga coba tu pada ayam yang sebelumnya sudah saya ungkep dengan bumbu untuk ayam goreng. Tapi masih ada bau tidak sedap yang tertinggal pada ayam sehingga saya putuskan untuk mencuci ayam tersebut dari bumbu pertama lalu saya rebus kembali dengan potongan jahe.

Setelah direbus dengan jahe menggunakan api kecil barulah saya mengolahnya menjadi ayam goreng. Ternyata bau tidak sedapnya memang hilang dengan penggunaan jahe tersebut. Bahkan dengan adanya jahe, daging ayamnya punya aroma baru yang lebih khas. Baunya jadi lebih enak. Jadi sekarang setiap suami beli ayam yang saya butuhkan hanya beberapa ruas jahe yang dipotong tipis-tipis untuk merebus ayamnya. Nanti kalau ingin diolah lagi baru dikasih bumbu yang lain.


Enaknya ayam yang direbus dengan jahe adalah mudah untuk dimasak menjadi ayam hainan karena memang ayam hainan yang dikukus juga menggunakan jahe. Jadi bumbu dasar untuk menghilangkan amisnya tidak akan mengganggu bumbu ayam hainan. Di internet banyak sekali resep ayam hainan yang bisa kita coba untuk dibuat di rumah dan rata-rata resepnya mudah sekali. Ingin diimprovisasi? Tak masalah kok. Tinggal sesuaikan selera saja.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cara Mengetahui Orang Stalking Twitter Kita, Siapa Stalkersmu?

Siapa yang sudah menggunakan jejaring sosial yang satu ini? Sudah punya banyak temankah di sana? Mention bagaimana? Banyak juga yang hadir setiap harinya? Atau kadang merasa 'twitter' itu mirip dengan kuburan karena bingung mau ngapain aja di sana. Banyak memang orang yang pada awalnya kebingungan menggunakan twitter. Apa yang sebaiknya dilakukan. Apa yang sebaiknya ditulis. Akun seperti apa yang sebaiknya diikuti. Semuanya sebenarnya kembali lagi ke pribadi masing-masing ingin menggunakannya seperti apa. Karena konsekuensinya juga ditanggung diri masing-masing. Apa yang kita tanam itulah yang akan kita tuai. Lama-lama, alah bisa karena biasa akan berlaku. Sebab memang kalau sudah sering membaca lini masa dan sudah mengikuti banyak akun. Kita akan menemukan pola ngetwit kita sendiri. Meskipun demikian, bukan itu yang ingin dibahas dalam tulisan ini. Saya rasa banyak yang penasaran dengan cara mengetahui orang yang stalking akun twitter kita. Orang yang melakukanny

Hati-Hati Belanja di Tokopedia Pakai AnterAja

Selama ini saya selalu puas belanja di berbagai marketplace yang ada di Indonesia termasuk di Tokopedia. Karena selama ini pengirimannya yang saya gunakan ya itu-itu saja. Kalau nggak JNE ya JNT. Pernah juga menggunakan SiCepat. Sudah lama sekali tidak berbelanja di Tokopedia dan saya bulan ini ingin beli kamera dan di Tokopedia saya menemukan kamera yang saya inginkan.  Prinsip saya begitu order langsung bayar supaya barang cepat sampai. Saya tidak sadar kalau pengiriman yang default di aplikasi adalah ekspedisi AnterAja. Tidak pernah menggunakan dan baru dengar. Karena saya pikir memang AnterAja melayani sampai ke Pontianak ya nggak ada masalah dengan pengirimannya. Sampai akhirnya saat tulisan ini saya posting, paket kamera yang saya beli tak kunjung sampai. Googling sana-sini. Buka twitter buat komplain hingga akhirnya menemukan banyaknya orang yang komplain dibandingkan puas dengan layanannya dan bahkan review di google juga jelek. Banyak sekali yang memberikan bintang satu. Terma

Menulis 500 Kata

Sekarang sepertinya harus bekerja lebih keras lagi. Saya banyak sekali menulis artikel yang terlampau pendek. Bahkan banyak sekali postingan yang hanya berisikan gambar. Kalau hanya seperti itu saya yakin banyak orang yang akan bisa membuat postingan jauh lebih banyak dari yang saya bisa lakukan. Jadi sekarang sepertinya saya harus mengubah tantangannya menjadi lebih menarik. Saya harus menulis setidaknya 500 kata untuk setiap artikel yang saya buat. Supaya lebih terasa menantang dan saya tak hanya sambil lalu lagi mengupdate blognya. Sebab akhir-akhir ini ketika menyelesaikan jumlah postingan saya akhirnya suka mengambil beberapa gambar yang sudah saya unggah di instagram dan memasukkannya ke blog menjadikannya satu postingan. Padahal hanya diikuti satu dua kata saja. Bahkan pernah tak ada tulisan apa-apa. Memang menulis 10 postingan sehari bukanlah hal yang mudah untuk membagi waktu dengan persiapan pernikahan. Tapi tantangan memang harus dibuat seberat mungkin bukan? Bukan