20 April 2017

Cerita Si TestPack


Hari itu hari Kamis. Saya kuliah seperti biasa. Pulang kuliah kayak biasanya juga. Cuma karena hari itu ada rapat untuk persiapan acara Kongres Dayak Internasional yang akan diadakan bulan Juli nanti dan saya termasuk panitia jadinya pulang kuliah saya harus segera makan dan pulang sebentar buat istirahat. Siang itu saya makan nasi cap cay di Gleam yang ada di Jalan Parit Haji Husin 2 bersama Rebeka. Tak perlu saya jelaskanlah ya makan pulang kuliah pasti bareng dia. Mau di tempat makan atau di rumah.

Sebelum rapat saya dan dia pulang dulu ke rumah. Rencananya mau baring sebentar karena saya mengantuk berat. Biasanya saya sudah untuk tidur siang apalagi kalau rapatnya tinggal 30 menitan lagi. Saya pikir saya bisa tidur sebentar mungkin 15-20 menit supaya nanti pas rapat tidak begitu mengantuk. Ternyata saya benar-benar tidur sekitar 11 menit sampai akhirnya saya terbangun karena mendengar suara Rebeka sedang menelepon.

Saya masih sangat mengantuk.

“Kok kakak ngantuk sekali ya?”

Wajah Rebeka tak memberikan jawaban yang jelas kemudian pikiran saya mengingat satu hal yang pernah terjadi juga sebelumnya. Seingat saya, saya hanya akan mengantuk jika sedang hamil. Dulu waktu hamil Raza saya juga mengantuk setiap hari. Malamnya tidur awal. Siangnya tidur berjam-jam. Begitu setiap hari.

Patokan hamil saya tidak bisa berdasarkan telat datang bulan karena sebelumnya pernah beberapa kali telat ternyata negatif. Terus kalo soal mengidam, pengalaman saya yang pertama saya tidak mengidam yang gimana-gimana sih. Cuma memang beberapa waktu terakhir ini saya mudah sekali lapar. Sebentar-sebentar lapas. Banyak sekali camilan yang harus saya buat sendiri untuk menghilangkan rasa lapar. Sensitif terhadap bau masakan atau parfum? Biasanya orang hamil memang sensitif sekali hidungnya dan yang jadi masalah saya tidak merasakan penciuman yang aneh-aneh selama hamil. Biasanya saya suka protes aja kalo suami bajunya lembab karena keringat. Hamil nggak hamil saya terganggu dengan itu.

Saya putuskan untuk minta suami beli test pack. Sorenya saya pesan suami beli 1 test pack untuk memastikan apakah saya memang hamil atau tidak pagi besok. Lalu apa yang terjadi? Malamnya dia bilang dia lupa katanya beli test pack.


Hmmm...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Berkomentarlah yang baik. Semua komentar yang masuk akan dimoderasi. (admin: Honeylizious [Rohani Syawaliah]).

@honeylizious

Followers