5 Maret 2017

Enaknya Gula Durian


Medan memang terkenal denga duriannya tapi Pontianak juga tak kalah kalau sudah membicarakan buah yang satu ini. Di sini juga banyak yang memiliki kebun durian dari beberapa kabupaten atau kecamatan. Ada yang suka dengan durian Batang Tarang, Sekadau, Punggor, atau Sungai Jawi. Saya sih tak bisa membedakan durian-durian dari tempat-tempat tersebut ya. Soalnya bagi saya durian ya durian. Durian bisa diolah jadi berbagai macam panganan yang lebih awet dibandingkan buah durian segar. Maklum kalau kulitnya mulai merekah duriannya akan mengering dan rasa manisnya akan hilang. Seakan-akan ‘gas’-nya menguap.

Untuk durian yang sudah ‘kering’ begini paling enak ya dibikin campuran untuk bubur kacang ijo santan atau panganan berkuah lainnya. Soalnya manisnya mulai memudar bahkan cenderung hilang. Daripada rasanya jadi tawar memang sebaiknya buah durian yang mulai merekah segera diolah jadi panganan lainnya yang dapat disimpan. Seperti gula durian. Berbeda dengan lempok yang berupa dodol, gula durian ini lebih mirip selai. Ada yang suka menggunakannya sebagai tambahan minuman ada juga yang mengoleskannya ke kue atau roti. Terserah selera masing-masing.

Membuatnya juga lebih mudah dibandingkan lempok karena bahannya hanya gula dan daging durian yang dimasak hingga jadi serupa dengan selai. Eh saya sih belum pernah membuatnya. Biasanya hanya menikmati karena dikasih sama sodara. Buat yang suka durian, olahan gula durian ini lumayan bisa mengobati kerinduan saat bisa makan durian kalau sedang tidak musim.

Di Pontianak sih ada beberapa penjual lempok yang selalu punya stok durian untuk diolah jadi lempok atau dodol durian. Padahal durian sedang tidak musim dan mereka tetap bisa memasok lempok ke toko tempat mereka biasa menitipkan dagangannya. Bagaimana ya cara mereka mengawetkan daging durian sehingga mereka terus punya stok daging durian yang akan diolah jadi lempok.


Harga lempok durian perkilonya 100ribuan ke atas ya. Bergantung dengan kualitas lempok yang ditawarkan. Semakin murah harganya, semakin banyak tepung yang digunakan untuk campuran dodol durian tersebut. Jadi jangan heran ada yang jualnya mahal tapi banyak pula yang jualnya murah. Ada pula yang bisa menjual murah karena menggunakan durian dari kebun sendiri.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Berkomentarlah yang baik. Semua komentar yang masuk akan dimoderasi. (admin: Honeylizious [Rohani Syawaliah]).

@honeylizious

Followers