Langsung ke konten utama

Ketika Susah BAB


Ibu hamil memang tidak jauh dari yang namanya susah buang air besar alias sembelit. Apalagi saya memang mudah sekali sembelit dalam keadaan hamil atau enggak. Sudah banyak saran yang saya ikuti, makan buah, banyak minum air putih, dan masih banyak lagi yang lainnya. Sekarang saat hamil saya tidak perlu takut diare karena kebanyakan makan buah sebab jangankan mau diare, BAB lancar saja tidak.

Tapi kemudian yang jadi masalah adalah suami saya yang sudah terbiasa lancar pencernaannya dan langsung diare saat menikmati asinan buah bersama saya. Saya sendiri? Masih seperti biasa mengalami susah BAB. Banyak saran dari orang untuk makan buah tertentu supaya BAB-nya lancar. Tapi apalah daya masih macet sampai akhirnya saya menemukan beberapa jenis makanan yang bisa membuat lambung saya berkontraksi dan menekan sisa-sisa makanan yang harus dibuang ke bawah sana. Contoh makanan yang bisa melancarkan BAB saya yang paling terasa adalah muruku, camilan yang biasanya banyak disediakan ketika lebaran tiba. Ini camilan yang asalnya dari Malaysia. Banyak yang jual di Pontianak. Kisaran harganya 55.000-65.000/900gramnya. Rasanya enak, ada rasa ikan tapi tidak amis. Terbuat dari tepung kacang dan bahan tambahan lainnya.

Mau nyari resep muruku? Banyak teman-teman kita yang asli Malaysia yang punya resepnya tapi saya mendingan beli saja dibandingkan harus bikin sendiri. Apalagi harganya juga terjangkau. Dibandingkan kue kering lebaran, muruku ini dengan harga segitu isinya jauh lebih banyak dan makannya suka nggak berasa tiba-tiba aja sudah setengah toples saking serunya. Umak saya di kampung kalau dibeliin muruku suka disimpan buat makan sendiri nggak disediakan buat tamu. Saya juga gitu sih. Wkwkwkw…


Saya tidak paham mengapa makan muruku bisa melancarkan pembuangan saya setiap hari. Tapi yang jelas muruku selain enak sangat membantu saya bebas dari sembelit.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cara Mengetahui Orang Stalking Twitter Kita, Siapa Stalkersmu?

Siapa yang sudah menggunakan jejaring sosial yang satu ini? Sudah punya banyak temankah di sana? Mention bagaimana? Banyak juga yang hadir setiap harinya? Atau kadang merasa 'twitter' itu mirip dengan kuburan karena bingung mau ngapain aja di sana. Banyak memang orang yang pada awalnya kebingungan menggunakan twitter. Apa yang sebaiknya dilakukan. Apa yang sebaiknya ditulis. Akun seperti apa yang sebaiknya diikuti. Semuanya sebenarnya kembali lagi ke pribadi masing-masing ingin menggunakannya seperti apa. Karena konsekuensinya juga ditanggung diri masing-masing. Apa yang kita tanam itulah yang akan kita tuai. Lama-lama, alah bisa karena biasa akan berlaku. Sebab memang kalau sudah sering membaca lini masa dan sudah mengikuti banyak akun. Kita akan menemukan pola ngetwit kita sendiri. Meskipun demikian, bukan itu yang ingin dibahas dalam tulisan ini. Saya rasa banyak yang penasaran dengan cara mengetahui orang yang stalking akun twitter kita. Orang yang melakukanny

Hati-Hati Belanja di Tokopedia Pakai AnterAja

Selama ini saya selalu puas belanja di berbagai marketplace yang ada di Indonesia termasuk di Tokopedia. Karena selama ini pengirimannya yang saya gunakan ya itu-itu saja. Kalau nggak JNE ya JNT. Pernah juga menggunakan SiCepat. Sudah lama sekali tidak berbelanja di Tokopedia dan saya bulan ini ingin beli kamera dan di Tokopedia saya menemukan kamera yang saya inginkan.  Prinsip saya begitu order langsung bayar supaya barang cepat sampai. Saya tidak sadar kalau pengiriman yang default di aplikasi adalah ekspedisi AnterAja. Tidak pernah menggunakan dan baru dengar. Karena saya pikir memang AnterAja melayani sampai ke Pontianak ya nggak ada masalah dengan pengirimannya. Sampai akhirnya saat tulisan ini saya posting, paket kamera yang saya beli tak kunjung sampai. Googling sana-sini. Buka twitter buat komplain hingga akhirnya menemukan banyaknya orang yang komplain dibandingkan puas dengan layanannya dan bahkan review di google juga jelek. Banyak sekali yang memberikan bintang satu. Terma

Menulis 500 Kata

Sekarang sepertinya harus bekerja lebih keras lagi. Saya banyak sekali menulis artikel yang terlampau pendek. Bahkan banyak sekali postingan yang hanya berisikan gambar. Kalau hanya seperti itu saya yakin banyak orang yang akan bisa membuat postingan jauh lebih banyak dari yang saya bisa lakukan. Jadi sekarang sepertinya saya harus mengubah tantangannya menjadi lebih menarik. Saya harus menulis setidaknya 500 kata untuk setiap artikel yang saya buat. Supaya lebih terasa menantang dan saya tak hanya sambil lalu lagi mengupdate blognya. Sebab akhir-akhir ini ketika menyelesaikan jumlah postingan saya akhirnya suka mengambil beberapa gambar yang sudah saya unggah di instagram dan memasukkannya ke blog menjadikannya satu postingan. Padahal hanya diikuti satu dua kata saja. Bahkan pernah tak ada tulisan apa-apa. Memang menulis 10 postingan sehari bukanlah hal yang mudah untuk membagi waktu dengan persiapan pernikahan. Tapi tantangan memang harus dibuat seberat mungkin bukan? Bukan