Langsung ke konten utama

Kapan Indonesia Punya Drama?


Kapan? Entahlah. Saya tidak yakin semua itu akan terjadi dalam waktu dekat. Saya iri dengan Korea Selatan yang disuguhi banyak sekali drama yang digarap dengan serius. Wajar sekali mereka menguasai penonton yang menyukai drama. Drama yang dibuat tidak asal jadi dan mereka sangat peduli dengan soundtrack yang digunakan dalam drama tersebut. Jarang sekali kita menemukan drama yang punya episode ratusan apalagi sampai ribuan.

Drama Korea umumnya dibuat belasan episode. Paling umum 16-24 episode. Buat yang suka menonton drama tanpa menunggu tiap minggunya tentunya tinggal menunggu status dramanya ‘completed’ di situs yang menyediakan drama secara online. Lalu tinggal ditonton secara marathon. Bersyukurlah sekarang jaringan internet di Indonesia tidak selemot dulu. Jaringan yang sudah cukup mumpuni sekarang di beberapa penyedia layanan membuat pencinta drama Korea tidak perlu berlangganan televisi kabel untuk menyaksikan drama kesayangannya. Tinggal tonton secara online satu drama bisa selesai dalam waktu 2-3 hari.

Beberapa bulan terakhir ini saya memang mengamati dengan serius beberapa situs penyedia drama Korea dan menemukan bahwa perkembangan jenis dramanya juga pesat sekali. Drama yang mengandung unsur kriminal juga banyak. Saya yang suka dengan drama detektif atau pembunuhan tentunya akan sangat dimanjakan dengan banyaknya pilihan drama yang episodenya tidak terlampau panjang.

Biasanya saya menonton drama ketika sedang chat dengan rekan-rekan bisnis saya atau menyebarkan bisnis saya secara online dan juga ditambah dengan saat menyusukan anak. Melakukan banyak sekali hal dalam satu waktu. Saya merasa sangat multitasking semenjak punya laptop. Sambil baring banyak sekali yang saya lakukan. Tapi bukan itu sih intinya.

Saya ingin sekali suatu hari nanti Indonesia juga punya drama yang digarap dengan serius bukan asal jadi dan mengejar rating dan pengambilan gambar seadanya. Drama Korea itu gila banget pengambilan gambarnya. Ada beberapa drama yang membuat saya takjub karena cara pengambilan gambarnya yang sangat indah. Dramanya malah terasa seperti video klip lagu karena keindahan pengambilan gambarnya. Sutradara dan kameraman yang ciamik memang.


Drama tak hanya sekadar drama tapi karya seni yang mengagumkan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cara Mengetahui Orang Stalking Twitter Kita, Siapa Stalkersmu?

Siapa yang sudah menggunakan jejaring sosial yang satu ini? Sudah punya banyak temankah di sana? Mention bagaimana? Banyak juga yang hadir setiap harinya? Atau kadang merasa 'twitter' itu mirip dengan kuburan karena bingung mau ngapain aja di sana. Banyak memang orang yang pada awalnya kebingungan menggunakan twitter. Apa yang sebaiknya dilakukan. Apa yang sebaiknya ditulis. Akun seperti apa yang sebaiknya diikuti. Semuanya sebenarnya kembali lagi ke pribadi masing-masing ingin menggunakannya seperti apa. Karena konsekuensinya juga ditanggung diri masing-masing. Apa yang kita tanam itulah yang akan kita tuai. Lama-lama, alah bisa karena biasa akan berlaku. Sebab memang kalau sudah sering membaca lini masa dan sudah mengikuti banyak akun. Kita akan menemukan pola ngetwit kita sendiri. Meskipun demikian, bukan itu yang ingin dibahas dalam tulisan ini. Saya rasa banyak yang penasaran dengan cara mengetahui orang yang stalking akun twitter kita. Orang yang melakukanny

Hati-Hati Belanja di Tokopedia Pakai AnterAja

Selama ini saya selalu puas belanja di berbagai marketplace yang ada di Indonesia termasuk di Tokopedia. Karena selama ini pengirimannya yang saya gunakan ya itu-itu saja. Kalau nggak JNE ya JNT. Pernah juga menggunakan SiCepat. Sudah lama sekali tidak berbelanja di Tokopedia dan saya bulan ini ingin beli kamera dan di Tokopedia saya menemukan kamera yang saya inginkan.  Prinsip saya begitu order langsung bayar supaya barang cepat sampai. Saya tidak sadar kalau pengiriman yang default di aplikasi adalah ekspedisi AnterAja. Tidak pernah menggunakan dan baru dengar. Karena saya pikir memang AnterAja melayani sampai ke Pontianak ya nggak ada masalah dengan pengirimannya. Sampai akhirnya saat tulisan ini saya posting, paket kamera yang saya beli tak kunjung sampai. Googling sana-sini. Buka twitter buat komplain hingga akhirnya menemukan banyaknya orang yang komplain dibandingkan puas dengan layanannya dan bahkan review di google juga jelek. Banyak sekali yang memberikan bintang satu. Terma

Menulis 500 Kata

Sekarang sepertinya harus bekerja lebih keras lagi. Saya banyak sekali menulis artikel yang terlampau pendek. Bahkan banyak sekali postingan yang hanya berisikan gambar. Kalau hanya seperti itu saya yakin banyak orang yang akan bisa membuat postingan jauh lebih banyak dari yang saya bisa lakukan. Jadi sekarang sepertinya saya harus mengubah tantangannya menjadi lebih menarik. Saya harus menulis setidaknya 500 kata untuk setiap artikel yang saya buat. Supaya lebih terasa menantang dan saya tak hanya sambil lalu lagi mengupdate blognya. Sebab akhir-akhir ini ketika menyelesaikan jumlah postingan saya akhirnya suka mengambil beberapa gambar yang sudah saya unggah di instagram dan memasukkannya ke blog menjadikannya satu postingan. Padahal hanya diikuti satu dua kata saja. Bahkan pernah tak ada tulisan apa-apa. Memang menulis 10 postingan sehari bukanlah hal yang mudah untuk membagi waktu dengan persiapan pernikahan. Tapi tantangan memang harus dibuat seberat mungkin bukan? Bukan