Langsung ke konten utama

Foundation Favorit







Oriflame punya banyak sekali foundation atau alas bedak yang dapat kita sesuaikan dengan jenis kulit kita. Terutama yang punya kulit berminyak ataupun yang mudah sekali keringatan. Kalau salah pilih bisa-bisa bedak dan foundation hanyut atau timbul. Ada baiknya menggunakan primer sebelum foundation supaya bedak dan alasnya lebih tahan lama. Saya sendiri jarang menggunakan primer karena foundation Oriflame terfavorit saya memang tahan lama dan tidak membuat bedak timbul.

Foundation dari Giordani Gold Oriflame memang yang paling saya suka. Aplikasikan tipis saja di wajah supaya tidak terlihat seperti topeng atau menor. Bisa tahan berjam-jam tanpa perlu di-touch up atau diaplikasikan ulang. Selain Giordani Gold Oriflame masih punya foundation dari The One, Very Me, dan yang lainnya. Tapi dari semua yang pernah saya coba Giordani Gold memang paling saya suka dibandingkan foundation yang seri lain. Apalagi penggunaannya yang lebih hemat jadi satu botolnya bisa digunakan sampai berbulan-bulan. Mahal sedikit harganya dibandingkan seri yang lain tetapi kalau dihitung-hitung malah jauh lebih hemat dibandingkan dengan foundation yang harganya lebih murah. Tentu yang lebih penting lagi dengan kualitas yang jauh lebih baik untuk kulit saya.

Ada kalanya saya sendiri tidak menggunakan make up sama sekali kecuali skin care dan sedikit lipstik supaya tidak pucat. Sebab yang jauh lebih penting tentunya adalah produk perawatan kulit dibandingkan tata rias yang fungsinya hanya untuk mempertegas wajah kita alias menambah kecantikan. Berbeda dengan produk perawatan yang fungsinya untuk membuat wajah lebih muda, halus, bebas kerutan, dan bebas gangguan kulit lainnya.


Terkadang banyak orang yang tak memahami bahwa perawatan kulit berbeda dengan tata rias sehingga ketika sudah menggunakan tata rias mereka tak lagi memikirkan soal perawatan kulit. Seperti saya dulunya juga tak begitu memahami perbedaan kedua hal tersebut. Untungnya sekarang sudah banyak informasi yang dapat kita baca dan tonton melalui internet. Selama memiliki kuota internet dengan mudah kita mencari informasi yang kita butuhkan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cara Mengetahui Orang Stalking Twitter Kita, Siapa Stalkersmu?

Siapa yang sudah menggunakan jejaring sosial yang satu ini? Sudah punya banyak temankah di sana? Mention bagaimana? Banyak juga yang hadir setiap harinya? Atau kadang merasa 'twitter' itu mirip dengan kuburan karena bingung mau ngapain aja di sana. Banyak memang orang yang pada awalnya kebingungan menggunakan twitter. Apa yang sebaiknya dilakukan. Apa yang sebaiknya ditulis. Akun seperti apa yang sebaiknya diikuti. Semuanya sebenarnya kembali lagi ke pribadi masing-masing ingin menggunakannya seperti apa. Karena konsekuensinya juga ditanggung diri masing-masing. Apa yang kita tanam itulah yang akan kita tuai. Lama-lama, alah bisa karena biasa akan berlaku. Sebab memang kalau sudah sering membaca lini masa dan sudah mengikuti banyak akun. Kita akan menemukan pola ngetwit kita sendiri. Meskipun demikian, bukan itu yang ingin dibahas dalam tulisan ini. Saya rasa banyak yang penasaran dengan cara mengetahui orang yang stalking akun twitter kita. Orang yang melakukanny

Hati-Hati Belanja di Tokopedia Pakai AnterAja

Selama ini saya selalu puas belanja di berbagai marketplace yang ada di Indonesia termasuk di Tokopedia. Karena selama ini pengirimannya yang saya gunakan ya itu-itu saja. Kalau nggak JNE ya JNT. Pernah juga menggunakan SiCepat. Sudah lama sekali tidak berbelanja di Tokopedia dan saya bulan ini ingin beli kamera dan di Tokopedia saya menemukan kamera yang saya inginkan.  Prinsip saya begitu order langsung bayar supaya barang cepat sampai. Saya tidak sadar kalau pengiriman yang default di aplikasi adalah ekspedisi AnterAja. Tidak pernah menggunakan dan baru dengar. Karena saya pikir memang AnterAja melayani sampai ke Pontianak ya nggak ada masalah dengan pengirimannya. Sampai akhirnya saat tulisan ini saya posting, paket kamera yang saya beli tak kunjung sampai. Googling sana-sini. Buka twitter buat komplain hingga akhirnya menemukan banyaknya orang yang komplain dibandingkan puas dengan layanannya dan bahkan review di google juga jelek. Banyak sekali yang memberikan bintang satu. Terma

Menulis 500 Kata

Sekarang sepertinya harus bekerja lebih keras lagi. Saya banyak sekali menulis artikel yang terlampau pendek. Bahkan banyak sekali postingan yang hanya berisikan gambar. Kalau hanya seperti itu saya yakin banyak orang yang akan bisa membuat postingan jauh lebih banyak dari yang saya bisa lakukan. Jadi sekarang sepertinya saya harus mengubah tantangannya menjadi lebih menarik. Saya harus menulis setidaknya 500 kata untuk setiap artikel yang saya buat. Supaya lebih terasa menantang dan saya tak hanya sambil lalu lagi mengupdate blognya. Sebab akhir-akhir ini ketika menyelesaikan jumlah postingan saya akhirnya suka mengambil beberapa gambar yang sudah saya unggah di instagram dan memasukkannya ke blog menjadikannya satu postingan. Padahal hanya diikuti satu dua kata saja. Bahkan pernah tak ada tulisan apa-apa. Memang menulis 10 postingan sehari bukanlah hal yang mudah untuk membagi waktu dengan persiapan pernikahan. Tapi tantangan memang harus dibuat seberat mungkin bukan? Bukan