Langsung ke konten utama

Lipstik Giordani Gold Nggak Mengecewakan



Setelah mencoba berbagai lipstik yang disediakan sama Oriflame saya akhirnya jatuh cinta sama produk dari Giordani Gold. Banyak sih yang bilang kalau harga produknya terlalu mahal. Saya sih selalu beli kalau produknya sedang ada diskon atau ada promo tertentu. Begitu caranya supaya lebih hemat untuk membeli lipstik yang harganya hampir 200ribu dengan harga di bawah 100ribu. Masih merasa mahal? Hitungan saya sih Giordani Gold itu ukurannya lumayan gede dan bisa dipake cukup lama. Kita anggap deh anggaran buat lipstik sebulannya 10ribu, terus pas promo kita bisa dapat harga lipstik Giordani Gold-nya 90ribu. Berarti supaya mencapai budget lipstik tersebut harus awet sampai 9 bulan.

Rata-rata sih sebatang lipstik Giordani Gold yang pernah saya gunakan, selalu lebih dari 9 bulan pemakaian baru habis. Bahkan pernah setahun baru habis itupun kalau mau masih ada sisa yang bisa dikorek-korek dari wadah lipstiknya. Soal kualitas Giordani Gold memang jagonya. Apalagi lipstik matte-nya. Itu benar-benar matte dan tahan lama di bibir. Nggak perlu sering touch up. Walaupun tahan lama lipstiknya bisa dibersihkan dengan mudah menggunakan make up remover dari The One ya.

Saya lebih baik punya satu dua lipstik Giordani Gold dibandingkan punya 10 lipstik tapi dari seri yang lain. Kalau rasanya harga lipstiknya masih mahal walaupun sudah promo atau diskon mendingan langsung daftar buat dapat kartu member dan kita bisa dapatkan diskon tambahan yang lumayan gede dan bisa juga sekalian jualan produknya. Jadi dapat keuntungan langsung yang dapat kita gunakan untuk belanja kebutuhan produk Oriflame kita.


Terus kalau gabung wajib jualan? Kejar target? Semuanya kembali ke kita. Tujuan gabungnya buat apa? Kalau buat pake sendiri ya belanja pas butuh aja. Gabung buat dapat penghasilan dari jualan? Ya tinggal jualan. Target kita sendiri yang buat mau penghasilan berapa. Kita bisa hitung sendiri penghasilan yang akan kita dapatkan dengan menjual produk Oriflame dalam jumlah tertentu. Tak ada paksaan atau kewajiban dari Oriflame yang memaksa kita untuk bekerja memasarkan dengan target mereka dan tak ada sanksi kalau kita jualannya tidak laku atau tidak belanja dalam beberapa waktu.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cara Mengetahui Orang Stalking Twitter Kita, Siapa Stalkersmu?

Siapa yang sudah menggunakan jejaring sosial yang satu ini? Sudah punya banyak temankah di sana? Mention bagaimana? Banyak juga yang hadir setiap harinya? Atau kadang merasa 'twitter' itu mirip dengan kuburan karena bingung mau ngapain aja di sana. Banyak memang orang yang pada awalnya kebingungan menggunakan twitter. Apa yang sebaiknya dilakukan. Apa yang sebaiknya ditulis. Akun seperti apa yang sebaiknya diikuti. Semuanya sebenarnya kembali lagi ke pribadi masing-masing ingin menggunakannya seperti apa. Karena konsekuensinya juga ditanggung diri masing-masing. Apa yang kita tanam itulah yang akan kita tuai. Lama-lama, alah bisa karena biasa akan berlaku. Sebab memang kalau sudah sering membaca lini masa dan sudah mengikuti banyak akun. Kita akan menemukan pola ngetwit kita sendiri. Meskipun demikian, bukan itu yang ingin dibahas dalam tulisan ini. Saya rasa banyak yang penasaran dengan cara mengetahui orang yang stalking akun twitter kita. Orang yang melakukanny

Hati-Hati Belanja di Tokopedia Pakai AnterAja

Selama ini saya selalu puas belanja di berbagai marketplace yang ada di Indonesia termasuk di Tokopedia. Karena selama ini pengirimannya yang saya gunakan ya itu-itu saja. Kalau nggak JNE ya JNT. Pernah juga menggunakan SiCepat. Sudah lama sekali tidak berbelanja di Tokopedia dan saya bulan ini ingin beli kamera dan di Tokopedia saya menemukan kamera yang saya inginkan.  Prinsip saya begitu order langsung bayar supaya barang cepat sampai. Saya tidak sadar kalau pengiriman yang default di aplikasi adalah ekspedisi AnterAja. Tidak pernah menggunakan dan baru dengar. Karena saya pikir memang AnterAja melayani sampai ke Pontianak ya nggak ada masalah dengan pengirimannya. Sampai akhirnya saat tulisan ini saya posting, paket kamera yang saya beli tak kunjung sampai. Googling sana-sini. Buka twitter buat komplain hingga akhirnya menemukan banyaknya orang yang komplain dibandingkan puas dengan layanannya dan bahkan review di google juga jelek. Banyak sekali yang memberikan bintang satu. Terma

Menulis 500 Kata

Sekarang sepertinya harus bekerja lebih keras lagi. Saya banyak sekali menulis artikel yang terlampau pendek. Bahkan banyak sekali postingan yang hanya berisikan gambar. Kalau hanya seperti itu saya yakin banyak orang yang akan bisa membuat postingan jauh lebih banyak dari yang saya bisa lakukan. Jadi sekarang sepertinya saya harus mengubah tantangannya menjadi lebih menarik. Saya harus menulis setidaknya 500 kata untuk setiap artikel yang saya buat. Supaya lebih terasa menantang dan saya tak hanya sambil lalu lagi mengupdate blognya. Sebab akhir-akhir ini ketika menyelesaikan jumlah postingan saya akhirnya suka mengambil beberapa gambar yang sudah saya unggah di instagram dan memasukkannya ke blog menjadikannya satu postingan. Padahal hanya diikuti satu dua kata saja. Bahkan pernah tak ada tulisan apa-apa. Memang menulis 10 postingan sehari bukanlah hal yang mudah untuk membagi waktu dengan persiapan pernikahan. Tapi tantangan memang harus dibuat seberat mungkin bukan? Bukan